5 Mata-mata Internasional Berparas Cantik yang Aksinya Sempat Begitu Menghebohkan

Kamis, 08 Juli 2021, 16:12 WIB
55

Mata-mata kerap diidentikan dengan pekerjaan yang penuh kekerasan. Selain bergerak diam-diam mencuri rahasia, para mata-mata umumnya memiliki keahlian bela diri mumpuni dan tak jarang harus melakukan pembunuhan.

Namun bagaimana jika mata-mata yang bertugas diberkahi wajah cantik rupawan? Pasti masyarakat sekitar sulit mengira bahwa pekerjaan asli si wanita ternyata adalah mata-mata.

Gates Of Olympus

Edisi Bonanza88 lantas coba merangkum deretan mata-mata cantik yang aksinya sempat begitu menghebohkan. Berikut ulasannya!

1. Anna Chapman

Anna Chapman merupakan seorang mata-mata Rusia yang operasionalnya berhasil diungkap FBI. Wanita yang sempat menikah dengan pria asal Inggris bernama Alex Chapman ini, menjalankan tugasnya sebagai mata-mata dengan mendekati kalangan elite Amerika Serikat.

Anna Chapman punya latar belakang sebagai CEO perusahaan properti. Tak sulit rasanya bagi Anna Chapman melaksanakan penyamarannya di Negeri Paman Sam, tinggal berbaur dengan orang-orang kaya sepertinya saja.

Rise of Olympus

Anna Chapman sering datang ke pesta-pesta klub malam kelas atas mengenakan pakaian mewah nan seksi. Acara-acara besar yang dihiasi pengusaha-pengusaha atau para pejabat negara, kerap pula dihadirinya.

Namun pergerakan Anna Chapman akhirnya terhenti pada 2010. FBI berhasil menjebaknya dan Anna Chapman pun ditangkap.

2. Maria Butina

Maria Butina, namanya mendadak mencuri perhatian setelah ditangkap aparat berwajib Amerika Serikat pada 15 Juli 2018. Biro Investigasi Federal AS (FBI) menangkap Maria Butina saat wanita kelahiran 10 November 1998 itu sedang bersantai di kediamannya yang ada di kawasan Washington DC.

Operasi penangkapan dilaksanakan FBI lantaran ada dugaan bahwa Maria Butina terlibat dalam kasus spionase. Maria Butina diyakini merupakan seorang agen mata-mata Rusia yag sedang menjalankan tugasnya di Amerika.

Sebelum menggelar penggerebekan, FBI sudah menyelidiki gerak-gerik Maria Butina. Bahkan penyelidikan dilakukan FBI sejak awal kedatangan Maria Butina yang hijrah dari Rusia ke Amerika pada 2016.

Keberadaan Maria Butina di Amerika disebut-sebut atas komando dari pejabat tinggi Rusia. Tugas Maria Butina adalah mempromosikan kepentingan-kepentingan Rusia kepada sejumlah kelompok konservatif Amerika saat momen pencalonan Presiden Donald Trump.

3. Noor Inayat Khan

Pada 13 September 1944, seorang putri cantik dari India terbaring mati di lantai di kamp konsentrasi Dachau. Dia disiksa secara brutal oleh Nazi lalu ditembak di kepala. Namanya adalah Noor Inayat Khan. Jerman hanya mengenalnya sebagai Nora Baker, mata-mata Inggris.

Noor adalah operator radio wanita pertama yang menyusup ke Paris. Ia dianugerahi Croix de Guerre dan George Cross—satu dari hanya tiga wanita dari Eksekutif Operasi Khusus yang menerima medali seperti itu.

4. Liu Hulan

Dia adalah mata-mata wanita muda yang cantik selama Perang Sipil China antara Kuomintang dan Partai Komunis. Dia lahir di desa Yunzhouxi, di Distrik Wenshui di Provinsi Shanxi.

Dia bergabung dengan Partai Komunis pada tahun 1946 dan kemudian bergabung dengan sebuah asosiasi perempuan yang bekerja untuk mendukung Tentara Pembebasan. Dia secara aktif terlibat dalam mengorganisir penduduk desa Yunzhouxi untuk mendukung Partai Komunis China.

Kontribusinya melibatkan berbagai kegiatan, seperti memasok makanan ke Tentara Pembebasan Kedelapan, menyampaikan pesan rahasia, dan memperbaiki sepatu bot dan seragam.

5. Charlotte de Sauve

Charlotte de Sauve adalah seorang wanita bangsawan Prancis dan wanita simpanan Raja Henry dari Navarre. Henry kemudian memerintah sebagai Raja Henry IV dari Prancis.

Charlotte adalah anggota Queen Mother Catherine de’ Medici’s Notorious Flying Squadron—dalam bahasa Prancis; Escadron Volant. Itu adalah sekelompok mata-mata wanita cantik dan informan yang direkrut untuk merayu pria-pria penting di Pengadilan, dan dengan demikian mengekstrak informasi untuk diteruskan kepada Ibu Suri.

Charlotte de Sauve telah dikreditkan sebagai sumber informasi yang mengarah pada eksekusi kekasih Marguerite de Valois; Joseph Boniface de La Môle dan Annibal de Coconnas, atas konspirasi pada 1574.