3 Striker Asal Benua Afrika yang Pantas Raih Penghargaan Ballon d’Or

Selasa, 28 September 2021, 23:59 WIB
25

Hingga saat ini sangat jarang pemain asal benua Afrika yang berhasil mendapat penghargaan Ballon d’Or. Dari 64 tahun bergulir, hanya George Weah yang mampu mendapat penghargaan Ballon d’Or.

Pemain asal Liberia, George Weah, meraih Ballon d’Or pada tahun 1995. Pada saat itu Weah menjadi striker ditakuti di Eropa kala memperkuat Paris Saint-Germain dan AC Milan.

Gates Of Olympus

Namun hingga saat ini belum ada lagi striker asal benua Afrika yang mampu merebut Ballon d’Or. Padahal, banyak striker-striker top yang lahir dari benua Afrika.

Berdasarkan data statistik yang berhasil dikumpulkan oleh Edisi Bonanza88, setidaknya ada 3 striker asal benua Afrika yang pantas raih penghargaan Ballon d’Or. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1. Samuel Eto’o

Kehebatan Samuel Eto’o dalam mencetak gol membuat barisan pertahanan lawan gigit jari ketika menghadapinya. Pemain asal Kamerun itu dinilai sebagai striker komplit karena memiliki dribel bagus, kecepatan, positioning, serta finishing yang akurat.

Rise of Olympus

Puncak karier Eto’o di benua Eropa ketika dia memperkuat Barcelona dan Inter Milan. Selain meraih gelar domestik seperti La Liga, Scudetto, Copa del Rey, hingga Coppa Italia, Eto’o juga berhasil menjuarai Liga Champions.

Bersama Barcelona, Eto’o menjadi juara Liga Champions pada musim 2005/06 dan 2008/09. Sedangkan bersama Inter Milan, Eto’o menjuarai Si Kuping Besar pada musim 2009/10.

Selain gelar juara di level klub, Eto’o juga beberapa kali meraih gelar individu seperti top skor La Liga Spanyol musim 2005/06. Lalu menjadi pemain Afrika Terbaik sebanyak 4 kali, yakni pada tahun 2003, 2004, 2005, dan 2010.

Di level internasional, Eto’o juga mencatat prestasi gemilang. Dia mencatat 56 gol dari 118 pertandingan bersama Timnas Kamerun. Dan meraih gelar Piala Afrika pada tahun 2000 dan 2002, serta emas Olimpiade 2000 di Sydney.

2. Didier Drogba

Didier Drogba juga berjaya di era yang sama dengan Eto’o. Namun bedanya Drogba sukses di Inggris, sedangkan Eto’o di Spanyol dan Italia. Kendati demikian, prestasi Drogba tak kalah mentereng dan pantas jika meraih Ballon d’Or.

Nama Drogba mulai meroket ketika memperkuat Olympique Marseille pada musim 2003/04. Saat itu Drogba mencetak hattrick ketika Marseille mengalahkan Partizan di babak fase grup, serta mampu mencetak gol ke gawang Real Madrid dan FC Porto.

Kemudian Drogba pun diboyong Jose Mourinho ke Chelsea pada musim panas 2005. Dan tak butuh waktu lama, Drogba langsung menjadi striker menakutkan di Inggris. Selama bersama The Blues, dia menjuarai 4 Liga Primer Inggris, 4 Piala FA, 3 Piala Liga, dan 2 Community Shield.

Setelah gagal di final Liga Champions musim 2007/08, akhirnya penantian panjang Drogba untuk menjuarai kompetisi paling bergengsi di Eropa itu pada musim 2011/12. Saat itu Chelsea menjuarai Liga Champions melalui adu penalti dari Bayern Munchen.

Namun bersama Timnas Pantai Gading dia hanya mampu menjadi runner-up pada kejuaraan Piala Afrika, yakni pada tahun 2006 dan 2012. Total dia mencetak 65 gol dari 105 pertandingan.

Selain itu, Drogba juga banyak meraih penghargaan. Beberapa diantaranya adalah Pemain Terbaik Afrika 2006 dan 2009. Lalu ada Onze d’Or tahun 2004, serta 2 kali Top Skor Liga Primer Inggris, pada musim 2006/07 dan 2009/10.

3. Mohamed Salah

Berbeda dengan Eto’o dan Drogba, Mohamed Salah hingga saat ini masih aktif sebagai pesepakbola profesional. Bahkan saat ini dia sedang berada di usia matang sebagai atlet sepak bola, yakni berusia 29 tahun.

Untuk bisa mencapai kondisi terbaik saat ini, Salah membutuhkan proses panjang. Setelah gagal bersama Chelsea, Salah baru menemukan penampilan terbaiknya saat bersama AS Roma. Dia mencatat 29 gol dari 65 pertandingan Serie A.

Gemilang bersama Roma, Salah pun direkrut oleh Liverpool pada musim panas 2017. Dia langsung tampil ganas pada musim pertamanya bersama The Reds dengan meraih Top Skor Liga Primer Inggris pada musim 2017/18, dan kembali menjadi top skor pada musim 2018/19.

Salah menjelma menjadi striker menakutkan di Eropa ketika membawa Liverpool ke final Liga Champions musim 2017/18. Dan akhirnya berhasil menjadi juara Liga Champions pada musim 2018/19 dengan mengalahkan Tottenham Hotspur di final.

Dia juga turut serta membawa Liverpool juara Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Di kancah domestik, Salah juga punya peran penting saat Liverpool juara Liga Primer Inggris musim 2019/20.

Secara keseluruhan, hingga saat ini bersama Liverpool, Salah sudah membukukan 100 gol dari 151 penampilan di Liga Primer Inggris. Sementara di ajang Eropa, dia mencatat 27 gol dari 46 pertandingan.

Namun bersama Timnas Mesir, Salah hanya mampu menjadi runner-up Piala Afrika pada tahun 2017. Secara keseluruhan, dia hingga saat ini sudah mengukir 45 gol dari 71 pertandingan bersama Timnas Mesir.

Sedangkan untuk individu, Salah juga banyak meraih penghargaan. Bersama Liverpool dia meraih penghargaan Pemain Terbaik Inggris versi PFA dan FWA pada musim 2017/18. Lalu dia meraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika pada tahun 2017 dan 2018.