Bapak-bapak hingga Milenial Suka, Jalan Panjang Band Surabaya Dewa 19 hingga Melegenda

Kamis, 30 September 2021, 19:39 WIB
26

Dewa 19 merupakan salah satu band yang berjaya dari era 1990-an sampai sekarang. Mereka udah menyatakan bubar, tapi enggak jarang juga mau main kalau diundang asalkan harga yang cocok dan dalam rangka ajang reuni, bukan aktif kembali.

Sebagai band yang berusia lebih dari dua dekade, mereka udah nyabet banyak banget penghargaan. Bagaimana, sih, perjalanan mereka dari awal kemunculannya pada akhir 1980-an sampai sekarang?

Gates Of Olympus

Motor utama band ini adalah Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani yang ngebentuk Dewa pada 1986 di Surabaya. Pas itu, Dhani pakai nama Dewa yang berasal dari akronim nama keempat personelnya: Dhani Ahmad (kibor, vokal), Erwin Prasetya (bas), Wawan Juniarso (drum), dan Andra Junaidi (gitar).

Nah, ketika Wawan keluar dari band, otomatis nama Dewa enggak bisa dipertahanin. Enggak mungkin, ‘kan, namanya jadi “Dea”? Entar malah saingan sama artis cilik Dea imut.

Saat itu, muncul nama Down Beat yang sempat dikenal di seantero Jawa Timur karena berhasil menangin beberapa lomba. Down Beat diperkuat oleh Salman yang sementara gantiin posisi Wawan.

Ketika mereka tahu Slank udah besar di Jakarta, Wawan dipanggil lagi buat memperkuat Down Beat yang berubah nama jadi Dewa (lagi), tapi kali ini ditambah angka 19 di belakangnya karena umur para personel yang rata-rata 19 tahun ketika itu. Ari Lasso juga dipanggil barengan sama Wawan yang tadinya berasal dari satu band yang sama. Terbentuklah nama Dewa 19 dengan lima personel.

Album Dewa 19 Jadi Kunci Kesuksesan

Rise of Olympus

Dewa 19, Penuh Masalah Sarat Prestasi - ShowBiz Liputan6.com

Mereka berlima berangkat ke Jakarta buat cari label rekaman yang mau nerima materi album mereka. Namun, mereka berulang kali ditolak oleh berbagai label karena warna musik Dewa 19 yang cukup melenceng dari industri musik saat itu. Akhirnya, Dhani ketemu sama Jan Djuhana, pemilik Team Records. Jan tertarik dengan komposisi yang dikemas dalam master album perdana Dewa 19.

Ternyata, keputusannya tidak salah. Pada 1992, album Dewa 19, sama kayak nama bandnya, laris manis di pasaran. Album perdana ini jadi gerbang bagi mereka berlima menuju kesuksesan selanjutnya, termasuk dua penghargaan di ajang BASF Awards 1993.

Semakin Sukses dengan Album-album Setelahnya

Cerita Terbaik Dewa 19 di Album Terbaik Terbaik, Ari Lasso Pergi, Dul  Jaelani Datang! - Semua Halaman - Hai

Setelah kegemilangan album perdana, mereka berlima bersiap memenuhi kehausan penggemar atas karya mereka selanjutnya. Dibuatlah album kedua pada 1994 bertajuk Format Masa Depan. Pada waktu penggarapan album kedua, sang penggebuk drum, Wawan, kembali hengkang dari band. Oleh karena itu, suara gebukan drum pada album kedua adalah hasil karya Rere Reza dari Grass Rock dan Ronald.

Terbaik Terbaik lahir pada 1995. Album ini dapat berbagai penghargaan, baik secara album keseluruhan maupun lagu yang digunakan sebagai single, “Cukup Siti Nurbaya”. Tidak ingin memiliki selot kosong dalam tubuh Dewa 19, mereka menggaet Wong Aksan sebagai penggebuk drum untuk melancarkan album selanjutnya. Pada album ini, Dewa 19 kembali dianugerahi berbagai penghargaan oleh BASF Awards

Kayak enggak pernah puas, Dewa 19 yang udah punya drummer yang cekatan, bikin album Pandawa Lima pada 1997. Pada album ini, penghargaan yang mereka raih lebih banyak lagi. Mereka dapet enam penghargaan di ajang AMI 2017.

Narkoba Menghancurkan Segalanya

6 Potret Transformasi Ari Lasso, Bukti Awet Muda Hingga Kini - Surabaya  Liputan6.com

Pada sekitar 1998, badai menerjang tubuh keutuhan Dewa 19. Mereka kalah telak kali ini. Ari dan Erwin menjadi pemadat akut ketika itu. Hal ini membuat Ari terpaksa dikeluarin dari band karena enggak kunjung tobat. Sedangkan, Erwin direhabilitasi dan dimasukin ke pesantren. Pada tahun yang sama, Wong Aksan didepak dari band dengan alasan permainannya yang terlalu nge-jazz.

Alhasil, tinggal Dhani dan Andra yang bertahan. Engak ada yang bisa diperbuat dengan dua personel. Tawaran manggung dan proses rekaman album selanjutnya terhenti ketika itu juga.

Masuknya Once dan Tyo

Konser Reuni Dewa 19 Ajak Once Mekel dan Tyo Nugros

Setelah melewati masa-masa suram, Dhani dan Andra enggak nyerah begitu aja. Dhani ngerekrut Elfonda Mekel (Once) dan Tyo Nugros buat ngisi posisi vokalis dan drummer. Dengan formasi empat personel, mereka ngerilis album Bintang Lima pada 2000. Nama mereka balik lagi jadi Dewa, enggak pakai 19. Mungkin mereka sadar kalau mereka udah di atas 19 tahun.

Kehilangan vokalis dalam sebuah band memang sangat riskan buat keberlangsungan sebuah band. Apalagi, Dewa 19 udah punya empat album sebelumnya yang sukses berat. Namun, album kelima mereka dengan seluruh vokalnya diisi sama Once lebih laris di pasaran daripada album-album sebelumnya. Banyak penghargaan juga berhasil mereka dapat dari album kelima ini.

Erwin masuk lagi pada 2002 setelah bersih total dari narkoba. Dia ikut andil di album keenam Dewa, Cintailah Cinta, yang enggak kalah sukses sama album-album Dewa sebelumnya. Di tahun yang sama, Erwin ditendang dari Dewa dan digantikan sama Yuke Sampurna.

Terus Menanjak hingga Puncak Karier

Dewa 19 - Kangen (Official Audio) - YouTube

Mulai 2003, Dewa menggelar tur konser 25 kota di Indonesia sekaligus ngajak Ari Lasso buat ikutan tur. Mereka juga ngerilis album dalam bentuk DVD bertajuk The Best of Dewa 19, sama kayak yang udah dirilis sebelumnya. Tahun-tahun setelahnya, mereka juga masih giat ngadain tur keliling Indonesia.

Selama 2003—2005, Dewa diundang buat main di Jepang, Korea Selatan, Amerika, Australia, dan Singapura. Dewa juga sempat main ke Timor Leste buat memeringati Hari Kemerdekaan Timor Leste.

Pada 2006, Dewa juga sempat pengen masuk ke pasar internasional yang ditandai dengan kontrak dengan label EMI Music International Hong Kong. Sayangnya, pasar internasional belum nyambung sama musik yang dibawain Dewa yang ketika itu mengusung album Republik Cinta.

Cover album yang jadi masalah

Dewa 19 - Album Laskar Cinta for Android - APK Download

Untuk kesekian kalinya grup band Dewa menghadapi masalah serius. Kali ini terkait logo album terbarunya, Laskar Cinta. Adalah Front Pembela Islam (FPI), organisasi pimpinan Habib Rizieq yang menyampaikan keberatan. Dewa dianggap melecehkan umat Islam dengan pemakaian logo itu. Pasalnya, logo tersebut adalah kaligrafi Lafdhul Jalalah (Allah) lafad yang diagungkan.

Tapi oleh grup yang dimotori Dhani Ahmad justru diinjak-injak dalam sebuah panggung pertunjukan. “Persoalannya penggunaan logo Allah ini tidak digunakan sebagaimana mestinya,” ungkap A. Yusuf Amir, pengacara FPI di Jakarta, baru-baru ini. FPI juga menilai antara logo dan lagu Laskar Cinta tidak bertalian. Lagu tersebut sama sekali tak mencerminkan napas Islam.

“Memuncaknya logo ini dijadikan alat panggung dan diinjak-injak,” tambah dia. FPI menuntut Dewa meminta maaf kepada umat Islam lewat media massa dan menarik seluruh peredaran kaset dan compact disc-nya. Yang dimaksud kuasa hukum FPI tersebut adalah pergelaran Dewa di sebuah stasiun televisi, pekan kedua April 2005.

Memang lambang tersebut dijadikan karpet atau alas yang merupakan bagian dekorasi panggung dan diinjak-injak para personel Dewa–Dhani Ahmad (kibor, vokal), Once (vokal), Andra (gitar), Yuke (bas) dan Tyo Nugros (dram). Sebenarnya yang pertama kali bereaksi adalah ustad Wahfiudin yang juga pengisi acara keagamaan di televisi tersebut.

Ia langsung menghubungi pimpinan stasiun dan membawa bukti buku The Cultural Atlas of Islam karya Profesor Doktor Ismail Raji al Faruqi, pendiri The International Institute of Islamic Thought, organisasi intelektual muslim di Amerika Serikat. Dalam buku yang sudah diterjemahkan ke bahasa Malaysia dan Indonesia oleh Mizan itu terdapat kaligrafi Lafdhul Jalalah yang dijadikan lambang album Dewa.

Ini memang persoalan sensitif dan berkaitan dengan rasa keagamaan. Itulah sebabnya, Dhani pun menyampaikan persoalan ini kepada Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa yang juga mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Di mata Gus Dur, persoalan tersebut hanyalah masalah kecil dan teknis. Gus Dur justru meminta Habib Rizieq dan FPI supaya tidak mempersoalkan lebih jauh masalah ini. Alasannya, masalah tersebut tidak prinsipil.

“Habib Rizieq tidak bisa berbicara atas nama umat. Pusing-pusing amat,” tandas Gus Dur. Sementara Dhani membantah dirinya dan Dewa telah sengaja melecehkan Islam. Menurut dia, itu semua berlangsung tanpa sengaja.

Dhani menyayangkan jika FPI menilai sebaliknya. “Oleh Bapak Rizieq ini seolah Dewa menginjak-injak Allah,” kata Dhani, kesal. “Tidak mungkin seorang Dhani Ahmad atau Dewa menghina umat Islam,” tegas Dhani, masih sewot. Dhani dan Dewa kini tengah berembuk untuk menggugat balik FPI dan Habib Rizieq atau cukup memaafkannya.

Masa Surut di Usia Senja

Ahmad Dhani Bongkar Salah Kaprah di Balik Nama Dewa 19 - JPNN.com

Setelah Republik Cinta, enggak ada lagi album bombastis yang dirilis Dewa. Album terakhir berhasil mereka rilis dalam bentuk kompilasi berjudul Kerajaan Cinta. Keropos mulai menjangkiti kekokohan dalam tubuh Dewa dengan vakumnya Tyo karena sakit pada kakinya. Dewa sempat satu kali ngadain tur ke Malaysia tanpa Tyo.

Setelah balik ke Indonesia, para personel mulai sibuk dengan proyek masing-masing. Kejenuhan mungkin jadi salah satu faktor yang bikin mereka beralih ke proyek lain.

Akhirnya, pada 2011, Once undur diri dari Dewa karena pengen fokus di karier solonya. Sejak saat itu, Once dan Dhani sepakat bahwa Dewa adalah band nostalgia buat seluruh personel Dewa.

Meskipun sudah bubar, Dewa/Dewa 19 enggak berhenti ngisi panggung-panggung musik tanah air. Pada 2013 aja, mereka beberapa kali ngisi acara yang berani ngundang mereka. Ada kabar yang nyebutin kalau salah satu sekolah di Makassar pernah memboyong Dewa dengan honor Rp850 juta. Hebat, ya?

Ahmadi Dani sang Pentolan

Ahmad Dhani Ungkap Rahasia di Balik Lagu-lagu Dewa 19 Halaman all -  Kompas.com

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Ahmad Dhani Prasetyo pada 29/1/2019. Majelis Hakim menyatakan pentolan band Dewa 19 ini terbukti bersalah atas perkara ujaran kebencian. Sejarah hidup Ahmad Dhani memang kerap kontroversial. Bermula dari musik, lalu terjun ke politik praktis, dan kini masuk bui.

Ahmad Dhani lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 26 Mei 1972. Ayahnya, Eddy Abdul Manaf bin Rusta Sastra Atmadja, berasal dari Garut, Jawa Barat. Sedangkan sang ibunda, Joyce Theresia Pamela Kohler, perempuan berdarah Jerman. Kakak tiri Dhani, Dadang S. Manaf, adalah sosok yang menginspirasinya bermain musik.

Tahun 1986, Dhani dan tiga temannya sesama siswa SMP Negeri 6 Surabaya, yakni Andra Junaidi Ramadhan (gitar), Erwin Prasetya (bass), dan Wawan Juniarso (drum), membentuk band bernama Dewa 19. Bersama Ari Lasso yang masuk belakangan, Dhani dan band-nya mulai merintis karier di kancah musik.

Musisi Calon Legenda

10 Potret Masa Muda Ahmad Dhani yang Sekeren Dul Jaelani

Ahmad Dhani merantau ke Jakarta pada 1991 untuk menawarkan lagu-lagu ciptaannya yang dibawakan Dewa 19. Setahun kemudian, upayanya membuahkan hasil. Album perdana bertajuk Dewa 19 yang dirilis pada 1992 laris di pasaran. Album-album selanjutnya pun tak kalah sukses, dari Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), juga Pandawa Lima (1997).

Kehilangan Ari Lasso yang kala itu terjerat narkoba tidak membuat Dewa 19 ditinggalkan penggemarnya. Kejelian Dhani menggaet Elfonda Mekel alias Once untuk mengisi vokal membuat Dewa (nama band yang dipakai saat itu) justru semakin berkibar.

Dewa formasi baru meluncurkan beberapa album yang hampir seluruhnya meledak di pasaran, yakni Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007). Tak dapat dipungkiri, Dhani adalah otak di balik kegemilangan ini.

Majalah MTV Trax edisi perdana tahun 2002 memasukkan Ahmad Dhani dalam jajaran “25 Musisi/Grup Paling Berpengaruh dalam Musik Indonesia. Selanjutnya, Majalah Rolling Stone juga menempatkannya ke dalam daftar “The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa.”

Pada 2011, Once mengundurkan diri dari Dewa yang membuat band ini terpaksa vakum membikin album. Dewa tertidur, nama Dhani bukannya luntur, tapi justru semakin masyhur. Ia membentuk Republik Cinta Manajemen (RCM) yang melahirkan serta menaungi banyak band dan musisi yang diidolakan publik.

Kontroversi Ahmad Dhani

Ahmad Dhani Pajang Foto Rizieq Shihab, Tulis Ahlan Wa Sahlan Ya Habibana  untuk Imam Besar FPI - Tribunnews.com Mobile

Setelah peluncuran album Laskar Cinta (2004), Ahmad Dhani harus berurusan dengan Front Pembela Islam (FPI). Ormas pimpinan Rizieq Shihab ini bahkan melaporkan Dhani ke Polda Metro Jaya pada 25 April 2005.

Dewa dianggap telah menyalahgunakan simbol-simbol Islam lantaran memuat kaligrafi bertuliskan “Allah” di sampul album Laskar Cinta. Dhani dan rekan-rekannya di Dewa juga dituding melecehkan Islam karena menginjak-injak karpet merah bertuliskan “Allah” saat konser yang disiarkan di televisi.

Kasus ini pada akhirnya berakhir damai. Dhani lolos dari jerat hukum setelah Dewa melakukan revisi logo dan mencetak ulang sampul albumnya yang kontroversial itu. Bahkan, nantinya Dhani dan FPI justru bergabung menjadi satu kubu dalam menyikapi dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Selain itu, Dhani sering pula tampil di layar kaca dengan menjadi juri beberapa program ajang pencari bakat yang cukup fenomenal macam Indonesian Idol, X-Factor, Rising Star Indonesia, juga acara-acara lainnya.

Dhani kian jadi sorotan lantaran kehidupan pribadinya yang kontroversial, termasuk perceraiannya dengan Maia Estianty. Dhani lalu menikahi Mulan Jameela yang pernah menjadi rekan duet mantan istrinya di Duo Ratu.

Kisah kontroversial lainnya adalah ketika putra ketiganya, Abdul Qodir Jaelani alias Dul yang saat itu masih berusia 13 tahun, mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi pada 8 September 2013. Mobil yang dikemudikan Dul tak terkendali dan mengakibatkan 7 korban tewas.

Berpolitik, Malah masuk Bui

Ahmad Dhani Divonis Penjara, Foto Ini Jadi Kenyataan - JPNN.com

Menjelang Pemilu 2014, Ahmad Dhani cukup aktif menyuarakan dukungannya kepada salah satu calon presiden yang bertarung kala itu, yakni Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa, menghadapi Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).

Sebelumnya, Dhani telah menunjukkan minatnya di ranah politik dengan mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Herman S. Sumawiredja dalam Pilgub Jawa Timur pada 2013. Dhani sempat pula dekat dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Nama Ahmad Dhani bahkan sempat masuk dalam bursa Pilgub DKI Jakarta 2017 meskipun pada akhirnya ia batal diusung partai manapun. Namun, Dhani tetap vokal dalam prosesi Pilgub DKI Jakarta ini.

Musisi jenius ini kerap menyoroti Ahok dan akhirnya tersandung perkara ujaran kebencian terkait twit-twitnya terhadap tokoh yang kemudian kalah di Pilgub DKI Jakarta dan harus masuk penjara lantaran kasus penodaan agama tersebut.

Gagal bertarung di ibu kota, Dhani akhirnya maju ke Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Sa’duddin yang diusung PKS, Gerindra, dan Partai Demokrat.

Akan tetapi, jumlah suara yang diraih pasangan Sa’duddin dan Ahmad Dhani kalah dari pasangan Neneng Hassanah Yasin dan Eka Supria Atmaja yang disokong oleh Golkar, NasDem, PAN, dan Hanura. Neneng kini menjadi tersangka dalam kasus suap Meikarta.

Menyongsong Pilpres 2019, Dhani kerap melancarkan komentar miring terhadap Jokowi yang menjadi Presiden RI ke-7 setelah memenangkan Pilpres 2014. Dhani yang lantas bergabung dengan Gerindra kini maju sebagai caleg untuk Pemilu 2019, bersama dengan istrinya, Mulan Jameela.

Namun, ambisi Dhani untuk bisa duduk di parlemen sebagai wakil rakyat di parlemen untuk Pemilu 2019 barangkali susah terwujud menyusul vonis 1,5 tahun penjara atas perkara ujaran kebencian yang diputuskan, kemarin. Ia kini bakal hidup di balik jeruji besi Lapas Cipinang Jakarta Timur, sembari menunggu proses banding berjalan di tingkat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.