4 Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Drama Korea Squid Game

Kamis, 30 September 2021, 22:55 WIB
60

Hingga saat ini serial drama Netflix, ‘Squid Game’ masih menjadi bahan pembicaraan hangat. Bahkan potongan-potongan scene dalam serial tersebut membanjiri timeline di media sosial.

‘Squid Game’ adalah drama Korea Selatan yang menceritakan sebuah permainan mematikan dengan imbalan hadiah fantastis. Para peserta sangat tergiur dengan hadiah besar yang akan diberikan karena asal-usul peserta yang mengikuti permainan mematikan itu adalah mereka yang memiliki masalah finansial.

Gates Of Olympus

Latar belakang terkait finansial tampaknya memang menjadi masalah umum di masyarakat, termasuk juga di Indonesia. Apalagi saat ini tengah dilanda pandemik virus Covid-19 yang membuat perekonomian negara terganggu.

Oleh karena itu, banyak pelajaran yang bisa kita petik dari serial ‘Squid Game’. Apa saja itu? Berikut hasil pengamatan Edisi Bonanza88 terkait 4 pelajaran yang bisa dipetik dari drakor ‘Squid Game’.

1. Jangan Berhutang

Semua pemain dalam game ini memiliki kesamaan, yaitu masalah keuangan. Terutama tokoh utamanya, Seong Gi-hun yang punya banyak hutang karena kebiasaan judi. Dari serial ini kita belajar pentingnya memiliki perencanaa keuangan yang baik.

Rise of Olympus

2. Menyusun Strategi

Setiap game yang dimainkan memerlukan strategi untuk dapat memenangkannya. Kita bisa belajar dari tokoh Cho Sang-woo yang pintar dalam membuat strategi.

Tokoh ini selalu melakukan pengamatan mendalam sebelum menyusun strategi. Sama seperti hidup,kita juga harus bisa menyusun strategi, entah untuk karir atau tujuan hidup kita.

3. Jangan Percaya Semua Orang

Dari serial ini, kita juga belajar untuk berhati-hati dengan orang lain. Mungkin keliatannya orang tersebut dapat dipercaya, namun kita tidak tau apa yang ada dipikiran mereka. Dalam hidup,kita juga harus menyaring mana orang yang bisa kita percaya dan tidak.

4. Kebahagiaan Bukan dari Materi yang Kita Miliki

Di episode terakhir, kita akan tau alasan dibalik game tersebut. Dari situ, kita belajar bahwa uang tidak bisa menjamin kebahagiaan. Rasa bahagia datang dari rasa syukur, baik dari yang kita miliki maupun yang tidak dimiliki.

“Ada persamaan antara orang yang tidak memiliki uang dan yang memiliki terlalu banyak uang, hidup tak menyenangkan bagi mereka. Jika terlalu punya banyak uang, apapun kau beli, makanan atau minuman yang membosankan pada akhirnya.” – Oh Il-nam.