3 Fakta dari Rencana Mencengangkan New Normal Singapura, Covid-19 Cuma Flu Biasa!

Selasa, 29 Juni 2021, 02:24 WIB
46

Singapura tampaknya sudah mulai bosan terus dirundung pandemi Covid-19. Buktinya baru-baru ini Singapura merilis kabar tentang penerapan new normal.

Bagi Singapura, new normal adalah langkah nyata negara dalam berdamai dengan bahaya virus corona. Singapura yakini memang sudah saatnya manusia dan virus corona hidup berdampingan.

Edisi Bonanza88 lantas hendak mengulas rencana new normal versi Singapura tersebut. Apa saja? Yuk simak ulasannya!

1. Pandemi yang Tak Kunjung Padam

Sudah 18 bulan lebih seluruh masyarakat di dunia hidup dalam kungkungan akan ketakutan terpapar virus COVID-19. Semua orang lelah dan bertanya kapan semua ini akan berakhir. Namun, faktanya, virus ini akan selalu ada dan tidak akan pernah bisa hilang seratus persen.

“Kabar buruknya adalah virus ini tidak akan pernah bisa hilang dari tengah-tengah kita. Tapi, kabar baiknya, kita bisa hidup dengan new normal berdampingan dengan virus tersebut,” tulis Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung dalam sebuah opini di The Straits Times.

2. Pemberian Vaksin

Untuk mempersiapkan skenario new normal ini, Singapura memulainya dengan vaksinasi seluruh warganya. Jika hampir semua warganya telah divaksin, maka herd immunity akan terbentuk dan warga Singapura tak perlu lagi takut dengan gejala berat yang ditimbulkan, jika suatu hari terpapar kembali.

Melansir The Straits Times, hingga saat ini setidaknya 2/3 dari total penduduk Singapura sudah menerima vaksin tahap pertama. Diperkirakan pada Agustus 2021 mendatang, 2/3 penduduk tersebut akan menerima vaksin secara lengkap.

3. Covid-19 adalah flu biasa

Dalam skenario new normal Singapura, pemerintah setempat akan menganggap COVID-19 sebagai flu biasa. Sehingga, mereka yang dinyatakan positif, dapat menjalani perawatan di rumah saja dengan mengonsumsi obat-obatan dan vitamin yang tepat tanpa perlu ke rumah sakit.

Hal ini berkaca pada wabah flu yang setiap tahun diderita oleh banyak orang di dunia. Mereka akan sembuh dengan sendirinya hanya dengan beristirahat di rumah dan menjaga kondisi tubuh. Dengan cara ini, tulis ketiga menteri Singapura tersebut, pandemi COVID-19 dapat ditekan dan menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam keselamatan nyawa manusia. Kecuali, mereka yang memiliki penyakit penyerta atau orang-orang yang sudah berusia lanjut.