5 Legenda Hebat Sepak Bola yang Gagal Total Ketika Jadi Pelatih

Senin, 27 September 2021, 07:15 WIB
908

Banyak mantan pesepak bola yang sudah pensiun meneruskan kariernya sebagai pelatih. Namun ketika menekuni profesi melatih, tak semuanya bisa meraih kesuksesan.

Bahkan untuk yang berstatus legenda hebat sekalipun. Kejayaan masa lalu tidak menjamin pasti tangan dingin mereka bakal ampuh soal meracik taktik.

Gates Of Olympus

Seperti yang dialami oleh beberapa nama legendaris berikut. Mereka memang hebat kala masih merumput, tapi malah gagal total saat menjadi pelatih.

Lantas, siapa saja sosok-sosok pesepak bola legenda yang dimaksud? Simak ulasan Edisi Bonanza88 berikut!

1. Diego Maradona

Diego Maradona masuk dalam jajaran daftar pesepak bola legendaris yang gagal berkiprah sebagai pelatih. Mantan pemain Timnas Argentina itu bisa dibilang sebagai pemain terhebat sepanjang sejarah.

Rise of Olympus

Mantan penyerang Napoli itu didapuk sebagai pelatih Timnas Argentina memasuki Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Namun, sayangnya di bawah asuhan Maradona, Timnas Argentina gagal dengan kekalahan memalukan 0-4 dari Jerman di perempat final.

Maradona dibebaskan dari tugasnya sebagai pelatih di akhir kompetisi. Meskipun setelahnya dia melatih klub Al Wasl, Dorado, dan Gimnasia, namun dia gagal mencapai kesuksesan untuk kedua kalinya sebagai pelatih. Diego Maradona menghembuskan nafas terakhirnya pada 25 November tahun 2020 pada usia 60 tahun.

2. Thierry Henry

Thierry Henry merupakan salah satu pemain yang terbilang cukup sukses bersama Arsenal. Pemain berkebangsaan Prancis itu menjadi anggota penting The Gunners dengan memenangkan gelar Liga Inggris dan menjadi raja assist pada musim 2003-2004.

Tak lama setelah memutuskan untuk gantung sepatu Henry didapuk menjadi pelatih muda Arsenal. Dia menghabiskan satu setengah tahun bersama The Gunners sebelum menjadi asisten pelatih Roberto Martinez untuk Timnas Belgia di Piala Dunia 2018.

Henry juga pernah didapuk sebagai kepala pelatih untuk pertama kalinya saat dia mengasuh Timnas Monaco pada tahun 2018. Namun, Henry dipecat tiga bulan kemudian setelah gagal memberikan hasil yang maksimal. Dia hanya menghasilkan dua kemenangan dari 12 pertandingan liga.

3. Edgar Davids

Pesepak bola legendaris lainnya yang gagal bersinar dalam karier sebagai pelatih adalah Edgar Davids. Pemain berpaspor Belanda itu pernah bermain di beberapa klub besar benua Eropa sebut saja Inter Milan, Barcelona, Ajax, dan Juventus.

Selama kiprahnya sebagai atlet kulit bundar, Edgar Davids sukses memenangkan banyak trofi dan didapuk sebagai salah satu gelandang terbaik Eropa.

Namun, ketika dirinya menduduki kursi kepelatihan, jauh dari apa yang ia lakukan sebagai pemain. Setelah menjalani tugas sebagai kepala pelatih di Barnet dan Telstar, Davids didapuk untuk mengurusi klub Portugal, Olhanese pada Januari tahun ini.

Davids hanya mencatat delapan kemenangan dalam 19 pertandingan dan gagal membawa timnya ke papan atas klasemen yang membuat klub akhirnya memutuskan untuk memecat Davids. Dia saat ini sedang menganggur tanpa klub dan sepertinya dia tidak berminat kembali dalam waktu dekat.

4. Paul Scholes

Paul Scholes merupakan salah satu dari sedikit pemain legendaris jebolan Manchester United selama bertahun-tahun. Bersama klub berjuluk Setan Merah itu, Scholes sukses meraih 25 trofi di masa karier sepak bolanya.

Tak ayal, banyak yang memintanya untuk menikmati kesuksesan yang sama sebagai pelatih. Scholes didapuk menjadi pelatih Oldham Athletic pada 11 Februari 2011.

Namun, kiprahnya sebagai pelatih tidak sesukses dirinya ketika sebagai pemain. Scholes gagal total dan hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan.

Dan akhirnya, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi kepelatihan hanya 31 hari dengan alasan campur tangan dari pemilik klub dalam urusan tim. Meskipun dia pernah menjabat sebagai asisten pelatih sementara di Old Trafford, tidak ada satu pun dari dua tugas tersebut terbukti berhasil.

5. Alan Shearer

Prestasi Alan Sharer dalam berkiprah sebagai atlet kulit bundar sudah tidak diragukan lagi. Alan menjadi striker paling produktif sepanjang masa dalan sejarah Liga Inggris.

Namun, terlepas dari posisi striker terhebat, pemain berkebangsaan Inggris itu gagal dalam ranah kepelatihan. Dia ditunjuk sebagai pelatih sementara Newcastle di musim 2008-2009 dengan harapan dapat menyelamatkan klub dari degradasi.

Namun ternyata Shearer gagal memenuhi harapan tersebut dengan menorehkan catatan menyedihkan karena klub hanya meraih lima poin dari delapan pertandingan Liga Inggris. Bukannya menyelamatkan, Shearer malah bawa Newcastle United terdegradasi.