4 Penjualan Pemain yang Paling Disesali Real Madrid

Selasa, 12 Oktober 2021, 18:44 WIB
43

Raksasa Liga Spanyol, Real Madrid, memang dikenal sebagai tim sepak bola yang gemar belanja pemain bintang. Sejarah Los Blancos pernah menciptakan tim bertabur bintang yang identik dengan nama Los Galacticos.

Meski jago urusan mendatangkan pemain bintang, Real Madrid justru kurang piawai dalam hal penjualan. Ada beberapa momen El Real menjual pemain yang akhirnya berujung penyesalan.

Gates Of Olympus

Edisi Bonanza88 kali ini coba mengulas deretan penjualan pemain yang paling disesali Real Madrid. Siapa saja? Ayo tengok ulasannya bersama!

1. Samuel Etoo

Salah satu pemain yang dinilai tak seharusnya dijual Real Madrid ialah Samuel Etoo. Legenda Barcelona itu pernah mencoba mengembangkan namanya di akademi Real Madrid. Etoo bergabung ke tim muda Los Blancos pada 1997 di usia 16 tahun.

Kala itu, Etoo tentu punya harapan untuk menembus tempat di skuad senior pada suatu hari nanti. Tetapi, lantaran terhadang kuota pemain non-Uni Eropa yang sesuai dengan peraturan di liga sepakbola Spanyol, Etoo akhirnya terpaksa menghabiskan sebagian besar waktunya dengan status pinjaman.

Rise of Olympus

Kemudian, pihak Real Madrid memutuskan mengirimnya ke RCD Mallorca pada 2000 dengan biaya 4,5 juta euro. Secara mengejutkan, Etoo pun berkembang pesat di Mallorca dengan menjadi keran gol tim tersebut. Dia mencetak 67 gol dalam empat tahun.

Mallorca kemudian mendapatkan uang besar dari Barcelona untuk sosok Etoo. Performanya kemudian terus melonjak. Dia menjadi roda penggerak integral Barcelona di bawah asuhan Josep Guardiola, mengalahkan Real Madrid dalam beberapa kesempatan. Dengan dua treble kontinental dan 416 gol atas namanya, Real Madrid seharusnya tak melepas Etoo.

2. Claude Makelele

Nama Claude Makelele juga masuk daftar ini. Claude Makelele dijual ke Chelsea pada 2003 untuk memberi ruang bagi superstar Inggris, David Beckham. Keputusan ini jadi sorotan karena Makelele sejatinya merupakan seorang gelandang bertahan yang gigih.

Pemain asal Prancis itu pun akhirnya dijual ke Chelsea seharga 20 juta euro. Dengan Makelele di timnya, Jose Mourinho kemudian mengubah The Blues menjadi unit pertahanan yang tidak bisa ditembus. Real Madrid, di sisi lain, harus menunggu 11 tahun lagi untuk bisa meraih gelar juara Liga Champions berikutnya.

3. Arjen Robben

Dia bergabung dengan Real Madrid dari Chelsea pada 2007 dengan biaya yang cukup besar, yakni 35 juta euro. Setelah berjuang dengan cedera selama waktunya bersama The Blues, Robben pindah ke Spanyol untuk menjalani kehidupan baru dalam karirnya.

Robben pun menjadi sosok penting dalam kesuksesan Real Madrid pada musim 2007-2008. Namun, dengan terpilihnya kembali Florentino Perez pada 2009, Real Madrid harus melakukan gebrakan besar dengan mendatangkan sederet pemain megabingtang, seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Karim Benzema.

Kondisi ini membuat Robben kehilangan tempatnya. Sejumlah pemain bintang pun dijual, termasuk Robben. Pemain asal Belanda itu kemudian melanjutkan kariernya bersama Bayern Munich. Di sana, dia tampil trengginas dengan memenangkan delapan gelar juara Liga Jerman dan satu trofi Liga Champions.

4. Cristiano Ronaldo

Terakhir, ada megabintang dunia Cristiano Ronaldo. Penjualan Ronaldo tidak diragukan lagi menjadi salah satu keputusan terburuk dalam 119 tahun sejarah Real Madrid.

Pada 2018, Real Madrid mengumumkan bahwa bintang Portugal itu akan meninggalkan klub setelah sembilan tahun mengabdi tanpa henti. Dalam rentang sembilan musim, Ronaldo pun membawa Madrid ke level yang baru.

CR7 -julukan Ronaldo- secara misterius mencatatkan 450 gol hanya dalam 438 pertandingan untuk Real Madrid. Dia memecahkan banyak rekor dalam jangka panjang di Madrid.

Usai mengabdi di Los Blancos, pihak manaajemen memutuskan untuk tidak menghalangi jalan Ronaldo dan dengan senang hati mengirimnya ke Juventus dengan imbalan 117 juta euro. Di sana, Ronaldo pun terus tampil trengginas hingga kini sudah pindah lagi ke klub lamanya, Manchester United.