5 Kritikan Pedas dari Roy Keane untuk Pemain Man United Musim Ini

Rabu, 01 Desember 2021, 15:53 WIB
97

Penampilan buruk Manchester United musim 2021/2022 ini membuat salah satu legendanya, Roy Keane tidak bisa menahan mulutnya. Sederet kritikan pedas mengarah kepada pemain Setan Merah.

Di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer, Man United tidak pernah konsiten. Dari 16 laga di semua kompetisi, mereka hanya memetik tujuh kemenangan, tiga kali imbang dan enam kekalahan.

Roy Keane, sebagai mantan pemainnya yang kini rajin menjadi pandit sepak bola, sering mengeluarkan ucapan pedas. Kami sudah merangkumnya dalam 5 kritikan pedas Roy Keane.

1. Luke Shaw

Luke Shaw memperlihatkan penampilan bagus pada musim lalu bersama Manchester United dan juga Timnas Inggris di Piala Eropa 2020. Akan tetapi, dia bermain buruk pada musim ini, seperti ketika MU menyerah 0-5 dari Liverpool, 24 Oktober lalu.

“Pemain ini bermain bagus di Piala Eropa lalu bersama Timnas Inggris. Mereka muncul untuk pertandingan besar. Tetapi baru-baru ini? Shaw telah kembali ke kebiasaan lamanya beberapa tahun yang lalu,” kritik Roy Keane.

Tidak hanya pada laga kontra Liverpool, Luke Shaw juga tampil jelek saat menghadapi Manchester City, 6 November 2021. Shaw membiarkan Bernardo Silva mencetak gol kedua City pada menit ke-45.

“Ini adalah pemain sepak bola internasional. Lihat Luke Shaw dan David de Gea. Peluang apa yang Anda dapatkan dalam laga ini? Saya telah mengutuk para pemain ini selama bertahun-tahun. Saya menyerah, saya menyerah pada para pemain ini,” kata Keane.

2. Harry Maguire

Harry Maguire merupakan satu di antara pemain Manchester United yang mendapat sorotan tajam pada musim ini. Puncaknya terjadi ketika MU digulung Liverpool dengan skor 0-5.

“Harry Maguire berbicara tentang perlunya bersatu sebagai sebuah grup. Tidak. Anda perlu mengatur permainan Anda. Jika Anda ingin menjadi pemimpin kelompok itu, Anda perlu menguasai dasar-dasarnya dengan benar, lakukan pekerjaan Anda sendiri,” tegas Roy Keane.

“Banyak orang terus mengatakan dia mungkin tidak fit. Mungkin tidak cocok? Dia membiarkan gol ke gawang Leicester beberapa minggu lalu, itu tidak ada hubungannya dengan kebugaran. Itu adalah kurangnya profesionalisme, tidak melakukan pekerjaannya dengan benar,” lanjut Keane.

3. David De Gea

David De Gea melakukan blunder saat Manchester United bersua Everton di Old Trafford, 6 Februari lalu. Kesalahan De Gea dalam mengantisipasi bola hasil tembakan Dominic Calvert-Lewin pada menit ke-90, membuat laga berakhir imbang 3-3.

“Mendengarkan Ole dan beberapa penampilan terakhir dan penampilan kiper tadi malam… Mereka mungkin tidak memiliki keyakinan dapat menantang Man City dalam perburuan gelar,” kata Keane.

“Dan jika Anda tidak memiliki keyakinan Anda bisa melakukannya, ada kemungkinan besar Anda tidak akan melakukannya.”

“Saya jelas bukan penggemar terbesarnya (De Gea), dua gol tadi malam, satu hal yang Anda inginkan dari kiper Anda adalah keberanian dan dia tidak menunjukkan itu untuk gol penyama. Bukan pertanda baik,” tambahnya.

4. Scott McTominay

“Saya melihat dua gelandang, McTominay adalah pemain jujur ​​yang bagus, mereka punya Fred,” kata Roy Keane setelah MU keok dari Liverpool pada Mei 2021.

“Selama dua pemain itu bermain di lini tengah Manchester United, mereka tidak akan memenangkan trofi besar,” tuturnya.

5. Bruno Fernandes

Gelandang Timnas Portugal tersebut merupakan pemain paling bersinar di MU sejak musim lalu. Meski begitu, dia tak luput dari kritikan Roy Keane, satu di antaranya ketika Manchester United menyerah 2-4 dari Liverpool pada Mei lalu.

“Saya tidak ingin mengkritik Fernandes tetapi dia menghabiskan setengah malam menangis di lapangan,” kata Keane.

“Para pemain Manchester United mencari Liverpool untuk menendang bola keluar dari permainan, tetapi Anda hanya berhenti akibat cedera kepala,” tuturnya.