Bahaya! Air Laut Ancol Tercemar Mengandung Paracetamol

Sabtu, 02 Oktober 2021, 00:47 WIB
29

Hasil penelitian yang dimuat di jurnal Science Direct, Agustus 2021, menganalisis sampel yang dikumpulkan di 4 lokasi Teluk Jakarta, dan satu lainnya di pantai utara Jawa Tengah. Hasil penelitian menemukan konsentrasi tinggi paracetamol.

Konsentrasi tinggi paracetamol terjadi di Angke yaitu 610 nanogram per liter, dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta.

“Konsentrasi tinggi yang terdeteksi, dibandingkan dengan tingkat lain yang dilaporkan dalam literatur ilmiah, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang dan, terutama, dampak pada peternakan kerang di dekatnya,” jelas para peneliti dalam studi.”

Meski begitu, para ilmuwan menyebut studi gambaran awal ini masih membutuhkan analisis lebih lanjut.

“Mengingat pertimbangan obat-obatan sebagai kontaminan yang muncul, data ini menunjukkan penyelidikan lebih lanjut diperlukan,” sambung mereka.

“Data yang disajikan dalam studi pendahuluan ini memberikan gambaran kualitas air laut di daerah-daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter nutrisi melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia, dan beberapa logam juga ada,” tulis para ahli, termasuk dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa  meminta agar masyarakat tak membuang sampah sembarangan.

“Masyarakat atau siapapun jangan sembarangan membuang sampah, apalagi limbah obat-obatan, kita jaga lingkungan kita, laut kita, kita jaga kebersihannya dan juga ekosistem kita,” ujar Riza.

Menurut Riza, pembuangan limbah medis farmasi memang mengalami peningkatan, terlebih di masa pandemi Covid-19. Meski demikian, Riza mengimbau agar prosedur pengolahan limbah tetap diperhatikan.

 

BERITA TERKAIT