Akhir Cerita Paspampres yang Dihentikan Polisi karena PPKM Darurat

Selasa, 13 Juli 2021, 09:19 WIB
38

Beberapa waktu lalu saat penerapan PPKM Darurat, Seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dicegat di pos penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

Video saat polisi menghadang Praka IG tersebar di laman sosial media. Adu mulut dikarenakan petugas PPKM yang dengan keras melarang Praka IG melintasi lokasi penyekatan. Padahal, Praka IG sudah menyampaikan dirinya adalah anggota Paspampres yang hendak menuju ke kesatuannya untuk mengikuti apel.

Gates Of Olympus

Peristiwa itu sempat berimbas pada datangnya puluhan anggota Paspampres ke Mapolres Jakarta Barat. Buntutnya, tiga orang anggota Polres Jakarta Barat dipanggil untuk menghadap Propam. Pemeriksaan atas ketiganya masih berlangsung.

Anggota Paspampres yang terlibat perselisihan itu adalah Praka Izroi. Ia diberhentikan petugas polisi saat hendak melintasi posko penyekatan di Jalan Daan Mogot.

Kepada petugas, Izroi mengaku anggota Paspampres. Saat itu, Praka Izroi yang memakai pakaian sipil mengaku akan mengikuti apel. Perdebatan terjadi saat petugas, di antaranya anggota Mapolres Jakarta Barat, meminta kartu anggota milik Izroi untuk memastikan kebenarannya.

Sejumlah tentara yang bertugas juga meminta KTA (kartu tanda anggota) Izroi. Detik-detik cekcok kedua belah pihak terekam kamera dan tersebar ke masyarakat. Dalam rekaman, ada petugas yang tampak mendorong Izroi saat meminta kartu anggotanya.

Rise of Olympus

Izroi mengatakan tidak bisa menunjukkan KTA dengan alasan masih diproses. Sebagai gantinya, ia menunjukkan identitas lain untuk membuktikan dia anggota TNI. Dalam video, Izroi mengaku salah kepada para petugas. “Siap, saya salah,” ucap dia. Praka Izroi juga ditegur oleh para tentara yang bertugas.

Dia diingatkan bahwa semua petugas di pos penyekatan berjaga 24 jam. “Kau ngomong baik-baik,” kata seorang pimpinan TNI yang bertugas di pos. “Siap,” jawab Izroi sambil memberi hormat. Sebelum meninggalkan lokasi, Praka Izroi dan para petugas juga terlihat bersalaman. Ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan sepeda motornya.

Berujung Damai

Atas insiden itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo telah menemui Danpaspampres untuk meminta maaf secara langsung atas apa yang dilakukan anggotanya di lapangan terhadap Praka IG. “Permasalahan ini sudah selesai. Saya juga sudah minta maaf secara langsung kepada Danpaspamres,” kata Ady seperti dikutip Bonanza88

Kapolres menduga ada perilaku anggota Polri yang kurang pantas sehingga terjadi kesalahpahaman. “Memang ada kesalahpahaman dengan anggota yang melakukan penyekatan. Sekarang sudah selesai, situasi kondusif,” ucapnya.

Hal itu disebabkan personel di lapangan belum paham secara benar bahwasanya masyarakat yang bekerja di sektor esensial tetap diperbolehkan melintas. Aturan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021.

“Aturan PPKM darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor esensial, non-esensial, dan kritikal. Pekerja di sektor ini boleh melewati penyekatan sesuai Instruksi Mendagri No 15/2021 tentang pemberlakuan PPKM Darurat di wilayah Jawa-Bali,” jelas Agus.