5 Fakta Soal Mutasi Varian Baru Covid-19 R.1, Justru Menyerang orang yang Sudah Vaksin

Selasa, 28 September 2021, 22:06 WIB
131

Pandemi Covid-19 diwaspadai bakal kembali melonjak lantaran ada varian baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian Delta dari virus corona yang telah melampaui mutasi lainnya, menjadi strain paling dominan.

Strain lain yang telah teridentifikasi, yaitu varian R.1, ditemukan dalam sejumlah kecil kasus Covid-19 di Kentucky Amerika Serikat. Varian ini masuk kategori “variants under monitoring” itu menyebar di 47 negara bagian AS.

Lalu apa saja fakta tentang varian baru ini, berikut Edisi Bonanza88 merangkumnya untuk Anda.

Fakta-fakta Varian Corona Baru R.1, Bakal 'Seganas' Delta?

  1. Cepat Menular

Departemen Kesehatan Masyarakat Kentucky menyatakan varian R.1 menyebar melalui 45 penghuni dan staf di panti jompo setelah anggota staf yang tidak divaksinasi. Ini memicu infeksi pada bulan Maret.

“Tingkat serangan tiga sampai empat kali lebih tinggi di antara penduduk dan [pekerja] yang tidak divaksinasi dibandingkan dengan mereka yang divaksinasi,” tulis temuan tersebut.

Meski demikian, varian ini sebenarnya tak berasal dari AS. Diketahui, R.1 ditemukan pertama kali di Jepang Januari 2021.

Ia disebut mampu melewati perlindungan antibodi yang ada pada vaksin lengkap. Varian ini terdeteksi pada salah tiga orang di satu keluarga di Jepang, yang berusia 40 tahun dan 10 tahun.

2. Sudah Menyebar

Selain telah terdeteksi di 47 negara bagian AS, varian ini juga Saat ini varian ini juga terdeteksi di China, India dan Eropa bagian Barat. Per 21 September, disebut ada 10.567 kasus R.1 terdeteksi di seluruh dunia.

3. Kemungkinan Lebih Parah

Dilansir dari Health, Sarjana Senior di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health’s Center for Health Security, Amesh A. Adalja mengatakan varian R.1 merupakan versi virus SARS-CoV-2 yang mengalami mutasi terkait dengan perubahan fungsi dari virus. Dengan kata lain, seperti halnya strain baru, R.1 dapat mempengaruhi orang secara berbeda dari virus versi asli.

Identifikasi strain baru menurutnya tidak selalu menyebabkan kepanikan. Adalja mengatakan kecil kemungkinan varian R.1 akan menyalip varian Delta sebagai mutasi virus SARS-Cov-2 yang paling parah atau dapat ditularkan.

Benarkah Varian Corona Mu Tak Lebih Ganas dari Delta? Ini Kata Eijkman Halaman all - Kompas.com

4. Bisa Tembus Antibodi Vaksin

Varian R.1 disebut lebih resisten terhadap antibodi. Varian R.1 mengandung mutasi yang memungkinkannya melewati perlindungan antibodi pada orang yang telah divaksinasi lengkap.

Mantan Profesor Harvard Medical School William A. Haseltine menjelaskan, ditemukan lima variasi dari varian ini, yang dapat membuat peningkatan resistensi terhadap antibodi.

Ini berarti bisa membuat varian lebih baik dalam menghindari antibodi yang dibuat dengan vaksin dan pada orang yang telah terinfeksi.

5. Jangan Khawatir

Varian R.1 berpotensi menginfeksi lebih banyak orang CDC menjabarakan, varian R.1 mengandung mutasi W152L pada wilayah protein lonjakan yang menjadi target antibodi sehingga berkurang efektivitasnya.

Dalam varian kecil dari jenis Delta yang terdeteksi di India juga mengandung mutasi W15L. Varian R.1 dapat memengaruhi orang secara berbeda dari virus versi asli, tapi tidak selalu menimbulkan kekhawatiran.

Kecil kemungkinan varian ini menyalip varian Delta, sebagai mutasi virus corona terparah. Varian ini berpotensi menginfeksi lebih banyak orang yang telah divaksinasi.