Aksi WN Turki Bobol ATM, Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 20 Oktober 2021, 13:26 WIB
36

Polda Jawa Tengah (Jateng) membongkar praktik skimming kartu ATM. Ada tiga orang tersangka dan kerugian korban mencapai Rp 202,8 juta.

“Kasus ini modus operandinya skimming, bisa gandakan ATM atau kartu yang digunakan,” kata Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi di Mapolda Jateng

Power of Thor Megaways

Pengungkapan kasus berawal dari laporan 35 nasabah di Kota dan Kabupaten Tegal mengalami kehilangan saldo mereka di salah satu bank BUMN bulan Februari lalu. Dari penelusuran diketahui ada orang yang memasang alat skimming di salah satu mesin ATM di daerah Slawi tanggal 15 Januari dan diambil 16 Januari 2021.

Selain AS dan AIS, terungkap juga tersangka lainnya yang merupakan warga negara (WN) Turki. Diduga WN Turki tersebut yang memesan kartu kepada AS dan AIS.

“Ada tiga tersangka, satu warga negara Turki. Sedangkan yang dua orang ini juga penampung hasil,” jelasnya.

Untuk kejahatan skimming, tersangka dijerat Pasal 85 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar. Sedangkan penggunaan uang hasil kejahatan dijerat Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Chronicles of Olympus X Up

Ini bukan kali pertama WN Turki melakukan kejajatan serupa. Pada 2017, dua WN Turki juga melakukan aksi yang sama pada 2017 lalu.

Dua warga negara asing (WNA) asal Turki, Ceylan Hayrullah (38) dan Yoru Ismail (34) diringkus anggota Unit Jatanras Polrestabes Makassar di kamarnya di Hotel Horison, Makassar. Keduanya terlibat kasus pembobolan mesin ATM dengan modus duplikasi kartu ATM yang merugikan korbannya hingga puluhan juta rupiah.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Burhanuddin dalam rilisnya menyebutkan dari kedua pelaku ikut disita alat skimmer ATM yang berfungsi sebagai alat pengganda kartu ATM, 1 unit laptop, 44 kartu ATM dan buku catatan, 2 paspor, serta uang tunai hasil kejahatan Rp 75 juta.

“Kasus ini terungkap saat salah seorang nasabah bank syariah melaporkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berkurang. Setelah diperiksa data transaksi di bank dan rekaman CCTV lokasi ATM tempat penarikan akhirnya diketahui,” tutur Burhanuddin.

“Pelaku yang langsung dibuntuti lalu ditangkap di hotel tempatnya menginap,” imbuhnya.

Pelaku dan barang buktinya kini diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk penyelidikan lebih lanjut. Kedua pelaku dijerat pasal 362 KUHP dan UU ITE.

Tags:

BERITA TERKAIT