5 Fakta Tersembunyi tentang Gula yang Jarang Orang Tahu

Selasa, 05 Oktober 2021, 04:43 WIB
35

Gula adalah sebagai pemanis sangat akrab di keseharian kita. Banyak yang menghindari gula dengan alasan mencegah dari penyakit diabetes. Fakta ini memang benar adanya, namun tak banyak orang tahu tentang sejumlah fakta lainnya tentang gula.

Dilansir dari beberapa sumber, gula menyimpan sejumlah fakta yang sering luput dari pengetahuan kita, bahkan perannya sangat vital untuk tubuh,

Gates Of Olympus

Berikut Edisi Bonanza88 merangkum sejumlah fakta unik tentang gula yang jarang diketahui banyak orang.

Gula Dijadikan Obat

3 Mitos dan Fakta Seputar Gula, Benarkah Bisa Menambah Energi? : Okezone Lifestyle

Penggunaan gula sebagai obat ditemukan pada abad ke-9 di Iraq, di mana gula dikombinasikan dengan buah-buahan dan rempah-rempah untuk membuat obat dalam bentuk sirup, bubuk, dan air infus.

Berabad-abad kemudian ketika gula memasuki Inggris, para dokter Inggris meresepkan gula untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan pada abad ke-18 seorang tabib menyarankan meniupkan gula ke mata untuk menyembuhkan iritasi mata.

Rise of Olympus

Penulis sejarah Perang Salib, William of Tyre, menggambarkan gula sebagai produk paling berharga dan sangat dibutuhkan untuk kesehatan umat manusia.

Gula dalam Tubuh

Arti Tinggi dan Rendahnya Kadar Gula Darah - Alodokter

Pada tubuh manusia dewasa normal terdapat sekitar 5 liter darah dengan kandungan 4 gram gula (kurang dari 1 sdm makan) di dalamnya. Kadar gula normal yang menjadi acuan kesehatan gula darah adalah kurang dari 100 mg/dL setelah puasa selama paling tidak 8 jam.

Jika tubuh kekurangan atau kelebihan gula maka akan menimbulkan berbagai penyakit. Penyakit yang disebabkan kurangnya kadar gula dalam darah rendah disebut dengan hipoglikemia, sedangkan penyakit yang disebabkan karena kelebihan gula dalam darah yaitu diabetes, hiperglikemia, penyakit jantung, obesitas, kerusakan gigi, dan lain-lain.

Menurut American Heart Association (AHA), batas maksimum konsumsi gula yang dianjurkan dalam sehari adalah 37,5 gram atau setara 9 sdt untuk pria, dan 25 gram atau setara 6 sdt untuk wanita. Setiap gram gula terdapat 4 kalori, artinya untuk pria dianjurkan untuk tidak mengonsumsi gula lebih dari 150 kalori per hari dan wanita tidak lebih dari 100 kalori per hari.

Sedangkan anak-anak berumur 2 hingga 18 tahun, batas aman konsumsi gula adalah maksimum sebanyak 28 gram atau 6 sdt gula.

Produsen Gula Terbesar

Harga Gula Kembali Melemah, Produksi Tebu Brasil Segera Rilis

Pasokan utama gula dunia berasal dari tanaman tebu (sugarcane) dan bit gula (sugar beet). Hampir 70-80 persen gula dunia dihasilkan dari tanaman tebu yang diproduksi di negara-negara beriklim tropis dan subtropis, sedangkan 20-30 persen sisanya diproduksi dari tanaman bit gula yang biasanya berasal dari negara-negara beriklim sedang di belahan bumi utara.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh USDA per November 2019/2020, Brasil adalah negara penghasil gula tertinggi di dunia dengan produksi mencapai 29.35 juta ton. Jumlah tersebut memenuhi hampir 17 persen dari total produksi gula dunia.

Negara lain yang juga menghasilkan gula terbanyak di antaranya adalah India, Uni Eropa, Thailand, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Otak Butuh Gula

Manisnya Gula dan Pengaruhnya Pada Otak | kumparan.com

Dalam kebanyakan kondisi, otak mendapatkan 100% bahan bakarnya dari glukosa. Ini adalah senyawa pilihan dan wajib yang mendorong semua proses metabolisme di dalam otak. Bahkan dalam kondisi kelaparan ekstrem saat kalori langka otak masih membutuhkan glukosa.

Sementara otak dapat menggunakan bahan bakar lain (dari pemecahan lemak), tubuh melindungi otak dengan mengubah lemak dan protein menjadi glukosa untuk menyediakan bahan bakar yang diperlukan agar otak tetap bekerja secara normal.

Gula juga bukanlah obat terlarang, tapi gula menawarkan rasa manis yang bisa memberi sensasi perasaan yang baik. Tidak ada bukti yang mendukung bahwa gula membuat seseorang ketagihan selama mereka mengonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Pada dasarnya semua gula itu sama, baik itu gula putih, gula merah, dan gula madu. Itu semua dipecah menjadi glukosa, dan akan membentuk karbohidrat yang memberi energi untuk tubuh.

Ibu Hamil Tidak Disarankan

Batas Asupan Gula untuk Ibu Hamil | kumparan.com

Ibu hamil Ibu hamil sangat tidak disarankan mengonsumsi gula dalam jumlah berlebih. Sebab, gula akan diserap dan menuju sirkulasi darah dengan cepat.

Jika kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh akan mengalami kesulitan dalam penyeimbangan kadar gula darah. Keadaan yang terus berlanjut bisa berujung menjadi penyakit diabetes getasional atau diabetes dalam kehamilan.

Tak hanya itu, kebanyakan mengonsumsi gula dapat membuat bayi berukuran besar atau markosomia. Bayi besar dapat menyebabkan komplikasi dalam persalinan dan meningkatkan risiko penyakit metabolik di masa kanak-kanak.

 

 

Tags: