3 Fakta tentang Penghinaan Stasiun TV Korsel kepada Indonesia dan Sejumlah Negara Peserta Olimpiade Tokyo

Rabu, 28 Juli 2021, 11:46 WIB
79

Stasiun televisi asal Korea Selatan, yaitu MBC yang turut serta menyiarkan pembukaan ajang Olimpiade Tokyo Jepang 2020 mendapat masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Emosi netizen Indonesiaberawal dari foto dan caption rasialis yang menuai kontroversi.

Hal ini berawal dari kontigen Indonesia saat memasuki area parade, MBC mengenalkan Indonesia sebagai negara yang memiliki GDP rendah. Mereka bahkan menempatkan foto peta Indonesia di samping wajah atlet dengan penempatan titik di Malaysia.

Gates Of Olympus

Stasiun televisi Korea Selatan itu juga menuai protes keras karena mengenalkan sejumlah negara dengan foto sensitif berbau politik. Saat kontigen Ukraina memasuki area parade, MBC menempatkan foto kecelakaan nuklir Chernobyl.

Pihak MBC juga menempatkan foto kerusuhan yang terjadi di Haiti yang merujuk pada insiden pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise, pada (7/7/2021). Sebagai keterangan, mereka menuliskan situasi politik yang terjadi di negara tersebut.

Menuai kecaman dari banyak pihak, stasiun televisi MBC meminta maaf karena dinilai rasis saat Olimpiade Tokyo 2020, berikut sejumlah fakta yang dihimpun Edisi Bonanza88 dari peristiwa ini.

1.Tetap Dikecam Meski Minta Maaf

TV MBC Korsel Dianggap Diskriminatif Saat Kenalkan Indonesia di Pembukaan  Olimpiade, Netizen Ngamuk

Rise of Olympus

Pembawa acara MBC pun menyampaikan permintaan maaf di akhir siaran langsung acara empat tahunan tersebut.

Pihak MBC juga menyampaikan permintaan maaf melalui akun Twitter resmi (@withMBC) dengan bahasa Korea.

Tindakan MBC pun membuat netizen Korea geram karena menggunakan bahasa yang tidak dimengerti negara bersangkutan. Tak lama setelah itu, mereka memuat ulang permintaan maaf dalam bahasa Inggris.

“Kami meminta maaf kepada negara-negara bersangkutan dan penonton kami.

MBC mengaku menggunakan foto dan keterangan yang tidak pantas untuk memperkenalkan beberapa negara selama acara pembukaan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli. Kami dengan tulus meminta maaf kepada negara-negara terkait dan pemirsa.

Foto dan keterangan dimaksudkan untuk memudahkan pemirsa mengenali negara-negara yang masuk dengan cepat selama acara pembukaan. Namun, kami akui bahwa ada kurangnya pertimbangan untuk negara-negara bersangkutan, dan pemeriksaannya tidak cukup menyeluruh. Ini adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.

“Sekali lagi, kami meminta maaf dan menyesal atas kesalahan tersebut.”

“Kami menyadari pentingnya masalah ini selama siaran Olimpiade. Kami akan menyelidiki secara menyeluruh proses pemilihan foto, keterangan, dan inspeksi secara ketat untuk mengambil tindakan lebih lanjut berdasarkan hasil investigasi.”

2. Sang Direktur Minta Maaf Sampai Membungkuk

Hina Indonesia dan Negara Peserta Olimpiade, Presiden TV Korea MBC  Membungkuk Minta Maaf | Indozone.id

Direktur Utama MBC, Park Sung Je akhirnya menghelat konferensi pers di gedung MBC Management Center di Seoul pada Senin (26/7/2021).

“Kami, MBC, menayangkan siaran yang merusak semangat Olimpiade terkait persahabatan, solidaritas, dan persatuan masyarakat bumi di tengah bencana global Corona.” Seraya meminta maaf sambil membungkuk.

“Sebagai direktur utama konten MBC, saya menundukkan kepala untuk meminta maaf kepada orang-orang di negara yang terluka oleh siaran yang tidak hati-hati dan kurang mempertimbangkan negara-negara partisipan dan kepada pemirsa yang kecewa,” ujarnya.

“Akhir pekan lalu adalah waktu yang paling menyakitkan dan menghancurkan sejak saya dilantik sebagai direktur utama MBC.”

“Kami akan menyelidiki penyebabnya secara menyeluruh dan bertanggung jawab.”

3. Haiti Masih Kesal

Menlu Haiti Murka soal Kontroversi TV Korsel di Olimpiade: Maaf Saja Tak  Cukup! | kumparan.com

Usai tayangan ini, sontak saja akun sosial media MBC mendapat kecaman banyak dari netizen, terlebih netizen Indonesia. Permintaan maaf sepertinya tak cukup, bahkan pihak Negara Haiti tetap menanggap permintaan maaf tidaklah cukup.

MBC memberi gambaran kepada Haiti dengan menampilkan kerusuhan di Haiti saat para atlet Haiti berbaris di pembukaan Olimpiade 2020.

Hal ini sontak mengundang amarah pihak Haiti dan beberapa negara yang ditampilkan MBC. Kendati Presiden MBC, Park Sung-jae, sudah meminta maaf, Menteri Luar Negeri Haiti menilai hal itu tidaklah cukup.

“Permintaan maaf mereka tidak cukup. Namun, insiden itu tidak akan mengalihkan perhatian para atlet yang telah berusaha tanpa lelah selama bertahun-tahun untuk sampai ke Olimpiade,” ujar Menteri Luar Negeri Haiti Claude Joseph.

BERITA TERKAIT