Artis Leony Ungkap Detik-detik Sulitnya Cari UGD hingga Akhirnya Sang Ayah Wafat

Senin, 21 Juni 2021, 16:24 WIB
41

Lewat Instagram pribadinya, penyanyi Leony Vitria mengungkapkan detik-detik sang ayah, Andy Hertanto wafat. Sang Ayah secara mendadak terkena serangan stroke, namun saat hendak dibawa ke rumah sakit, Leony mengaku kesulitan mencari ruang Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit.

Pada postingan di akun @leonyvh, Minggu (20/06/2021), Liony menceritakan saat sang ayah meninggal dunia pada Selasa (15/6/2021). Dirinya mengaku masih bercengkrama dengan sang ayah pada pagi dan siang hari.

Gates Of Olympus

‚ÄúPadahal pagi-siang kita masih bercanda, malamnya papi udah gak ada.. walaupun ngagetin, tapi papi perginya tenang banget, sambil dipegang tangannya sama mami..,” tulis Leony.

Namun pada siang hari pukul 11.30 ayahnya mengaku merasa lemas dan ternyata serangan stroke, sehingga Leony dan keluarga mencoba mencari ambulans tetapi gagal, akhirnya mereka membawa ayahnya dengan mobil sendiri.

“Ternyata serangan stroke, langsung kami cari ambulans tapi enggak dapat, akhirnya kita gotong papi ke mobil, kita bawa sendiri ke RS,” tulisnya.

Dalam perjalanan, kondisi ayahnya sudah tidak sadar, dan selama mencari unit gawat darurat (UGD) mereka tidak bisa ditangani karena beberapa UGD yang didatangi penuh. “Sampai akhirnya jam 13.30 di RS yang ke-4, yang kami datangi dapat masuk UGD di salah satu RS di Tangerang,” tulis Leony.

Usai menjalani pemeriksaan, ternyata dari hasil CT scan diketahui ada pembuluh darah pecah dan sudah menyebar sampai ke batang otak. Pilihan dari dokter adalah untuk operasi, tetapi kemungkinan berhasilnya kecil. “Jadi di operasi atau tidak operasi, risikonya sama: kematian,” tulisnya.

Rise of Olympus

Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak membuat ayah mereka menderita dengan melakukan operasi, dan membiarkan ayah mereka pergi dengan tenang ditemani keluarga.

“Selama di UGD, kami langsung mempersiapkan hati untuk melepas papi, kami temani terus-terusan, mami juga enggak lepas pegangin tangan papi sambil terus kita ajak ngobrol,” kata Leony.

“Kami cuma ingin papi bisa istirahat dengan tenang, dan pada pukul 21.23 papi menghembuskan nafas terakhirnya sambil pegangan tangan sama mami,” tutupnya.