5 Fakta Varian Lambda, Jenis Baru dari Virus Corona

Selasa, 29 Juni 2021, 16:54 WIB
45
Coronavirus
Tidak Ada Hubungan Antara Kepadatan Penduduk dan Lonjakan COVID-19.

Virus corona terus saja mengancam kehidupan umat manusia. Kini muncul kabar kalau virus corona telah bermutasi dan memunculkan jenis baru, yakni varian Lambda.

Nama resmi varian Lambda ialah C37. Varian ini memiliki karakteristik berbeda dengan dua varian mutasi sebelumnya, L452Q dan F490S.

“Mutasi F490S sebelumnya telah dikaitkan dengan penurunan kerentanan terhadap netralisasi antibodi,” kata peneliti Priscila Wink dari Hospital de Clínicas de Porto Alegre di Rio Grande do Sul dan rekan-rekannya, dikutip dari Medical News.

Edisi Bonanza88 lantas hendak membedah fakta-fakta mengenai virus corona varian Lambda tadi. Simak ulasannya bersama!

1. Pertama Kali Ditemukan

Virus corona varian Lambda pertama kali ditemukan pada Agustus 2020 lalu di Peru. Peneliti menamai virus corona varian ini dengan C37.

2. Penyebarannya Meluas

Virus corona varian Lambda kini sudah meluas ke luar Peru. Total ada 29 negara lain yang sudah menghadapi bahaya virus corona varian Lambda, seperti Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Meksiko.

“Sejauh ini kami tidak melihat indikasi bahwa varian lambda lebih agresif,” kata ahli virologi WHO Jairo Mendez-Rico, dikutip dari DW.

3. Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh virus corona varian Lambda tak jauh beda dengan virus coona pada umumnya. Penderita varian Lambda akan mendapati gejala batuk, demam, kehilangan indra perasa dan penciuman.

4. Bahaya Virus Lambda

Virus corona jenis apapun sejatinya membahayakan kesehatan umat manusia. Namun kalau berdasarkan kekuatannya, varian virus Lambda bukanlah jenis yang lebih ekstrem ketimbang varian-varian lainnya.

“Sejauh ini kami tidak melihat indikasi bahwa varian lambda lebih agresif,” kata ahli virologi WHO Jairo Mendez-Rico, dikutip dari DW.

5. Melawannya dengan Vaksin

Virus corona varian Lambda kabarnya masih bisa diredam oleh vaksin yang kini sudah beredar.

“Semua vaksin yang telah kami setujui di seluruh dunia umumnya efektif melawan varian virus Corona yang beredar, dan tidak ada alasan untuk mencurigai mereka kurang efektif terhadap varian lambda,” jelasnya.