4 Poin Penting yang Layak Dibahas dalam Kekalahan Barcelona dari Benfica

Kamis, 30 September 2021, 21:01 WIB
47

Pentas Liga Champions 2021/22 telah rampung memainkan matchday ke-2 fase grup, Kamis (30/9/20) dini hari WIB tadi. Ada salah satu kejutan yang tercipta, yakni kekalahan Barcelona dari Benfica.

Sama-sama tergabung di Grup E, Benfica dan Barcelona harus saling beradu semalam. Barcelona bertindak sebagai tim tamu yang mana laga dihelat di markas Benfica, Estadio da Luz.

Gates Of Olympus

Secara komposisi skuat, Barcelona jelas di atas Benfica. Namun ketika menengok hasil laga, Blaugrana justru tak mampu berbuat banyak.

Akhir pertandingan ditutup dengan skor 3-0 untuk kemenangan Benfica. Barcelona mengalami kekalahan keduanya di Liga Champions, usai matchday pertama mendapat hasil serupa dari Bayern Munchen.

Edisi Bonanza88 coba mengulik beberapa poin penting yang layak dibahas dalam kekalahan Barcelona tadi. Apa saja? Yuk simak ulasannya bersama!

1. Koeman Tak Ada Kapoknya

Rise of Olympus

Format empat bek sudah seperti tradisi yang tidak bisa diganggu-gugat lagi di Barcelona. Sejak bertahun-tahun silam, mulai dari Frank Rijkaard hingga Quique Setien, format ini nyaris tak pernah berubah.

Koeman berani mengubah itu. Sebenarnya, ia pernah menerapkan formasi ini ketika melawan Bayern Munchen. Barcelona menelan kekalahan dengan skor 0-3, tapi pria asal Belanda itu seperti tak ada kapoknya.

Barcelona tampak tidak nyaman dengan format tiga bek ini. Mereka cukup mudah diterobos. Bahkan, Benfica sampai bisa mencatatkan enam tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan.

2. Kehilangan Messi Begitu Berdampak

Nama Lionel Messi rajin berlalu-lalang di media sosial setelah Barcelona dinyatakan kalah dari Benfica. Banyak yang berkata kalau buruk-buruknya mereka terlihat ketika sang bintang memutuskan hengkang.

Akuilah, Messidependencia itu masih ada dan nyata. Berbeda dengan Cristiano Ronaldo yang menjadi ‘akhir’ skema penyerangan, Messi selalu menjadi ‘awal’ dalam setiap alur permainan Barcelona.

Kreativitas, visi bermain, dan umpan terukur dari Messi tidak bisa digantikan oleh siapapun yang ada di dalam skuat Barcelona saat ini. Sepertinya mereka akan butuh waktu lama untuk beradaptasi tanpa kehadirannya.

3. Kinerja Depay Menurun

Secara perlahan, Memphis Depay berusaha menghapus jejak Messi di Barcelona. Tentu itu bukan perkara yang mudah, tapi torehan dua gol dan satu asis dari tiga laga pertama di La Liga cukup untuk menarik perhatian orang.

Harapan terhadap Depay semakin meninggi setelah menyaksikan performanya bersama Timnas Belanda di jeda internasional belum lama ini. Ia mampu mencetak lima gol dan satu asis dari dua pertandingan saja!

Setelah itu, Depay seperti hilang ditelan bumi. Dari lima laga, Depay cuma bisa menghasilkan satu gol saja yakni ketika bertemu Levante. Perannya di laga melawan Benfica pun tidak memuaskan banyak kalangan.

4. Pecat Koeman?

Ketika sebuah klub mengalami rentetan hasil buruk, maka pelatih diyakini patut bertanggung jawab. Oleh karenanya, melihat tagar #KoemanOut di media sosial Twitter bukan sesuatu yang mengejutkan.

Tapi, dalam urusan pelatih, Barcelona tidak dalam posisi yang diuntungkan. Maju kena, mundur kena. Manajemen klub harus berani menggelontorkan uang untuk memecat Koeman dalam situasi krisis finansial seperti ini.

Akan tetapi, satu kemenangan dari lima pertandingan terakhir bukanlah sesuatu yang bisa dimaafkan. Koeman harus digantikan sosok lain. Hanya masalahnya, apakah ada sosok yang lebih baik dan tersedia dibanding Koeman saat ini?

Jangan sampai Barcelona gegabah memecat tapi tidak memiliki pengganti yang sepadan. Antonio Conte adalah pilihan yang pas, tapi pria asal Italia tersebut tampaknya belum tertarik melatih lagi dalam waktu dekat.