5 Fakta Unik MotoGP di Sirkuit Sentul, Punya Ikatan Sejarah dengan Rossi

Jumat, 31 Desember 2021, 23:03 WIB
74

Edisi Bonanza88, Jakarta – Baru-baru ini sirkuit legendaris milik Indonesia sedang merebranding namanya. Yup, Sirkuit Internasional Sentul menjadi West Java Sentul International Circuit. Hal itu berdasarkan usulan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bersama jajaran pengelola Sirkuit Sentul dan Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Namun jauh sebelum itu Sirkuit Internasional Sentul menjadi saksi ajang berkumpulnya para pembalap hebat di masa jayanya. Saat itu Indonesia pernah dipercaya untuk menggelar ajang balap bergengsi MotoGP pada tahun 1996 dan 1997 silam.

Nama-nama tenar seperti Valentino Rossi, Mick Doohan, Alex Barros, dan Loris Capirosi pernah merasakan aspal Sirkuit Sentul. Para pembalap top dunia itu saling sikut dan menunjukan kemampuan terbaiknya di lintasan sepanjang 4,12 kilometer tersebut.

Para pembalap kenamaan dunia pun menorehkan cerita beragam di MotoGP seri tersebut. Selain itu, ajang MotoGP yang digelar di Indonesia pada tahun tersebut menyimpang sederet fakta mengejutkan.

Apa saja yang terjadi? Simak selengkapnya hasil dari penelusuran Edisi Bonanza88.

1. Valentino Rossi Juara

Pembalap senior asal Italia, Valentino Rossi ternyata mempunyai catatan mengagumkan kala bertanding di Sirkuit Sentul. Pembalap yang kini berusia 39 tahun itu berhasil meraih gelar juara kala bertanding di Sirkuit Sentul.

Kala itu, Valentino Rossi tampil gemilang dengan berhasil menyabet kemenangan kala menjalani balapan pada tahun 1997 silam. Saat itu, Rossi berada dikelas balap 125 cc dan berhasil meraih catatan impresif dengan meraih catatan tercepat.

2. Catatan Mick Doohan

Legenda balap motor Michael “Mick” Doohan merupakan salah satu pembalap yang pernah merasakan indahnya Sirkuit Sentul. Pembalap yang kini berusia 52 tahun itu merupakan salah satu pembalap yang pernah meraih kemenangan di Sirkuit Sentul.

Mick Doohan tampil bersama tim Repsol Honda berhasil menjadi jawara di Sirkuit Sentul. Doohan mampu meraih pole position dan menjadi pembalap tercepat hingga meraih gelar juara dikelar tertinggi 500 cc.

3. Ada Pembalap Indonesia

Indonesia menyumbang 3 pembalap untuk tampil di kelas 125 cc. ketiga pembalap yang berhasil tampil di ajang balap bergengsi itu adalah Ahmad Jayadi, Ade Taruna, dan Petrus Canisius.

Ketiga pembalap aal Indonesia itu berhak tampil di ajang balap bergengsi kelas 125 cc karena bertindak sebagai tuan rumah. Pasalnya, sebagai tuan rumah, ada tiket emas bagi Indonesia untuk mengirimkan pembalap mereka lewat wild card.

4. Adanya Pawang Hujan

Ajang balap bergengsi MotoGP di Indonesia bukan tanpa hambatan. Ada beberapa masalah yang menimpa Sirkuit Sentul diajang balap MotoGP. Salah satu masalah besar yang terjadi adalah terjadi hujan yang cukup besar di perhelatan Moto GP tahun 1996 di Sirkuit Sentul.

Banyak dari para pembalap yang mengikuti balapan di Sirkuit Sentul mengeluhkan kondisi hujan yang menimpa arena pertandingan.

Keluhan soal derasnya hujan di Sirkuit Sentul langsung diantisipasi oleh panitia dengan berhasil mendatangkan salah seorang pawang hujan. Tak disangka, pawang hujan bernam Siswanto itu berhasil memindahkan hujan yang menimpa Sirkuit Sentul ke tempat lain.

5. Presiden Indonesia Tonton MotoGP

Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto menyempatkan waktu untuk menonton langsung perhelatan ajang bergengsi Moto GP di Sirkuit Sentul. Soeharto turut hadir menyaksikan langsung para pembalap terbaik dunia tampil di Sirkuit Sentul.

Dalam MotoGP tahun 1996 di sana, Soeharto tetap datang menyaksikan laga di Sentul, meski diketahui ia hanya hadir di sana selama lima jam saja.