6 Negara Termiskin di Eropa, Lebih Miskin Mana Ketimbang Indonesia?

Selasa, 05 Oktober 2021, 22:41 WIB
20

Benua Eropa terkenal dengan benua makmur dengan banyak negara kaya dan maju. Rata-rata negara di Eropa memang terkenal makmur dan memiliki pendapatan per kapita sangat tinggi.

Namun baru-baru ini, Bank Sentral Uni Eropa (UE) telah merilis laporan mengenai kepemilikan aset keuangan rata-rata di 27 negara Uni Eropa. Dalam data itu, masyarakat Denmark tercatat menjadi yang paling kaya.

Dilansir dari CNBC International, masyarakat Denmark rata-rata memiliki 1,88 juta Krona Denmark atau setara Rp 4,3 miliar dalam aset keuangan pada kuartal keempat tahun 2020.

Sementara itu, warga Luksemburg berada di posisi kedua dengan rata-rata kepemilikan aset sebesar 1,59 juta Krona Denmark atau Rp 3,68 miliar, Belanda berada di posisi ketiga dengan 1,58 juta Krona Denmark atau Rp 3,64 miliar, dan Swedia di urutan keempat dengan 1,51 krone Denmark yang setara dengan Rp 3,48 miliar.

Tapi jangan sangka semua negara di Eropa maju, bahkan pendapatan per kapitanya masih jauh ketimbang Indonesia.

Edisi Bonanza88 merangkum sejumlah negara Eropa yang masuk dalam kategori negara miskin.

Rumania

Fakta Menarik Rumania

Negara Rumania dilaporkan sebagai golongan warga termiskin di Uni Eropa, dengan aset keuangan hanya 80 ribu Krona Denmark atau setara Rp 184 juta per orang.

Rumania juga eks Blok Timur, dan dulunya mengadopsi komunisme. Bisa dilihat negara-negara eks Blok Timur memiliki ekonomi lebih rendah dibanding negara Eropa seperti Jerman, Spanyol, Prancis.

Pertumbuhan populasi Rumania negatif, karena banyak yang pergi ke negara Eropa barat yang lebih maju secara ekonomi. Korupsi masih menjadi masalah utama negara ini.

Tetapi sejak bergabung dengan Uni Eropa, ekonomi mereka menjadi lebih berkembang. Rumania adalah salah satu negara di Uni Eropa dengan pertumbuhan ekonomi terpesat.

Bosnia dan Herzegovina

Sarajevo Capital Largest City Bosnia Herzegovina Stock Photo (Edit Now) 1147681703

Bosnia dan Herzegovina adalah negara yang terletak di selatan Eropa. Ada tiga etnik utama yang dulu mendirikan negara ini, yakni Bosnia, Kroasia, dan Serbia. Ibukota Bosnia dan Herzegovina adalah Sarajevo–yang juga merupakan kota terbesar di negeri tersebut.

World Bank dalam lamannya mencatat bahwa negara berpopulasi 3,9 juta jiwa ini termasuk negara yang berpenghasilan menengah ke bawah. Pendapatan Nasional Bruto per kapita hanya mencapai 1.270 US dolar atau sekitar Rp19 juta per kapita.

Sekitar 56 persen dari total pendapatan negara dihasilkan dari sektor jasa, sisanya didapatkan dari sektor pertanian dan industri. Dengan angka tersebut, pendapatan per kapita warga Bosnia memang terbilang rendah jika dibandingkan rata-rata per kapita Eropa pada umumnya.

Kosovo

The Largest Cities In Kosovo - WorldAtlas

Kosovo juga merupakan negara yang belum dikategorikan makmur di tanah Eropa. Negara yang terletak di tenggara Eropa ini mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Februari 2008, di mana deklarasi sepihak ini sempat ditentang habis-habisan oleh Serbia.

Negara berpenduduk 1,8 juta tersebut hingga saat ini tidak memiliki sebuah pondasi perekonomian yang kuat. Pasalnya, hingga kini, Kosovo menjadi wilayah pertentangan antara pemerintah Serbia dengan warga Albania.

Dulunya, pada saat masih ada negara Yugoslavia, Kosovo merupakan salah satu provinsi dari negara Serbia. Namun, sejak perang saudara meletus di Kosovo, wilayah tersebut menjadi wilayah protektorat PBB, hingga akhirnya Kosovo melepaskan diri menjadi sebuah negara baru yang terpisah dengan Serbia.

Dicatat dalam laman Euractiv, Kosovo masih menjadi negara miskin hingga kini. Meskipun pendapatan per kapita seikit lebih tinggi dibandingan dengan Bosnia, tentu tingkat pendapatan Kosovo masih jauh di bawah rata-rata pendapatan Eropa.

Ukraina

Largest Cities in Ukraine (2020) - Swedish Nomad

Seperti ditulis dalam Atlantic Council, Ukraina saat ini menjadi salah satu negara termiskin di Eropa. Pendapatan per kapitanya hanya mencapai 2.000 US dolar, tentunya angka ini masih jauh di bawah rata-rata pendapatan per kapita Eropa yang mencapai 40.000 hingga 80.000 US dolar.

Negara berpopulasi sekitar 44 juta jiwa tersebut hanya bergantung pada sektor makanan dan pertanian. Bahkan, Ukraina menjadi salah saru negara importir terbesar dari Rusia sebanyak 30 persen.

Di zaman kuno sebetulnya negeri ini terbilang cukup makmur. Namun, dengan adanya peperangan dan campur tangan asing, membuat perekonomian Ukraina semakin terpuruk.

Albania

Building state capability for evidence-informed policy-making in Albania: In conversation with Abi Dodbiba | ODI: Think change

Albania merupakan negara yang berbentuk republik dan terletak di Eropa bagian tenggara. Negara yang memiliki ibukota di Tirana ini menjadi salah satu negara termiskin di Eropa, seperti dicatat dalam The Borgen Project.

Negara berpopulasi 3 juta jiwa ini tidak memiliki pertumbuhan ekonomi sebaik negara lain, akibat pergantian atau transisi sistem negara yang tadinya komunis menjadi republik demokratis.

Menurut data yang didapatkan dari bank dunia, tingkat kemiskinan warga Albania jauh lebih banyak dialami oleh warga desa. Sedangkan di kota, sekitar 15 hingga 50 persen warganya juga terbilang miskin dan berpenghasilan rendah.

Moldova

Biggest Cities In Moldova - WorldAtlas

BBC mencatat bahwa Moldova merupakan negara miskin di Eropa yang sebagian besar rakyatnya hanya bergantung pada pertanian. Moldova sendiri merupakan negara yang muncul setelah runtuhnya Uni Soviet.

Negeri berpenduduk 2,7 jiwa tersebut hanya memiliki pendapatan per kapita pada kisaran 1.000 hingga 2.800 US dolar. Pada umumnya, persoalan mendasar tetap sama, yakni transisi atau peralihan dari sistem negara Uni Soviet menjadi negara mandiri yang berbasis republik demokratis–membuat perekonomian mereka berjalan sangat lambat.

Dua per tiga orang Moldova adalah warga keturunan Rumania. Mereka memang memiliki sejarah panjang dengan Rumania, Ukraina, dan Rusia.

Lalu bagaimana ketimbang Indonesia?

8 Facts You Probably Didn't Know About Jakarta | Internship Network Asia

Dalam laporan “World Bank Country Classifications by Income Level: 2021-2022”, Bank Dunia menyebutkan pendapatan per kapita Indonesia turun dari US$4.050 di tahun 2019 menjadi US$3.870 di tahun 2020.

Meski demikian, Indonesia masih terbilang lebih tinggi dari sejumlah negara-negara miskin Eropa dari penjelasan di atas.