3 Fakta Kayu akway, Obat Kuat Alami dari Tanah Papua

Rabu, 27 Oktober 2021, 07:09 WIB
37

Kayu akway cuma ditemui di Manokwari. Bahkan, kayu akway termasuk jenis kayu yang langka dan dilindungi. Jenis kayu yang memiliki nama latin Drymis sp.ini dikenal sebagai obat herbal yang dipercaya masyarakat di beberapa daerah Papua sangat bermanfaat untuk kaum lelaki.

Extra Chilli

Sekilas, kulit kayu akway mirip kulit kayu manis atau secang, tapi diameternya lebih besar. Dari hasil uji coba secara fitokimia dari ekstrak daun, kulit batang, dan akar dari kayu akway ini terbukti bahwa kayu akway mengandung senyawa afrodisiak seperti saponin, alkaloid, dan steroid.

Menjadi Obat Herbal

Akway digunakan sebagai obat tradisional herbal suku Sougb di Kabupaten Sururey Papua. Tanaman ini digunakan untuk mengobati malaria dan untuk meningkatkan daya tahan dalam melakukan pekerjaan budak dan vitalitas tubuh.

Ada tiga jenis Kayu Akway yang telah teruji dan yang biasa digunakan masyarakat Pegunungan Arfak. Pada ketinggian 1200m, 1600m, 2000m dan 2400m dpl (dari permukaan laut), telah berhasil diidentifikasi dan dideskripsikan tiga jenis tersebut, yakni D. Winterii Wine, D. Beccariana Gibbs dan D. Piperita HOOK

Menjaga Vitalitas Tubuh

Koi Gate

Tumbuhan Akway dimanfaatkan oleh masyarakat suku Arfak sebagai penambah stamina. Bagian kulit kayunya sering digunakan oleh mereka dengan cara dikikis dan diseduh dengan air panas kemudian diminum atau digigit selama perjalanan jauh untuk meningkatkan daya tahan dan stamina.

Bagian kulit kayu akway mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta menyembuhkan sakit di persendian seseorang meski harus berjalan jauh dengan medan yang cukup menantang.

Kayu akway juga bermanfat untuk meningkatkan kejantanan pria, meningkatkan kesuburan pria, mengurangi nyeri haid, mengatur kehamilan, menjaga stamina tubuh, mengurangi sakit pada sendi, mengatasi penyakit kulit.

Menjadi Lahan Bisnis Baru

Seorang petani milenial asal Papua Barat, Malahayati, mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki alam Papua. Ia mampu mengubah kayu akway menjadi produk pertanian yang menjanjikan.

Sekilas, kulit kayu akway yang hanya tumbuh di Papua mirip dengan kulit kayu manis atau bahkan kayu secang. Namun, kayu akway memiliki diameter yang lebih besar. Dari hasil uji coba secara fitokimia dari ekstrak daun, kulit batang dan akar dari kayu akway terbukti mengandung senyawa afrodisiak seperti saponin, alkaloid, dan steroid. Potensi ini lah yang tak disia-siakan Malahayati.

Untuk pengolahan akway, Mala yang lulus tahun ini dengan predikat menjelaskan selain menghadirkan produk lokal, ia dan rekaan lainnya memiliki keinginan untuk mensejahterakan petani lokal yang mengandalkan hasil hutan seperti akway.

Tak heran kiranya bila produk yang masih terbatas ini mendapat reward dalam The 1’st Millennial Indonesian Agropreneurs (MIA) expo di tahun 2019 dan The 2’nd MIA Expo di tahun 2021.