Bakat Besar Neymar Bisa Hancur karena Projek PSG

Kamis, 02 Desember 2021, 03:21 WIB
117

PSG baru-baru ini mendapat berita buruk yakni harus kehilangan salah satu mega bintang mereka, Neymar dalam waktu yang cukup panjang. Bintang Timnas Brasil itu mengalami cedera akibat tekel horror saat PSG menghadapi Saint-Etienne di laga lanjutan Ligue 1 Prancis pada Minggu (28/11) kemarin.

Pertandingan itu berhasil dimenangkan oleh skuat asuhan Mauricio Pochettino dengan skor 3-1. Dua gol dicetak oleh Marquinhos dan satu golnya lagi dicetak oleh Angel Di Maria. Lionel Messi juga bermain apik dengan menyumbang assist untuk ketiga gol yang dicetak oleh Les Parisiens.

Namun, ada awan hitam nan gelap yang menyelimuti kemenangan tersebut. Cedera serius menimpa salah satu pemain penting PSG, Neymar. Dalam video yang sudah beredar di berbagai platform sosial media, dia mendapatkan tekel dari belakang. Yang bikin ngeri adalah pergelangan kaki atau engkelnya tertekuk keluar setelah tekel tersebut. Terjatuh, lalu meringis kesakitan dan menangis saat ditandu keluar lapangan oleh tim medis.

Belum diketahui berapa lama Neymar harus absen dari lapangan hijau. Namun melihat kejadian penyebab cedera tersebut, para fans khawatir bahwa sang bintang harus absen hingga akhir musim. Namun terkait cedera itu, siapa saja yang menangisi Neymar? Saya rasa tidak banyak orang.

Cedera mengerikan itu membuat banyak orang merasa ngeri, tapi tidak dengan atlet yang dituntut bermental baja. Begitu juga yang ditunjukkan Neymar lewat unggahan akun Instagram pribadinya.

“Sayang sekali cedera-cedera seperti ini memang sangat disayangkan. Tapi inilah bagian dari kehidupan seorang atlet. Sekarang mari angkat kepala kalian tetap tegak, dan melupakan segalanya, mari bergerak maju. Saya janji akan kembali bangkit dari cedera ini, bahkan menjadi lebih kuat dan lebih baik lagi,” tulis Neymar di kolom caption.

Jauh sebelum cedera ini, jika kita mencari di google, dengan keyword ‘Neymar Air Mata’ dan ‘Neymar happy’ pencarian terbanyak terletak pada pilihan yang kedua. Ya, dirinya memang sudah mewarnai karirnya dengan momen-momen indah yang bernilai jutaan dolar. Ada kisah seperti ini, seorang wanita pingsan di bandara ketika berhadapan muka ke muka dengan Bill Clinton, lucu sekali bukan?

Neymar juga sebenarnya punya karisma seperti itu – yang bisa membuat para fans tergila-gila dengannya atau sampai pingsan jika bertemu dengannya. Bakat, talenta, statusnya, semua cahaya yang ada pada dirinya, dia memang memiliki itu sejak usia dini. Namun dari hari ke hari, sekarang contohnya, bakat dan cahaya tersebut mulai meredup, loh.

Neymar Sekarang Semuanya Tentang Kegelisahan

Salah satu pesepakbola yang menyandang ‘The Next Best’ terlama di dunia yang usianya bahkan akan menginjak 30 tahun dalam tiga bulan dari sekarang. Dia berada di Manchester pada Rabu malam alias pertandingan Liga Champions, dengan seragam Paris Saint-Germain. Berkolaborasi dengan dua penyerang lainnya, yang mungkin kita akui sebagai trio paling mahal di sepak bola zaman sekarang.

Tapi yang terjadi jauh dari keindahan permainan. Dia menghabiskan sebagian besar pertandingan itu dengan ngomel-ngomel, penuh kegelisahan, mencoba membuktikan dirinya dengan begitu keras.

Banyak sekali para fans yang tidak menyukai dirinya, menuduh dia selalu bermain dengan penuh sandiwara. Namun untuk yang suka dengannya, gagasan bahwa cahayanya memudar tidaklah salah.

Ada sedikit cuplikan di Etihad Stadium saat dirinya bergerak mengobrak-abrik pertahanan lawan. Neymar di cuplikan tersebut memang masih terlihat seperti wonderkid yang besar. Dia bahkan menciptakan umpan yang berakhir gol untuk PSG. Lalu ada juga momen ketika dirinya melakukan sprint cepat, dengan penyelesaian yang mengerikan, begitu mengancam gawang Man City, sayang sepakannya menyamping.

Yang paling membuat dirinya terkekang di atas lapangan adalah dia kebanyakan berperan sebagai pendukung biasa dalam tim. Padahal dia sejak muda terbiasa menjadi pengemudi untuk kreativitas klub dan tim nasional. Dengan keberadaan Mbappe – bukan bermaksud menyalahkan, tapi memang Neymar bukan satu-satunya ujung untuk kreatifitas tim di PSG dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan dia harusnya diharapkan menjadi bintang tunggal dari sebuah klub seperti PSG yang punya projek besar memenangkan Liga Champions.

Namun mirisnya adalah fakta sebaliknya, di Liga Champions dia malah mandur. Neymar memang sudah mencetak hampir 200 gol sepanjang karirnya bermain di klub-klub top Eropa. Namun setahun terakhir ini, dia belum pernah mencetak di panggung Liga Champions, kompetisi yang menjadi goal utama PSG dalam projeknya dengan kucuran dana dari taipan Timur Tengah. Belum lagi kedatangan Messi ke Parc des Princes, yang membuat Neymar lebih seperti polisi yang sekadar patrol mondar-mandir membuat masyarakat sekitar gelisah.

Ada rencana besar di sini, tapi kadang-kadang Anda harus berani keluar dari zona nyaman untuk bisa keluar dan bersinar jika berada satu tim dengan penyerang bintang seperti Mbappe dan Messi. Bahaya dirinya bisa saja sekadar menjadi pemanis di PSG juga mulai terlihat. Saat dia absen dari starting line-up PSG, contohnya ketika baru pulang dari membela Timnas Brasil dan diistirahatkan pada pertengahan Oktober kemarin.

Saat kedua bintang tersebut absen, bahkan Mbappe mampu menaiki tangga untuk menjadi pahlawan kemenangan PSG di laga Ligue 1 menghadapi Angers. Tertinggal 0-1 dari tim tamu, Mbappe memberi umpan manis kepada Danilo yang diteruskan dan berbuah gol penyama kedudukan. Tiga menit jelang pertandingan berakhir, Mbappe bahkan mencatat namanya di papan skor sekaligus memenangkan PSG dengan skor 2-1, lewat titik putih kotak penalti.

Sangat mudah untuk sedikit khawatir untuk Neymar di tengah-tengah karirnya sekarang. Ada kecenderungan untuk berasumsi bahwa karena pesepakbola kaya dan terkenal, mereka kebal dari rasa sakit dan kecemasan manusia normal, sehingga penderitaan mereka tidak ada artinya. Tapi Neymar telah berjuang ‘Menjadi Neymar’, berjuang tanpa henti dari kehidupan yang ditakdirkan untuknya.

Dia adalah pria yang telah menghabiskan hampir seluruh karirnya sebagai The Next (isi sendiri), status yang anehnya menguap begitu saja saat bintang-bintang lain naik. Karena para pemain di depan Anda terus berusaha menenggelamkan sampai sampai kematian Anda menjemput. Neymar mungkin belum menunjukkan tanda-tanda penurunan performa, tapi sebenarnya, karirnya benar-benar mendatar, itu yang kami khawatirkan.

Setelah Projek Besar PSG, Warisan Neymar Apa?

Apa yang akan menjadi warisannya? Saat ini peran kuncinya adalah sebagai pion uang sepak bola yang besar. Ada diagram alir beracun yang dapat Anda pikirkan, mulai dari kepindahan Neymar yang absurd dan transgresif senilai £200 juta ke PSG, melalui penghancuran diri di Barcelona dan jalur karier yang terdistorsi dan pengeluaran yang berlebihan.

Dirinya sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menjadi seperti ini. Dia merupakan pesepakbola yang bakatnya, pada dasarnya, adalah hal yang menyenangkan untuk semua penggemar sepak bola harusnya, senang menontonnya, berulang kali.

Saya melihat Neymar secara langsung untuk pertama kalinya di Arena São Paulo pada tahun 2014. Dia tidak memiliki permainan yang bagus. Tapi kami semua tercengang melihat betapa bahagianya Neymar muda, Semangat besar yang cantik ini terbuat dari gairah bermain sepak bola. Tujuh tahun sejak saat itu, muncul sebuah perumpamaan tentang bakat yang dihancurkan melalui mesin olahraga besar, dan diliputi semacam kesedihan saat dia berjalan melintasi rumput di Manchester timur.

Tentu saja ada pilihan dalam hal ini, dan Neymar telah minum dari cangkir yang aneh. Proyek PSG, yang didirikan berdasarkan ambisi besar negara-bangsa, adalah salah satu kekuatan yang bekerja di belakang olahraga terpopuler dunia ini.

Ada perasaan di Paris sekarang bahwa Zinedine Zidane adalah orang yang mampu menjadi solusi untuk tim ini. Bahwa hanya Zizou yang benar-benar tahu bagaimana membuat fungsi tim galáctico di era yang jauh lebih modern. Itu mungkin masalahnya. Bakat mengalahkan segalanya pada akhirnya. Anda bisa bergerak ke mana pun dengan bakat, namun suatu saat pasti akan mentok juga.

Namun, dari Liga Super hingga olahraga sebagai kendaraan selebritas, model itu pada akhirnya akan menjadi senjata yang menyerang diri sendiri. Bagian yang membuat obsesi bersama ini diwarnai permainan keras, bahaya, dan drama manusia. Olahraga sepak bola sangatlah tangguh. Tapi ada sesuatu yang jauh lebih sakit jika kita berbicara soal arah karir dan perasaan, bahkan di tengah sorotan panggung, bahwa sesuatu akan memudar – atau bahkan hilang tidak berbekas sedikit pun.