Awal Mula Game Mortal Kombat yang Abadi

Jumat, 31 Desember 2021, 19:14 WIB
44

Edisi Bonanza88, Jakarta – Layaknya media hiburan lainnya, video game juga terdiri dari beragam genre / tema untuk menyesuaikan minat konsumennya masing-masing. Satu dari sekian banyak genre tersebut adalah genre fighting (perkelahian). Dalam game bergenre fighting, ada 2 karakter / lebih di layar permainan yang harus berkelahi 1 sama lain hingga karakter lawannya kalah.

Genre fighting merupakan genre game yang amat populer di masa lampau karena bisa digunakan sebagai ajang untuk mengadu kebolehan antar pemain. Karena popularitasnya itulah, ada begitu banyak game bergenre fighting yang pernah dibuat & dirilis ke pasaran. Dari sekian banyak game fighting yang pernah dibuat, “Mortal Kombat” adalah salah satu yang paling terkenal.

“Mortal Kombat” (MK; Pertarungan Mematikan) adalah seri game asal Amerika Serikat yang umumnya bergenre fighting. Inti dari game MK sendiri adalah mengenai turnamen yang mempertemukan para pendekar berkekuatan ajaib dari berbagai dimensi & dunia. Sejak pertama kali dirilis pada tahun 1992, game ini meledak menjadi fenomena baru berkat permainannya yang menarik & tingkat kesadisannya yang melebihi game-game fighting lainnya.

Awal mula

Film "Mortal Kombat" mundur tayang jadi 23 April 2021 - ANTARA News

Ide untuk menciptakan game MK bermula ketika Ed Boon & John Tobias – 2 orang yang sama-sama bekerja di studio game Midway Games – ingin membuat game yang konsepnya serupa dengan “Street Fighter II”, game bergenre perkelahian asal Jepang yang pertama kali dirilis pada tahun 1991.

Supaya game buatan mereka nampak berbeda dari SFII, Boon & rekan-rekannya ingin menampilkan game tersebut sebagai game yang tingkat kekerasan & kesadisannya melebihi SFII. Kemudian untuk menarik perhatian khalayak supaya mereka bersedia memainkan gamenya, game yang bersangkutan rencananya hendak diberi nama “Van Damme”. Nama yang berasal dari aktor laga terkenal pada masa itu, Jean-Claude Van Damme.

Wacana tersebut pada akhirnya gagal terwujud karena Van Damme menolak meminjamkan namanya untuk digunakan pada game yang bersangkutan. Gagal mengajak Van Damme bekerja sama dengan mereka, Boon lantas memikirkan nama lain untuk judul game mereka tersebut. “Combat” (Pertarungan) adalah 1 dari sekian nama yang terpikirkan oleh Boon.

Nama “Combat” kemudian diubah menjadi “Kombat” supaya judul game tersebut nampak unik & lebih mudah menarik perhatian publik. Belakangan, kata “Mortal” ditambahkan pada judul game tersebut atas usulan dari rekan kerja Boon yang bernama Steve Ritchie. Masalah judul sudah terpecahkan, sekarang masalah berikutnya adalah menciptakan karakter-karakter game & gerakan bertarungnya.

Johnny Cage menjadi karakter pertama yang diciptakan oleh Midway, di mana karakter yang bersangkutan banyak terinspirasi dari sosok Van Damme. Sebagai contoh, nama Johnny Cage jika disingkat memiliki inisial yang sama nama Jean-Claude (Van Damme). Kemudian di dalam gamenya, karakter Johnny Cage ditampilkan gemar mengenakan kacamata hitam & memiliki profesi sebagai aktor laga.

Midway juga menyewa sejumlah praktisi bela diri untuk difoto sambil mengenakan kostum yang menyerupai karakter dalam game MK. Sesudah itu, foto-foto mereka dijadikan sprite / gambar karakter dalam game. Itulah sebabnya sprite dalam game-game pertama MK nampak seperti sosok manusia sungguhan. Tidak seperti game-game lainnya pada masa itu yang spritenya nampak seperti karakter kartun.

Game MK juga terkenal karena menyisipkan konsep Fatality, sebuah kondisi di mana karakter pemenang bisa menyerang karakter lawan yang sudah kalah dengan cara memasukkan kombinasi tombol tertentu. Menurut Boon, pada awalnya hanya karakter Shang Tsung – karakter bos terakhir dalam game MK pertama – yang memiliki Fatality. Namun sesudah itu, mereka memutuskan untuk memberikan Fatality pada masing-masing karakter supaya para pemain game MK bisa mendapatkan kepuasan lebih saat memberikan serangan penutup pada lawannya.

Tahun 1992, game MK akhirnya resmi dirilis untuk konsol arcade / dingdong. Respon yang ditunjukkan oleh para penggemar game pada waktu itu ternyata begitu luar biasa. Mesin ding dong yang menampilkan game MK hampir selalu ramai oleh pemain. Dan karena tidak semua pemain game MK mengetahui cara melakukan Fatality, mereka yang mengetahui rumus-rumus tombol Fatality bakal langsung dielu-elukan oleh temannya.

Meroketnya popularitas game MK juga turut diikuti oleh kontroversi besar. Karena game MK banyak menampilkan hal-hal seperti darah & anggota badan yang terpotong-potong, game MK pun ramai diprotes oleh kalangan orang tua pada masa itu. Saking kuatnya tekanan publik terhadap game MK, lembaga Kongres / parlemen Amerika Serikat sampai melakukan sidang khusus untuk membahas game MK.

Berdasarkan sidang tersebut, terciptalah lembaga Entertainment Software Rating Board (ESRB; Badan Rating Piranti Lunak Hiburan) pada tahun 1994. ESRB memiliki fungsi yang kurang lebih serupa dengan lembaga sensor & rating film. Jika ada game-game yang hendak dirilis di AS, maka game tersebut harus diperiksa terlebih dahulu oleh ESRB. Sesudah itu, ESRB akan memberikan batasan umur pada masing-masing game supaya game yang mengandung unsur dewasa tidak dimainkan oleh mereka yang masih di bawah umur.

Pasca didirikannya ESRB, Midway kini bisa merilis game-game lanjutan MK tanpa harus menghilangkan unsur kesadisan dari game MK. Hingga tahun 2020, sudah ada 16 game MK yang dibuat. Saat Midway akhirnya mengalami kebangkrutan pada tahun 2009, pembuatan game-game MK sesudah itu dilakukan oleh NetherRealm Studios, studio game anak perusahaan Warner Bros yang para pegawainya merupakan bekas pegawai Midway.

Kesukesan di ranah game lantas membuat game MK sempat diadaptasi ke media-media hiburan lain. Mulai dari komik, seria kartun, hingga film. Film terbaru yang merupakan hasil adaptasi MK rencananya bakal dirilis pada tahun 2021 dengan judul “Mortal Kombat”. Film tersebut juga bakal dibintangi oleh Joe Taslim, aktor laga kelahiran Indonesia yang sebelum ini pernah muncul di film “The Raid”.

Alur cerita game Mortal Combat

Terkini, Sub Zero vs Scorpion di Mortal Kombat Terbaru 2021 Bluray di HBO  Max, Berikut Streamnya - Mantra Pandeglang

Alur cerita ini hanya menggunakan alur cerita dari 3 game terakhir MK. Karena berdasarkan peristiwa yang terjadi dalam alur cerita di game MK (2011), semua peristiwa yang terjadi pada game-game MK sebelum itu dianggap tidak pernah terjadi.

Prolog

Alam semesta yang menjadi setting dari MK terbagi menjadi beberapa dunia / dimensi. Untuk mengurangi potensi konflik antar dimensi yang bisa timbul, Elder Gods selaku penjaga alam semesta lantas membuat turnamen pertarungan bernama Mortal Kombat. Setiap beberapa tahun sekali, perwakilan dari masing-masing dimensi akan bertarung 1 sama lain dalam ajang Mortal Kombat.

Jika suatu perwakilan berhasil memenangkan 10 turnamen secara berturut-turut, maka dimensi yang diwakili oleh sang pemenang berhak menguasai dimensi lain yang diinginkannya. Lewat cara inilah, dimensi Outworld berhasil menguasai sejumlah dimensi lain. Sukses memperluas wilayah Outworld, Shao Khan selaku pemimpin Outworld lantas menjadikan dimensi Bumi / Earthrealm sebagai sasaran berikutnya untuk ditaklukkan.

Suatu hari, Shao Kahn melancarkan invasinya ke Earthrealm. Dalam invasi tersebut, Shao Kahn berhasil membunuhi para pendekar Earthrealm. Saat dewa petir Raiden menjadi satu-satunya pendekar pelindung Earthrealm yang masih tersisa, Raiden mengirimkan pesan kepada dirinya sendiri di masa lampau. Pesan tersebut berisi perkataan “dia harus menang” beserta cuplikan sejumlah peristiwa yang bakal terjadi di masa depan.

Raiden di masa lampau berhasil menerima pesan tersebut di tengah-tengah berlangsungnya Mortal Kombat. Raiden lantas berkesimpulan bahwa “dia” yang ada dalam pesan tersebut merujuk pada Liu Kang, pendekar yang mewakili Earthrealm dalam ajang Mortal Kombat. Maka, Raiden pun meminta kepada Liu Kang untuk memenangkan turnamen Mortal Kombat supaya Outworld gagal menguasai Earthrealm.

Upaya Liu Kang untuk memenangkan turnamen jauh dari kata mudah karena ia harus berhadapan dengan pendekar-pendekar tangguh Outworld seperti Shang Tsung & Goro. Namun Liu Kang pada akhirnya berhasil mengalahkan mereka semua, sekaligus memenangkan Mortal Kombat. Kendati merasa gembira atas kemenangan Liu Kang, Raiden juga merasa bingung karena jimat berbentuk bundar yang dibawanya terus menerus retak.

Sedikit informasi, jimat yang dibawa oleh Raiden tersebut mengandung informasi mengenai hal buruk yang akan terjadi di masa depan. Jika hal buruk tersebut tidak berhasil dicegah / digagalkan, maka retak yang ada pada jimat tersebut akan semakin besar. Namun jika hal buruk tadi berhasil digagalkan, maka retak yang ada pada jimat akan hilang dengan sendirinya.

Warner Bros Rilis 7 Menit Adegan Pembuka Mortal Kombat 2021 - Dafunda.com

Sementara itu di tempat lain, kegagalan memenangkan turnamen membuat Shao Kahn merasa amat marah karena rencananya menguasai Earthrealm jadi tertunda. Atas usulan dari Shang Tsung, Shao Kahn lantas memutuskan untuk menggelar turnamen Mortal Kombat baru di Outworld supaya pihaknya memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan turnamen.

Supaya perwakilan Earthrealm bersedia mengikuti turnamen baru ini, pasukan Outworld menginvasi Earthrealm & menculik sejumlah orang dari Earthrealm. Akibatnya, perwakilan Earthrealm terpaksa menerima undangan Outworld untuk kembali mengikuti turnamen. Turnamen tersebut lagi-lagi berhasil dimenangkan oleh Liu Kang. Dalam turnamen yang sama, Liu Kang bahkan berhasil membuat Shao Kahn nyaris kehilangan nyawanya.

Gagal menaklukkan Earthrealm melalui jalur turnamen lantas membuat Shao Khan memutuskan untuk bertindak nekat. Ia memerintahkan pasukannya untuk melakukan invasi besar-besaran ke Earthrealm. Supaya Shao Kahn tidak perlu takut akan hukuman dari Elder Gods, Shao Kahn lantas membunuh Shang Tsung & menggunakan kekuatannya untuk membangkitkan Sindel, ratu Edenia yang memiliki kekuatan besar.

Para pendekar Earthrealm berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan invasi tersebut. Namun mereka semua berhasil dibunuh dengan mudah oleh Sindel. Sindel sendiri baru berhasil dikalahkan setelah pendekar Earthrealm yang bernama Nightwolf menghancurkan dirinya sendiri bersama dengan Sindel. Arwah Sindel & para pendekar Earthrealm tadi kemudian bangkit kembali di dimensi Netherrealm sebagai Revenant, hantu yang berada di bawah kendali penyihir Netherrealm yang bernama Quan Chi.

Semakin memburuknya kondisi Earthrealm membuat Raiden pergi menuju Netherrealm untuk meminta bantuan Quan Chi. Pada saat itulah Raiden akhirnya menyadari bahwa kata “dia” yang diterimanya dari masa depan bukan merujuk kepada Liu Kang, melainkan kepada Shao Khan. Jika Shao Kahn dibiarkan memasuki Earthrealm biarpun ia gagal memenangkan turnamen, maka Elder Gods bakal langsung turun tangan untuk menghukum Shao Kahn.

Raiden lantas kembali ke Earthrealm & meminta Liu Kang membiarkan Shao Kahn memasuki Earthrealm, namun Liu Kang menolak permintaan tersebut. Perkelahian antara keduanya pun terjadi & Raiden tanpa sengaja menewaskan Liu Kang. Saat Shao Kahn akhirnya benar-benar memasuki Earthrealm, Shao Kahn langsung menyerang Raiden yang saat itu sudah berpura-pura menyerah.

Saat Raiden sudah berada dalam kondisi babak belur, tiba-tiba Elder Gods muncul & memasuki tubuh Raiden. Perkelahian pun terjadi antara Shao Kahn melawan Raiden / Elder Gods. Hasilnya, Shao Kahn berhasil dikalahkan & jasadnya kemudian hancur menjadi debu. Saat Elder Gods akhirnya pergi meninggalkan tubuh Raiden, Raiden lantas mengumpulkan para pendekar Earthrealm yang masih hidup untuk membangun ulang Earthrealm.

Mortal Kombat X (2015)

Mortal Kombat X | PlayStation (Indonesia)

Pasca tewasnya Shao Kahn, Outworld & Earthrealm kini sama-sama berada dalam kondisi lemah. Situasi tersebut lantas dimanfaatkan oleh pasukan Netherrealm yang dipimpin oleh Shinnok untuk menginvasi Earthrealm. Shinnok tertarik untuk menguasai Earthrealm karena di dimensi tersebut terdapat Jinsei, kawah energi spiritual Earthrealm.

Jika Shinnok berhasil mendapatkan akses menuju Jinsei, maka ia bisa mendapatkan cukup kekuatan untuk mengalahkan Elder Gods & menguasai alam semesta. Namun keinginan Shinnok tersebut pada akhirnya gagal terwujud karena Raiden berhasil mengurung Shinnok dalam sebuah jimat khusus. Jimat tersebut kemudian disimpan oleh Raiden & para pendekar Earthrealm di tempat penyimpanan khusus.

Sementara itu di Outworld, Mileena selaku putri angkat Shao Kahn naik menjadi pemimpin baru Outworld. Namun Mileena tidak lama berkuasa karena ia dikudeta oleh Kotal, jenderal bawahan Shao Kahn yang ingin memperbaiki hubungan Outworld dengan Earthrealm. Pasca kudeta, Kotal menjadi pemimpin baru Outworld dengan nama Kotal Kahn, sementara Mileena & para pengikutnya beralih ke taktik perang gerilya.

Supaya memiliki kekuatan yang cukup untuk mengimbangi pasukan pendukung Kotal, Mileena melengkapi dirinya dengan jimat berisi kekuatan Shinnok yang dicuri dari Earthrealm. Saat Earthrealm akhirnya mengetahui kalau jimat Shinnok sudah menghilang dari tempat penyimpanannya, sejumlah pendekar Earthrealm pun bertolak menuju Outworld untuk membantu Kotal mengalahkan Mileena.

Mileena akhirnya berhasil ditangkap sebelum kemudian dihukum mati. Namun saat para pendekar Earthrealm hendak kembali ke Earthrealm sambil membawa jimat Shinnok, Kotal malah mengkhianati mereka. Kotal menjebloskan para pendekar Earthrealm ke dalam penjara supaya ia tetap bisa memiliki jimat Shinnok.

Sesudah menyekap para pendekar Earthrealm, Kotal memerintahkan bawahannya yang bernama D’Vorah untuk membawa jimat Shinnok ke tempat yang aman. Namun Kotal tidak tahu kalau D’Vorah aslinya juga berstatus sebagai agen suruhan Quan Chi. Setelah membunuh 2 prajurit Outworld yang sedang membawa jimat Shinnok, D’Vorah kemudian mengambil jimat Shinnok & pergi untuk menyerahkan jimat tersebut kepada Quan Chi.

Quan Chi sendiri pada waktu itu baru saja ditangkap oleh para pendekar Earthrealm. Mereka ingin memaksa Quan Chi membebaskan para pendekar Bumi yang kini sedang terjebak dalam wujud Revenant. Namun sebelum Quan Chi berhasil melakukan hal tersebut, ia ganti diculik oleh kawanan ninja yang dipimpin oleh Hanzo Hasashi, ninja bekas pengikut Quan Chi.

Hanzo ingin membalas dendam kepada Quan Chi karena Quan Chi dulu sudah membunuh keluarga Hanzo & memanipulasi Hanzo supaya menjadi Revenant dengan nama Scorpion. Namun sebelum Hanzo berhasil menghabisi Quan Chi, D’Vorah secara tiba-tiba menampakkan diri & ia langsung menyerang Hanzo.

Walaupun diserang, Hanzo pada akhirnya berhasil membunuh Quan Chi. Namun sebelum tewas, Quan Chi berhasil membebaskan Shinnok dari dalam jimat yang sudah dibawa oleh D’Vorah. Begitu keluar dari jimat tempatnya disegel, Shinnok langsung mengalahkan semua prajurit Earthrealm & ninja pengikut Hanzo yang mencoba menyerangnya. Shinnok sesudah itu pergi menuju Jinsei untuk memperkuat diri & menyebarkan kekuatan sihirnya ke seluruh penjuru Earthrealm.

Raiden mencoba menghentikan Shinnok & para Revenant pengikutnya, namun gagal. Beruntung bagi Raiden, sejumlah pendekar Earthrealm yang dipimpin oleh Cassie Cage berhasil tiba di Jinsei tepat waktu. Pertarungan sengit antara Cassie & Shinnok pun berlangsung. Meskipun Shinnok nampak jauh lebih kuat, Cassie pada akhirnya berhasil mengalahkan Shinnok. Raiden sesudah itu memenggal Shinnok & membuang kepalanya ke Netherrealm.

 

BERITA TERKAIT