Bali Tak Hanya Terkenal Keindahannya, Berikut 5 Tempat Angker di Pulau Dewata

Jumat, 20 Agustus 2021, 12:37 WIB
207

Bali dikenal dengan keindahan alamnya maka dari itu banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang memilih Bali untuk menghabiskan waktu berlibur. Namun tahukah kamu di balik keindahan pulau seribu pura ini, menyimpan banyak tempat angker di dalamnya.

PI Bedugul

Bangunan terlantar ini ternyata merupakan sebuah proyek di tahun 90-an, namun ditinggalkan pada tahun 2002 sebab peristiwa bom bali, sebelum selesai dibangun. Pernah juga direnovasi di tahun 2000-an namun ditinggalkan sebab masalah finansial dan dibiarkan terbengkalai hingga saat ini.

Jika kamu kesana, kamu masih bisa mendengar suara-suara pembangunan atau suara kecelakaan. Tempat ini dikenal dengan istana hantu karena dipercaya sebagai tempat makhluk halus berkumpul.

Taman Festival Bali

Tempat wisata ini dibangun pada tahun 1997 dan berlokasi di daerah Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Sanur. Taman Festival ini dulunya punya banyak wahana yang keren serta megah.

Tempat ini sudah ditinggalkan sejak 16 tahun yang lalu, tak hanya menyeramkan disana juga katanya terdapat tempat pemeliharaan buaya. Namun buaya-buaya tersebut sudah dipindahkan meskipun begitu ada beberapa buaya yang masih hidup disana, hewan buas itu hidup dengan cara memakan sesamanya.

Jalan Raya Tjampuhan

Warga setempat pun masih mempercayai keberadaan arwah seorang wanita bernama Sinta. Kabarnya, ia adalah siswi SMK setempat yang tewas akibat mengalami kecelakaan di Jalan Raya Tjampuhan.

Terlepas dari itu semua, kondisi Jalan Raya Tjampuhan memang terlihat seram, meskipun siang hari. Jalur ini memiliki dinding dan pohon-pohon rimbun, bahkan cabangnya sampai seperti membentuk atap.

Tak sedikit masyarakat yang percaya bahwa pohon-pohon ini juga menjadi rumah bagi para mahkluk halus atau pun roh jahat. Agar tak diganggu, disarankan memberi salam dengan membunyikan klakson.

Desa Trunyan

Tempat inilah yang terkenal sebagai Kuburan Trunyan di mana mayat-mayat digeletakkan begitu saja tanpa melalui proses penguburan yang sewajarnya.

Siapa yang tak bergidik menyaksikan pemandangan tersebut coba? Konon, itulah tradisi Desa Trunyan yang paling terkenal dan bahkan menjadi gambaran yang paling identik dengan tempat ini.

Tradisi pemakanan unik dan nama desa ini konon berasal dari adanya pohon taru menyan yang berarti kayu wangi. Pohon Taru Menyan yang tumbuh di desa ini disebutkan telah berusia sekitar sebelas abad dan tetap tumbuh dengan baik.

Pohon Bunut Bolong

Di sini terdapat sebuah pohon yang dikenal dengan nama Bunut Bolong. Uniknya pohon ini memiliki lubang di dalamnya yang bisa di lewati kendaraan.

Namun tidak semua kendaraan bisa melewati jalan ini, mobil jenazah, mobil pengantin, dan mobil membawa abu orang meninggal sangat dilarang untuk melewati pohon ini. Ada yang menyebutkan jika melanggar aturan itu, maka kendaraan yang melewati pohon tersebut tidak akan selamat sampai tujuan.