3 Pemain AS Roma yang Harus Disalahkan Akibat Kekalahan Memalukan dari Bodo/Glimt

Jumat, 22 Oktober 2021, 23:41 WIB
68

Media di Italia berbondong-bondong menyerang pelatih Jose Mourinho terkait hasil memalukan di UEFA Conference League musim 2021/22. AS Roma menelan kekalahan menyakitkan di kandang Bodo/Glimt dengan skor 6-1.

Pada laga tersebut Jose Mourinho sedikit melakukan rotasi dengan memainkan pemain pelapis di starting line-up. Namun, Mourinho tidak bisa 100 persen disalahkan karena bagaimana pun juga yang berada di lapangan hijau selama 2×45 menit adalah para pemain.

Extra Chilli

Apalagi Roma semakin hancur dari Bodo/Glimt pada babak kedua, di mana saat itu para pemain inti Giallorossi seperti Henrikh Mkhitaryan dan Lorenzo Pellegrini sudah dimainkan oleh Mourinho.

Berdasarkan data statistik pemain pada pertandingan Bodo/Glimt vs AS Roma, tim Edisi Bonanza88 menemukan 3 pemain yang patut disalahkan karena tampil dengan performa yang buruk.

1. Roger Ibanez

Menjadi salah satu pemain reguler yang dimainkan di laga ini, Roger Ibanez gagal menunjukkan kepemimpinan dan kematangan di lini belakang. Ya, Ibanez bermain buruk sekali ketika tidak berduet bersama Gianluca Mancini.

Koi Gate

Ibanez berduet dengan Marash Kumbulla, ia gagal menyuguhkan penampilan tenang yang biasanya terlihat saat berduet dengan Mancini. Apalagi pada babak kedua, fisik dan stamina bek asal Brazil itu merosot tajam.

2. Amadou Diawara

Tampil sebagai salah satu trio gelandang tengah setelah kerap diparkir di Liga Italia, Amadou Diawara gagal menunjukkan performa terbaik. Ia tampil kikuk sehingga Bodo/Glimt leluasa melancarkan serangan cepat ke pertahanan Roma.

Puncak penampilan buruk Amadou Diawara terjadi di menit ke-51. Ia bisa dilewati dengan mudah oleh Alfons Sampsted di kotak penalti, sehingga Sampsted bisa memberikan assist kepada Erik Botheim untuk mencetak gol.

3. Marash Kumbulla

Diturunkan sebagai starter di posisi bek tengah berduet dengan Roger Ibanez, Marash Kumbulla tampil mengecewakan. Ia dinilai berperan besar dalam gol keempat, kelima, dan keenam yang dicetak Bodo/Glimt.

Dalam gol keempat, Marash Kumbulla lalai mengawal Ola Solbakken. Solbakken pun bebas menerima umpan terobosan dan berlari ke gawang tanpa bisa dikejar oleh Kumbulla. Buruknya kecepatan lari Kumbulla juga membuatnya gagal mencegah terciptanya gol kelima dan keenam karena ia tak mampu mengejar para pemain Bodo/Glimt.