Kedai Kopi dan Fenomena Gerombolan Milenial Pemburu Senja

Jumat, 31 Desember 2021, 18:59 WIB
38

Edisi Bonanza, Jakarta – Berbicara mengenai gaya hidup tidaklah selalu berarti negatif. Orang dapat menjalankan suatu pola gaya hidup yang sehat berlandaskan rasio dan logika. Tetapi terkadang gaya hidup yang dijalani sebagian orang, justru hanya didasarkan pada prinsip kesenangan semata. Gaya hidup membawa manusia pada warna baru dalam kehidupan.

Gaya hidup mandiri merupakan salah satu fenomena yang populer dalam kehidupan perkotaan. Perusahaan harus memahami dengan baik terkait dengan kebutuhan dan keinginan konsumen dengan gaya hidup yang mandiri. Konsumen dengan jenis seperti ini biasanya merupakan konsumen dengan tingkat pendidikan yang memadai dengan dukungan finansial yang memadai pula.

Gaya hidup modern erat kaitannya dengan gaya hidup digital (digital lifestyle). Gaya hidup digital merupakan istilah yang seringkali digunakan untuk menggambarkan gaya hidup modern konsumen dimana dalam kehidupannya sarat akan penggunaan teknologi dan informasi digital. Konsumen jenis ini sering melek dengan teknologi baru dan harga bukan merupakan pertimbangan utama untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya tersebut.

Secara terminologis, kata café berasal dari bahasa Perancis-coffee, yang berarti kopi. Di Indonesia, kata café kemudian disederhanakan kembali menjadi kafe. Pengertian harfiahnya mengacu pada (minuman) kopi, yang kemudian di Indonesia kafe lebih dikenal sebagai tempat menikmati kopi dengan berbagai jenis minuman non-alkohol lainnya seperti soft drink serta sajian makanan ringan lainnya.

Menurut Marsum dalam bukunya “Restoran dan Beberapa Permasalahannya”, coffee shop adalah suatu tempat atau ruangan yang dikelola secara sederhana atau dengan manajemen terstruktur yang memberikan pelyanan secara komersil dengan baik kepada tamunya berupa berbagai jenis hidangan serta pelengkap yang menunjang tempat tersebut.

Senada dengan definisi kafe yang diutarakan oleh S. Medlik yaitu “Café is establishment providing food and refreshment for consumption and the premises to general public”. Lebih lanjut, Hornby mengartikan café (kafe) dalam dua terminologi: “a place where you can buy drinkand simple meals”; yakni tempat di mana kita bisa membeli minuman dan makanan kecil, dan “small shop (store that sells sweets, food, newspaper, etc) usually stay open later than other shop or store”; di mana kafe lebih mengacu pada kedai atau warung yang menjual tidak hanya minuman dan makanan tetapi juga koran, buku dan buka hingga larut malam.

Di Indonesia, kafe berarti semacam tempat sederhana, tetapi cukup menarik dimana seseorang bisa makan makanan ringan. Kafe yang semula selalu di pinggir jalan dan sederhana, sekarang, masuk ke dalam gedung hotel berbintang atau mall, dengan berbagai nama. Salah satunya adalah Coffee Shop yang sekarang praktis menjual makanan berat juga, tapi juga melayani tamu yang memesan minuman dan makanan kecil.

Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menyimpulkan pengertian Coffee Shop atau kafe adalah tempat yang tidak hanya menyediakan berbagai jenis kopi, tetapi juga menyediakan minuman non alkohol lainnya maupun berbagai jenis menu makanan dalam suasana santai, tempat yang cozy (nyaman), desain interior yang khas, unik,elegan (rapi), romantis, dilengkapi dengan koneksi internet nirkabel atau wifi, alunan musik baik lewat pemutar atau pun live music, televisi atau bacaan dan pelayanan yang ramah.

Generasi Muda dan Kedai Kopi Kekinian

Hubungan Antara Senja dan Secangkir Kopi

Kehidupan anak muda merupakan hal yang sangat menarik untuk dibahas, walaupun mereka memiliki segudang aktivitas sehari-harinya. Entah itu yang berkaitan dengan pekerjaan atau sekolahnya, tetapi mereka selalu punya waktu luang untuk sekedar bersantai di Coffee Shop.

Coffee shop alias kedai kopi belakangan ini semakin mudah untuk dijumpai. Pertumbuhan coffee shop di Indonesia, terutama di kota-kota besar naik dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan para pengunjung coffee shop yang hampir sebagian besar adalah anak muda.

Usia anak muda yang sering mampir ke coffee shop ini berkisar antara 18-35 tahun. Fenomena ini tentunya membuat banyak orang bertanya-tanya, kenapa sih coffee shop yang sebagian besar menunya adalah kopi malah lebih disukai anak muda. Padahal beberapa tahun yang lalu kopi itu justru cenderung identik dengan minuman yang dinikmati orang tua, terutama bapak-bapak.

Salah satu alasan coffee shop lebih disukai anak muda adalah karena sudah menjadi gaya hidup di masyarakat khususnya anak muda. Banyak anak muda yang datang ke coffee shop bukan hanya untuk menikmati kenikmatan kopi, tapi juga karena ingin eksis dan tidak mau ketinggalan dari orang lain, terutama dari teman-temannya. Tak jarang ada anak muda yang memesan menu selain kopi seperti minuman cokelat karena mereka tidak suka atau tidak bisa minum kopi.

Sudah bukan rahasia lagi kalau anak muda lebih suka nongkrong di coffee shop dibanding restoran. Hal ini karena coffee shop cenderung memiliki suasana yang lebih tenang dan sepi dibanding restoran. Ruangan dalam coffee shop memang sengaja dibuat dengan desain yang cozy alias nyaman agar para pengunjungnya betah mengobrol berlama-lama dengan teman.

Kepopuleran coffee shop di kalangan anak muda juga dipengaruhi oleh sosial media. Para pemilik coffee shop yang lebih banyak didominasi oleh kalangan anak muda ini memanfaatkan sosial media untuk marketing atau mempromosikan coffee shop mereka. Berhubung pengguna sosial media terbanyak di Indonesia adalah anak muda, maka tak heran jika ada banyak sekali anak muda yang lebih suka datang ke coffee shop dibanding restoran.

Coffee shop tanpa musik yang mengalun merdu rasanya tidak akan lengkap. Musik-musik yang diputar di coffee shop ini biasanya musik-musik terkini yang digandrungi anak muda. Tak hanya musik yang diputar lewat pengeras suara, bahkan ada coffee shop yang sengaja menghadirkan live music sebagai layanan untuk pengunjung mereka.

Tak jarang kamu menemukan pengunjung coffee shop yang asik dengan laptop atau notebook mereka. Kalau bukan mengerjakan tugas kuliah, biasanya mereka sedang mengerjakan pekerjaan kantor. Yup, mengerjakan tugas atau kerjaan di coffee shop memang membuat kamu lebih produktif karena harumnya aroma kopi yang menenangkan bisa membuat otak kamu jadi lebih cepat berpikir. Selain itu kebanyakan coffee shop juga menyediakan layanan WiFi gratis yang bisa kamu manfaatkan.

Kopi yang awalnya hanya memiliki varian kopi hitam saja, sekarang sudah memiliki puluhan varian. Kopi hitam yang identik dengan minuman orang tua dan tidak begitu disukai anak muda ini seolah berinovasi menjadi aneka varian kopi dengan citarasa manis seperti cappucino, moccacino, serta latte yang digandrungi anak muda karena latte art-nya yang cantik dan imut. Sekarang, kopi pun tak lagi menjadi minuman milik orang tua saja, tapi juga menjadi minuman kegemaran anak muda masa kini.

Banyaknya peminat atau pencinta kopi bagi kalangan anak muda terlihat dari munculnya beberapa coffe shop atau kedai kopi kekinian seperti Kopi Janji Jiwa, Kopi Lain Hati, Kopi Kulo, Starbucks, Kopi Kenangan, Fore Coffe, Filosofi Kopi, Maxx Coffe, dan beragam kedai kopi kekinian yang ada di Indonesia.

Kopi kekinian dan kedai kopi telah menjamur khususnya dibeberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Jogjakarta. Kedai kopi menjadi tempat ternyaman yang dilakukan anak muda untuk nongkrong dan mengerjakan tugas.

Pada akhir bulan Agustus 2019 terdapat 2.950 kedai kopi atau coffe shop yang ada di kota-kota besar. Cara dari kopi kekinian yang melakukan marketing menarik membuat anak-anak muda zaman now semakin tertarik dan juga penasaran, misalkan penawaran berupa diskon atau cashback yang biasanya dilakukan melalui grab food atau Gofood, instagram, dan media social lainya.

Hal tersebut dapat memikat para anak muda untuk mencoba kopi kekinian.  Kedai kopi atau coffe shop keknian di desain sangat modern dan juga instagramable dengan interior yang nyamanya serta terdapat wifi membuat banyaknya peminat khususnya anak muda untuk berkunjung.

Tempat yang nyaman membuat banyak dari anak-anak muda dapat melakukan aktivitas seperti belajar dan mengerjakan tugas di kedai kopi tersebut. Tempat kedai kopi atau coffe shop yang strategis seperti di sekitar kampus, sekolah dan juga pusat kota  menjadikan tempat tersebut mudah di kunjungi oleh konsumen.

Budaya Minum Kopi di Indonesia

OKEZONE WEEK-END: Tradisi Minum Kopi di Indonesia Ternyata Muncul Setelah Belanda Membawa Biji Kopi : Okezone Travel

Bagaimana budaya minum kopi di Indonesia? Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia mengemari kopi, kebiasaan minum kopi biasanya dilakukan oleh orang tua.

Budaya minum kopi sudah dilakukan sejak zaman Belanda. Seperti yang dikutip dari  Gudnyus. Id, kopi di Indonesia pertama kali dibawa oleh pria kebangsaan Belanda yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arab sekitar pada tahun 1646.

Di daerah Priangan, Jawa Barat, terdapat perkebunan kopi pertaman yang didirikan Belanda. Indonesia terdapat dua provinsi yang merupakan pusat kopi yaitu provinsi Aceh dan Daerah Istimewa Yogjakarta dalam Specialty Coffe Indonesia.co. id. Kopi Aceh memiliki kekhasan tersendiri yaitu rasa dan kekentalan tersendiri.

Mengkonsumsi kopi setiap pagi merupakan kebiasan yang sering dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Aceh merupakan penghasil kopi arabika di Indonesia. Di Aceh, budaya minum kopi tidak mengenal waktu dari pagi hingga pagi. Biasanya menikmati gorengan sebagai teman dalam minum kopi. Budaya minum kopi sudah menjadi tradisi di Indonesia.

Di Aceh kebiasan minum kopi adalah hal yang sangat wajib dan menjadi sebuah kewajiban. Kopi gayo merupakan kopi terkenal dari Aceh. Di kota Yogya tradisi minum kopi dimana masyarakat akan berkumpul sambil berbincang-bincang minum kopi. Kopi sekarang bukan hanya kegemaraan orang tua tetapi di zaman sekarang anak-anak muda sangat menyukai kopi.

Belakangan ini minum kopi kekinian di kalangan anak muda menjadi kebiasaan yang sering kita jumpai. Tren kopi kekinian melahirkan aktivitas bahwa minum kopi sekarang menjadi sebuah gaya hidup yang harus dilakukan.

Seiring berjalannya waktu banyaknya kedai kopi atau coffe shop yang menjamur terlihat dari tingkat konsumsi kopi yang tinggi sehingga tidak heran banyaknya kopi kekinian yang sudah tidak asing kita dengar. Beberapa coffe shop atau kedai kopi seperti kopi Janji Jiwa, Kopi Lain Hati, Kopi Kulo, Starbucks, Kopi Kenangan, Fore Coffe, Filosofi Kopi, Maxx Coffe, dan beragam kedai kopi yang ada di Indonesia.

Kegiatan ngopi di Indonesia menjadi tren ketika film “Filosofi Kopi” tahun 2014 seperti dikutip dari ceramati.com. Minum kopi pada zaman sekarang sudah menjadi gaya hidup yang dilakukan oleh anak muda, kebiasaan budaya nongkrong sambil ngopi dikalangan anak muda zaman now.

Hal lain yang menjadi kopi kekinian memiliki banyak minat oleh kalangan anak muda adalah tempat yang didesain secara kekinian, instagramble, terdapat wifi yang sangat cocok dengan anak muda membuat kopi kekinian menjadi tempat yang dapat dikunjungi oleh anak muda sebagai tempat untuk bersantai dan juga tempat untuk mengerjakan tugas.

Anak-anak muda zaman now semakin tertarik dan juga penasaran, misalkan penawaran berupa diskon atau cashback yang biasanya dilakukan melalui grab food atau Gofood, instagram, dan media sosial lainya. Hal tersebut dapat memikat para anak muda untuk mencoba kopi kekinian.

Kopi kekinian memiliki daya pikat yaitu menu yang sangat kreatif, misalkan saja salah satu kopi kekinian yang menawarkan kopi dengan biskuit regal dan ada pula menu kopi yang dicampur dengan gula aren. Beragam menu yang ditawarkan oleh kopi kekinian bisa dibilang sangat kreatif yang membuat banyak anak-anak muda yang penasaran dengan kopi tersebut.

Selain itu, kopi-kopi kekinian yang berlomba-lomba menciptakan menu kopi yang berbeda dari kedai-kedai kopi menjadi daya pikat tersendiri bagi kalangan anak muda zaman sekarang. Anak-anak muda memiliki gaya sendiri dalam menghabiskan waktu luang bersama teman-teman atau cara lain mengerjakan tugas hal tersebutlah yang menciptakan tren baru dalam mengkonsumsi kopi kekinian.

Biasanya hal-hal itu dilakukan sambil minum kopi serta suasana yang tempat yang nyaman membuat banyaknya orang berlomba-lomba untuk membuat kedai kopi atau coffe shop yang menarik hal tersebut merupakan salah satu hal yang membangkitkan tren minum kopi di kalangan anak muda zaman now. Selain itu, harga kopi kekinian yang beragam mulai dari yang terjangkau hingga tertinggi.

 

 

Tags: