3 Fakta Candaan “ODGJ Bebas Covid-19” Deddy Corbuzier dan Mongol yang Berujung Somasi  

Jumat, 02 Juli 2021, 16:34 WIB
52

Acara podcast Deddy Corbuzier dengan komika Mongol diprotes dan berujung somasi. Deddy dan Mongol diprotes Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) dan sejumlah organisasi lainnya, lantaran video berjudul podcast “Orang Gila Bebas Covid-19”.

Sejumlah organisasi ini proses karena faktanya ada orang dengan gangguan jiwa (OGDJ) yang terpapar Covid-19. Selain itu, ada bagian obrolan Deddy bersama Mongol mengenai OGDJ yang seolah-olah mengolok-olok dan dinilai tidak pantas.

Gates Of Olympus

 Edisi Bonanza88 merangkum sejumlah fakta terkait masalah ini.

Disomasi Gara-gara Buat Konten ODGJ Bebas COVID 19 Bersama Komika Mongol,  Deddy Corbuzier Minta Maaf - Kabar Lumajang

  1. Penyebutan Orang Gila

Sejumlah poin yang menjadi permasalahan, yaitu penyebutan ‘orang gila’. Menurut PJS sebutan itu tidak etis jika ditujukan kepada orang yang memiliki permasalahan gangguan jiwa. Sebutan yang tepat adalah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau Penderita Disabilitas Mental (PDM).

PJS juga menyebut Deddy Corbuzier dan Mongol melanggengkan stigma negatif terhadap ODGJ yang masih ada di masyarakat. Selain itu melakukan pelanggaran Pasal 7 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Pelanggaran itu menyangkut hak bebas dari stigma untuk penyandang disabilitas meliputi hak bebas dari pelecehan, penghinaan, dan pelabelan negatif terkait kondisi disabilitasnya.

Rise of Olympus
  1. ODGJ Tak Bebas Covid

Masalah lainnya adalah ucapan Mongol yang menyebut ODGJ bebas dan kebal dari Covid-19. Pernyataan tersebut dianggap disinformasi yang fatal. Sebab, tidak ada hubungan antara ODGJ dengan kekebalan virus ini.

Faktanya ODGJ beresiko terpapar Covid-19 lebih besar jika dibandingkan dengan non-ODGJ. Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal World Psychiatry.

Dengan podcast yang dibuat Deddy Corbuzier dikhawatirkan menghambat pencegahan, penanganan serta pengobatan ODGJ yang terjangkit Covid-19. Sebab, masyarakat memiliki opini yang sama seperti Deddy dan Mongol.

  1. Deddy Minta Maaf

Pihak PJS juga meminta Deddy Corbuzier meminta maaf dalam waktu 6×24 jam setelah somasi dilayangkan. Selain itu meminta agar judul konten podcast itu diganti. Jika dalam batas waktu yang ditentukan Deddy tidak meminta maaf, pihak PJS akan menempuh jalur hukum.

Mengetahui kontennya menjadi masalah, Ayah satu anak itu menyatakan permintaan maafnya. Permintaan maaf ini dilakukan Deddy Corbuzier melalui Instastory di akun Instagram pribadinya, @Deddy Corbuzier.

“Sumpah deh.. Saya ga tau kalau kata-kata itu salah.. Jujur sih saya kaget karena saya cek di KBBI masih pakai kata “gila” dan saya baru paham ada kata ODGJ. Artinya saya ga pinter dan gak update nih.. Maaf,” tulis Deddy Corbuzier seperti di akun Instagramnya.

“Maafkan kamiii. Maafkan kebodohaaaan dan sempitnya pengetahuan sayaaaaaa. Saya cuma Youtuber biasa yang banyak salaaaaaah… maaf,” lanjutnya.

Terkait pernyatan Mongol, Deddy Corbuzier menyebut obrolannya memiliki konteks komedi. Selain itu, tidak terdapat unsur kesengajaan untuk menghina pihak lain.

“Saya rasa di konteks tersebut @mongolstres konteks nya adalah ber komedi.. Dan kadang komedi memang tidak masuk dengan kenyataan atau logika.. Ini setahu saya,” tulisnya.