3 Sisi Lain Fabrizio Romano, Peramal Bursa Transfer Pesepakbola

Senin, 19 Juli 2021, 21:43 WIB
54

Untuk bursa transfer sendiri, selain kepindahan pemain yang selalu menjadi sorotan, ada satu nama yang selalu menjadi perhatian saat bursa transfer, yaitu Fabrizio Romano.

Jurnalis asal Italia tersebut merupakan salah satu yang dapat dipercaya perihal rumor-rumor transfer. Apalagi jika dirinya telah menambahkan ‘Here we go!’ maka transfer tersebut sudah pasti akan terjadi.

Gates Of Olympus

Menjadi Jurnalis di usia muda

Fabrizio Romano sudah masuk dunia jurnalistik pada usia yang masih sangat muda, yaitu 18 tahun. Saat itu, dirinya hanya menulis di situs-situs web kecil di Italia saja. Hingga suatu saat, seorang agen asal Italia yang berada di Barcelona meminta bantuannya.

Sejak saat itu, Romano mulai bekerja di Barcelona, tepatnya di La Masia, sebagai jurnalis yang memberitakan rumor-rumor kepindahan pemain muda dari akademi Barcelona tersebut.

Saat bekerja di La Masia, Romano sangat dekat dengan para pemain tersebut, di antaranya adalah Mauro Icardi dan Gerard Deulofeu. Hingga suatu saat, pada November 2013 terjadi kesepakatan dimana Icardi bergabung dengan Inter Milan. Romano menjadi orang pertama yang meliput berita tersebut.

Rise of Olympus

Anak didik pakar sepak bola

Fabrizio Romano dikenal sebagai jurnalis yang kredibel di dunia sepakbola, semua berita yang dia sampaikan hampir selalu tepat. Tentu kemampuan dan keahlian yang dia miliki juga tidak terjadi begitu saja, dia mengawali kariernya dengan menjadi staf dari pakar transfer senior lainnya, Gianluca di Marzio.

Seperti diketahui, Gianluca merupakan putra dari Gianni di Marzio, yang merupakan mantan pelatih dari beberapa klub asal Italia seperti Genoa, Lecce dan Palermo, tak heran dirinya tentu memiliki relasi yang luas, entah itu dengan klub, agen atau pemain.

Tidak punya klub favorit

Memiliki pekerjaan sebagai jurnalis di dunia sepakbola khususnya di bursa transfer membuat publik merasa penasaran soal klub apa yang menjadi favorit Fabrizio Romano, namun ternyata pria asal Italia itu mengaku tidak memilikinya.

“Orang-orang mulai bertanya soal klub apa yang menjadi favorit saya, tetapi sejujurnya, saya tidak pernah memikirkan hal itu. Saya menikmati saat orang-orang tahu bahwa klub yang mereka dukung mendatangkan pemain yang memang mereka tunggu-tunggu,” ujarnya.