3 Fakta Mencengankan Fasilitas Hotel Karantina COVID-19 yang Dibeberkan Nikita Mirzani

Rabu, 28 Juli 2021, 12:36 WIB
60

Artis Nikita Mirzani mengamuk di Instagram Story lantaran hotel-hotel bintang lima yang membuka layanan karantina pasien COVID-19 dianggapnya hanya mencari kesempatan dalam kesempitan karena fasilitas yang diberikan tak sesuai dengan harga yang dibayarkan .

Sejumlah hal disoroti Nikita Mirzani di antaranya adalah makanan hotel hingga pelayanan hotel yang tidak sesuai harga. Karena emosi, Nikita Mirzani pun menyumpahi hotel tersebut tutup selama-lamanya.

“Indonesia berduka. Tapi ada beberapa orang membuat duka ini menjadi bisnis untuk keuntungan usahanya masing-masing. Mudah-mudahan ya hotel-hotel mewah yang menampung orang-orang yang sedang dikarantina tutup selama-lamanya. Agar tidak menyusahkan orang-orang yang tidak mampu untuk karantina di hotel tersebut,” tulis Nikita Mirzani.

Sejumlah fakta diungkap Nikita Mirzani seperti dihimpun Edisi Bonanza88 dari Instagram Story-nya.

Polisi: Nikita Mirzani Marah-marah di Tahanan | kumparan.com

1.Makanan Busuk

Nikita memprotes keras sajian makanan yang diberikan pihak hotel yang menurutnya tak layak. Dirinya bahkan menyebutkan sebagian makanan ada yang busuk. Nikita juga mengaku dilarang untuk memesan makanan dari luar.

“Hotelnya aja bintang 5, tapi makannya nggak enak. Kalau nggak boleh go-food, kalian masak yang enak. Sesuai sama hotel yah sudah dibayar kan? Yang kalian kasih makanan itu manusia, bukan sejenis jin atau hewan,” kritiknya.

“Setahu saya, orang berhak memilih hotel mana yang mau mereka tempatin selama masa karantina. Lah kok ini maksa orang-orang yang nggak mampu untuk bayar hotel bintang 5 yang jelek itu untuk tetap tinggal di sana dan bayar full?” sambung Nikita Mirzani.

Ia sempat memesan soto dengan harapan bisa menghangatkan tubuhnya. Alih-alih mendapat soto panas, Niki dan tim justru mendapat kiriman soto dingin yang diletakkan di depan pintu kamar hotelnya. “Pas gue buka makanannya tuh sudah dingin, enggak ada anget aja, sampe gue ceburin itu tangan gue. Gue kayak beli soba Jepang dan rasanya asin doang,” kata Niki sambil mengeluh.

2. Merasa Diperas

Nikita pun merasa bahwa pihak hotel seolah ingin melakukan pemerasan. Sebab ia mengaku sudah membayar mahal.

Nikita Mirzani juga mengeluhkan harga hotel yang seketika berubah dari harga Rp 17,8 juta menjadi Rp 22 juta. Perubahan harga tarif hotel itu terjadi secara tiba-tiba saat Niki sampai di hotel.

“Kalian mau meres orang yang sedang karantina apa gimana? Masa nggak bisa pesen makanan dari luar? Harus makan di hotel yang harganya mahal plus nggak enak. Sehari tiga kali lo kali sendiri itu harganya selama 8 hari,” bebernya lagi.

Nikita yang semakin kesal lalu membandingkan bagaimana hotel di Indonesia memperlakukan psien COVID-19 dengan hotel di luar Indonesia. Yang pasti dia menuntut pelayanan harus diperbaiki jangan hanya mengejar keuntungan.

“8 hari di dalem nggak bisa kemana-mana, seprai nggak diganti, tidak dibersihkan, handuk tidak diganti. Seolah-olah yang karantina terjangkit covid.”

“Malu woy sama negara luar yang memanusiakan manusia. Kalau mau ada karantina sampai lebih dari 1 minggu, layani dengan baik dong orang-orangnya, jangan cuma ngambil uangnya,” katanya.

Nikita Mirzani Marah Besar, Elza Syarief Menganggap Salah Sasaran - Tabloidbintang.com

3. Nyaris Tuntut Pihak Hotel

Nikita Mirzani juga hampir tuntut hotel bintang 5 tempatnya menjalani karantina mandiri usai pulang dari luar negeri. Ibu tiga anak ini bahkan sampai memaki satgas Covid-19 yang bertugas di sana.

“Gue sampai maki orang satgasnya ‘Lu harus sadar diri, lu tahu kan gua siapa’ sampe sombong gitu kan gue,” tutur Nikita Mirzani

Saking kesalnya, ia sampai berniat menuntut pihak hotel tempatnya karantina mandiri. Namun, dia mengurungkan niatan tersebut lantaran petinggi hotel tersebut sudah meminta maaf.

“Gue kan orangnya simple kalau dia udah minta maaf ya udah, tadinya dia mau gue tuntut tapi dari pihak hotelnya pun udah minta maaf yasudah,” terangnya.

Nikita Mirzani mengatakan kini masalah tersebut sudah selesai karena pihak Satgas Covid-19 dan pihak hotel sudah meminta maaf dan mengakui kelalaiannya.