3 Duet Legendaris yang Main Bersama untuk Berbagai Klub

Jumat, 31 Desember 2021, 23:52 WIB
54

Edisi Bonanza88, Jakarta – Chemistry antara pemain sepakbola adalah kunci dari keberhasilan dari permainan sebuah klub. Biasanya, setiap klub memiliki duet maut yang memiliki peran penting dalam membuat alur serangan ke daerah pertahanan lawan.

Contohnya ada duet Philippe Coutinho dan Luis Suarez yang pernah terjadi di Liverpool pada musim kompetisi 2013/14. Barcelona kemudian berhasil kembali menduetkan mereka pada bursa transfer musim dingin di tahun 2018 ini.

Lalu juga terjadi di Arsenal yang sempat memiliki duet Pierre-Emerick Aubameyang dan Henrikh Mkhitaryan di Emirates Stadium. Sebelumnya, kedua pemain itu sukses besar bersama Borussia Dortmund.

Selain kedua duet tersebut, sebelumnya sempat terdapat beberapa duet pemain yang terjadi di lebih dari satu klub. Siapa saja duet-duet pemain tersebut? Berikut ulasan dari Edisi Bonanza88.

1. Luis Figo dan Ronaldo de Lima

Seperti yang kita ketahui, Luis Figo dan Ronaldo de Lima dulunya sempat menjadi duo maut Barcelona pada musim 1996/97. Pemain asal Portugal dan Brasil itu sukses memberikan tiga trofi kepada La Blaugrana, yakni Copa del Rey, Supercopa de Espana, dan Piala Winners UEFA.

Namun, Ronaldo hanya bermain semusim bersama Barcelona sebelum memutuskan untuk hijrah ke Inter Milan. Sementara Luis Figo bermain selama lima tahun lamanya untuk Barcelona, sebelum akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Real Madrid pada tahun 2000, yang menjadi sebuah kontroversi kala itu.

Tak disangka, duet maut mereka berdua pun kembali terlaksana ketika Florentino Perez mendatangkan Ronaldo dari Inter di tahun 2002, sebagai bagian dari Los Galacticos jilid pertamanya. Kombinasi mereka berdua pun berhasil memenangkan tiga trofi di musim pertamanya, yakni La Liga Spanyol, Supercopa de Espana, dan Piala Interkontinental.

2. David Beckham dan Ruud van Nistelrooy

Duet David Beckham dan Ruud van Nistelrooy awal mula terjadi saat keduanya masih bermain untuk Manchester United. Beckham merupakan produk akademi Class of ’92, sementara Van Nistelrooy merupakan pemain yang didatangkan dari PSV Eindhoven di tahun 2001 dengan rekor transfer klub saat itu, 28,5 juta euro.

Tak lama, Beckham pun memutuskan untuk hijrah ke Real Madrid di tahun 2003. Tiga tahun berselang, Van Nistelrooy datang ke Santiago Bernabeu untuk menggantikan peran sang legenda Ronaldo de Lima di lini depan. Keduanya pun kembali bermain bersama walau hanya semusim, sebelum Beckham memutuskan untuk hijrah ke LA Galaxy.

3. Cesc Fabregas dan Pedro Rodriguez

Keduanya sempat bermain bersama saat Barcelona membeli Cesc Fabregas yang telah matang dari Arsenal di tahun 2011. Saat itu, di musim pertamanya bersama Pedro, Cesc Fabregas memberikan gelar Copa del Rey, Supercopa de Espana, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.

Pada musim 2012/13, bersama Pedro keduanya berhasil menjuarai gelar La Liga SPanyol meskipun gagal di babak semifinal Liga Champions dan juga Copa del Rey. Setelahnya, di tahun 2013 pun Fabregas dijual ke Chelsea.

Dua tahun kemudian, Pedro pun kembali berduet dengan Fabregas lantaran dirinya dijual ke Chelsea di tahun 2015. Bersama Fabregas, dirinya berhasil memenangkan satu gelar Liga Primer Inggris.