3 Fakta Miras Oplosan yang Banyak Makan Korban Jiwa

Selasa, 26 Oktober 2021, 19:53 WIB
34

TE (15) dan AL (17) tewas gegara minuman keras (miras) oplosan. Nyawa dua remaja lelaki tersebut tak tertolong saat menjalani penanganan medis.
TE meninggal di Puskesmas Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (25/10), pukul 17.00 WIB.

Sedangkan AL meninggal di RS TMC Kota Tasikmalaya pada pukul 23.00 WIB, hari yang sama. “Meninggal dunia dua orang. Kita masih menangani kasusnya,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Dian Purnomo.

Power of Thor Megaways

Dua remaja tersebut bersama tiga teman sebaya menenggak miras oplosan di sebuah rumah kosong, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmlaya, Minggu (24/10). Setelah itu, dua orang menjalani perawatan dan satu orang memilih dirawat di rumah. Ini bukan kasus pertama miras oplosan banyak makan korban jiwa.

Campuran Miras Oplosan

Miras oplosan mengandung banyak zat berbahaya, yang salah satunya adalah metanol. Metanol bukanlah jenis alkohol untuk dikonsumsi. Metanol merupakan jenis alkohol yang digunakan untuk bahan bakar ataupun pelarut (misalnya pelarut cat, cairan pembersih, dan lain-lain).

Metanol juga merupakan bahan yang sangat beracun bagi manusia. Konsumsi sebesar 10 ml saja dapat menyebabkan kerusakan saraf mata. Jika dikonsumsi lebih dari itu, dapat timbul efek keracunan skala berat hingga menyebabkan kematian.

Chronicles of Olympus X Up

Asam Basa Darah

Bahaya minuman keras oplosan bisa menyebabkan terjadinya gangguan asam basa darah. Di dalam dunia medis, gangguan ini lebih dikenal dengan sebutan asidosis metabolik.

Ketika seseorang yang mengonsumsi minuman keras oplosan, maka berisiko tinggi mengalami gangguan asam basa darah, di aman kondisi tersebut akan memengaruhi mekanisme pengaturan keseimbangan sistem respirasi serta fungsi pada ginjal, gangguan pada sistem kardiovaskular, bahkan berisiko tinggi menyebabkan gangguan fungsi sistem pada saraf pusat.

Aseton dan Miras Oplosan

Dalam kehidupan sehari-hari, aseton biasa digunakan sebagai pelarut seperti perlarut cat, minyak, lilin, resin, plastik, lem, dan masih banyak lagi.

Selain itu, aseton juga dimanfaatkan untuk pembersihan dan pengeringan. Dalam industri rumah tangga dan kosmetik, aseton dimanfaatkan untuk beberapa produk seperti pembersih alat-alat rumah tangga, deterjen, pembersih cat kuku, pembersih cat, dan lain-lain.

Meski sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, aseton juga dapat menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh manusia. Keracunan aseton biasa disebut dengan ketoasidosis yang terjadi apabila jumlah aseton dalam tubuh melebihi ambang batas normal.

Tags:

BERITA TERKAIT