Babak Baru dalam Karier Raheem Sterling: Periode Sulit di Manchester City

Rabu, 29 September 2021, 16:33 WIB
24

Masa-masa sulit yang dialami Raheem Sterling di Manchester City berlanjut saat tim ditahan imbang tanpa gol kontra Southampton. Sang winger memainkan peran barunya untuk Pep Guardiola, dan dari skor saja sudah bisa ditebak, segala sesuatunya berjalan sangat sulit.

Manchester City harus puas dengan satu poin di Etihad Stadium pada akhir pekan kemarin, Sabtu (18/09), setelah ditahan imbang 0-0 kontra Southampton. The Citizens benar-benar kesulitan menembus pertahanan tim tamu yang begitu rapat.

Gates Of Olympus

Sang pelatih, Pep Guardiola melakukan sebanyak lima perubahan dalam starting line-up mereka usai kemenangan 6-3 atas RB Leipzig di ajang Liga Champions pada pertengahan pekan. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah memasang Raheem Sterling sebagai penyerang tengah atau bisa dibilang false nine dalam formasi andalan sang pelatih, 4-3-3. Posisi false nine sebenarnya biasa dihuni oleh gelandang serang asal Spanyol, Ferran Torres.

Sterling bergabung bersama rekrutan termahal Man City dan juga Liga Inggris, Jack Grealish yang bermain di pos winger kiri. Posisi yang biasanya jadi favorit Sterling setiap kali diturunkan sebelum kedatangan mantan kapten Aston Villa tersebut. Sementara di pos winger kanan, lagi-lagi bukan pemain sayap murni, yakni Gabriel Jesus.

Namun berbeda dengan Gabriel Jesus yang mendadak jago ketika dipasang di pos winger kanan, meski bukan posisi favoritnya. Sterling malah benar-benar flop penampilannya yang membuat Manchester City hanya berhasil mencatat satu shot on target dalam 95 menit pertandingan termasuk waktu tambahan.

Bahkan lebih mirisnya lagi, satu-satunya shot on target itu tercipta berkat sepakan Sterling yang mana harus dinyatakan offside oleh wasit pertandingan.

Musim yang Aneh untuk Raheem Sterling

Rise of Olympus

Selain shot on target yang offside pula, Sterling selebihnya sangat sulit untuk terlibat dalam permainan Man City. Dia bahkan hanya melepaskan 18 operan, hanya gagal dua kali sepanjang pertandingan.

Untuk tembakan, dia sebenarnya mencatat empat kali saja. Secara keseluruhan, permainan Sterling memang benar-benar buruk dan tidak heran, sering berada di belakang bek lawan, dengan posturnya yang hanya 170 cm, dia tidak berada di posisi yang pas untuk ‘membunuh’ bola.

Membedah Masalah Sebenarnya Sterling dan Manchester City

Manchester City vs Southampton, The Citizens Bertekad Pecahkan Rekor Liga  Inggris : Okezone Bola

Ironi, jika kita melihat dan memang harus, mengakui bahwa Man City bermain luar biasa tanpa kehadiran mantan winger Liverpool itu di atas lapangan.

Dalam beberapa pekan terakhir, mereka bermain bola dari kaki ke kaki dengan bebas dan mencetak 17 gol dalam empat pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Saat Sterling lagi-lagi masuk starting line-up di partai final Liga Champions kontra Chelsea, City juga kembali kesulitan mencetak gol. Bukan kebetulan, jelas sekali.

Jika kita berbicara gaya bermain Guardiola di Etihad Stadium sekarang, memang sudah berkembang alias tidak lagi sama. Gaya bermain sebelumnya, Sterling benar-benar nyetel dan bahkan hanya kalah dari Lionel Messi untuk keterlibatan gol tim dalam satu tahun kalender.

Namun, sekarang Guardiola menginginkan timnya lebih mengedepankan teknis dan pendekatan mereka yang satu ini seringkali membuat Sterling terlambat turun, dirinya selalu jadi winger yang ngotot untuk menyerang. Perubahan ini pula disebabkan karena cederanya Sergio Aguero sebelum akhirnya pergi dari Man City gabung Barcelona di musim panas 2021.

Guardiola melihat skuatnya sekarang tidak punya striker yang memancing bek-bek lawan. Jadi timnya sekarang lebih memainkan satu atau dua sentuhan, dengan sabar membangun permainan.

Alasan-alasan di atas juga masuk akal jika melihat pilihan Guardiola lebih cenderung memakai Phil Goden dan Grealish di sisi kiri barisan sserangan. Begitu juga di sisi kanan, Bernardo Silva atau Riyad Mahrez yang lebih sering dipakai, baru-baru ini, Gabriel Jesus juga terbukti efektif di posisi tersebut.

RESMI: Raheem Sterling Teken Kontrak Baru Di Manchester City | Goal.com

Tidak seperti Teman-teman satu timnya yang disebutkan di atas, Sterling sangat tidak cocok dengan gaya bermain Guardiola sekarang. Dan sang pemain sekarang sangat menderita. Mencoba sang pemain di posisi tengah sebenarnya bukan hal baru dicoba Guardiola. Dia sebelumnya pernah menggunakan Sterling sebagai false nine, tapi kala itu, skuatnya masih berorientasi pada kecepatan yang membuat barisan pertahanan lawan kerepotan.

Kini, masalah menghampiri Sterling, Guardiola dan Man City. Masalah sang pelatih adalah bagaimana mengeluarkan kemampuan terbaik Sterling dari gaya bermain yang sekarang dianut. Jika tidak bisa, lantas Anda sebagai seorang manajer, apa yang akan dilakukan?

Keputusan Tegas Harus Diambil Manchester City

Berita Manchester City, Raheem Sterling Bersedia ke Barcelona, Guardiola  Ancam Mundur - Tribunnews.com Mobile

Jika memang sang pemain tidak cocok atau tidak mau berusaha beradaptasi, keputusan harus segera ditentukan oleh Guardiola, apalagi kontraknya sekarang tersisa cuma dua tahun.

Dan lagi, Sterling juga tentu tidak mau jadi pilihan kedua setelah Grealish, bahkan yang lebih buruk, jadi opsi ketiga setelah Phil Foden. Masalah ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena para penggemar cepat atau lambat akan menyadarinya.

Jika kita mundur sedikit ke belakang, masih di musim panas 2021, Sterling sendiri cukup bersinar untuk Timnas Inggris di kejuaraan Euro 2020. Dari tujuh pertandingan yang dilakoni Inggris yang mencapai babak final Euro 2020, Sterling selalu jadi pilihan pertama untuk Gareth Southgate.

Bahkan pada pertandingan pembuka Grup D Euro 2020 menghadapi Kroasia, yang berlangsung ketat, winger berusia 27 tahun itu menjadi penentu kemenangan. Dia mencetak gol tunggal dalam kemenangan 1-0 Inggris atas Kroasia.

England star Raheem Sterling's heartbreaking family sacrifice revealed |  HELLO!

Secara keseluruhan Euro 2020, meski Inggris kalah di final dari Timnas Italia, Sterling mencatat tujuh penampilan dengan mencetak tiga gol dan satu assist. Sebuah statistik yang mentereng untuk pemain yang mulai kehilangan tempat dalam formasi seorang pelatih sekaliber Guardiola.

Banyak yang bilang bahwa di skuat The Three Lions, Sterling mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena keberadaan striker prolific seperti Harry Kane. Seorang target man yang membela Tottenham Hotspur itu, benar-benar jadi titik fokus serangan jadi Sterling tidak terbebani sama sekali. Bermain bebas.

Penampilannya di Euro 2020 menunjukkan, bahwa Sterling harus berada di tim yang cocok untuk kualitasnya agar mampu menjadi pemain terbaik di tanah Eropa.

Seperti yang sudah dia tunjukkan beberapa tahun terakhir ini. Namun malah itu masalahnya, City bahkan bisa dibilang bahwa mereka tidak lagi butuh sosok Sterling di lini serang. Sangat kejam juga jika membiarkan pemain sebagus dirinya hanya duduk di bangku cadangan.

Liverpool Bisa Jadi Solusi untuk Sterling dan Man City

Resmi pindah ke Manchester City, Raheem Sterling kenakan nomor punggung 7 |  SPORTAINMEN

Jika melihat tajuk di atas, tentu kita akan keheranan sambal mengangkat alis mata. Namun sebenarnya kepindahan ini meski banyak ditentang para fans yang kesal ketika melihatnya gabung Man City, sebenarnya masuk akal.

Dengan kontrak yang tersisa dua tahun, dan kebijakan transfer ketat yang sekarang dimiliki Liverpool, peluang memboyong Sterling adalah sesuatu yang bisa mengubah segalanya di Anfield. Bahkan jika berbicara sisa kontrak, pada musim dingin 2022 Januari nanti, sang pemain sudah memasuki satu setengah musim lagi kontraknya di Man City.

Jika sekarang menurut Transfermarkt, harga Sterling masih di angka 90 juta euro, diyakini City akan menurunkan banderol jauh di bawah angka tersebut. Karena ketimbang harus melihat sang pemain uring-uringan, lebih baik untuk segera dijual.

Seperti yang diungkapkan oleh bek legendaris Manchester United, Rio Ferdinand yang sekarang menggeluti profesi sebagai pengamat sepak bola. Dia meyakini bahwa Liverpool hanya punya waktu sedikit saja jika memang mau membeli kembali Sterling.

“Harus ada seseorang di klub yang mengatakan kepada manajemen The Reds, bahwa mereka harus memboyong Sterling. Jika saya orang Liverpool, saya akan membelinya sekarang juga,” ucap Ferdinand di channel YouTube pribadinya.

Kekhawatiran Ferdinand soal waktu bermain yang sangat sedikit dirasakan Sterling di Etihad Stadium, memang akan berdampak besar untuk Timnas Inggris. Dia juga meyakini bahwa Liverpool akan merasakan dampak instan dari kepulangan Sterling ke Anfield.

Apalagi Sadio Mane pada Januari mendatang harus menjalani kompetisi Piala Afrika bersama negaranya. Sebuah masalah yang membuat klub sekaliber Liverpool akan kehilangan salah satu opsi favoritnya di lini serang.

Liverpool sendiri memang saat ini masih saja bergantung kepada Sadio Mane dan Mohamed Salah untuk posisi winger.

Mungkin hanya Diogo Jota yang sesekali bermain di luar posisinya sebagai striker untuk memberikan waktu istirahat bagi kedua winger kelas top tersebut. Jadi kedatangan Sterling ke Anfield, suka tidak suka, memang masuk akal untuk dicoba. Berminat jadi solusi karir Sterling, Liverpool?