Bukan Pandora Papers yang Sedang Viral, tapi Ini Virus Pandora, Salah Satu Virus Terbesar di Muka Bumi

Rabu, 06 Oktober 2021, 00:55 WIB
31

Belakangan ini sedang ramai dibicarakan soal Pandora Papers, yaitu dokumen yang berisi 12 juta file yang disebut menjadi kebocoran terbesar dalam sejarah. Isinya laporan keuangan dan aset tersembunyi, penghindaran pajak, dan kasus pencucian uang oleh beberapa orang terkaya dan berkuasa di dunia.

Di dalam Pandora Papers mencakup 6,4 juta dokumen, sekitar tiga juta gambar, lebih dari satu juta email, dan hampir setengah juta spreadsheet.

Gates Of Olympus

Sejumlah pejabat petinggi negara di dunia, termasuk Indonesia namanya ada yang masuk dalam laporan Pandora Papers yang dilakukan oleh lebih dari 600 jurnalis di 117 negara telah menelusuri dokumen dalam Pandora Papers yang berasal dari 14 sumber selama berbulan-bulan.

Namun kali ini Edisi Bonanza88 tak membahas soal Pandora Papers, namun soal virus Pandora, virus dengan wujud terbesar yang pernah ditemukan.

Pandoravirus, bigger and unlike anything seen before

Virus kategori raksasa ini pertama kali ditemukan pada tahun 2013. Virus Ini adalah terbesar kedua dalam ukuran fisik. Virus Pandora memiliki genom DNA untai ganda, dengan ukuran genom terbesar(2,5 juta pasangan basa) dari semua genus virus yang diketahui.

Virus pandora juga disebut-sebut sebagai terbesar karena memiliki sekitar 2.500 gen dan memiliki ukuran yang mencapai bilangan mikrometer atau sekitar seperseratus dari lebar rambut manusia. Ukuran ini jauh lebih besar dari mimivirus yang berukuran maksimal 700 nanometer dan hanya memiliki 1.000 gen.

Rise of Olympus

Virus pandora sebenarnya sejak lama, tetapi pada saat itu mereka diduga bakteri. Dua jenis virus pandora (saat itu bakteri) ditemukan terdapat dalam tubuh Amoeba. Pandoravirus salinus, digali di muara Sungai Tunquen lepas pantai Chile tengah.

Sementara yang lain, disebut Pandoravirus dulcis, berdiam di dasar kolam air tawar dangkal dekat Melbourne, Australia.

Berkat Dua Pasangan Prancis

look at sciences | Chantal Abergel et Jean-Michel Claverie

Virus Pandora ditemukan oleh tim ilmuwan Prancis yang dipimpin oleh suami dan istri Jean-Michel Claverie dan Chantal Abergel, diumumkan dalam sebuah laporan di jurnal Science pada Juli 2013.   Ilmuwan lain sebelumnya telah mengamati partikel pandoravirus, tetapi karena dengan ukurannya yang sangat besar, mereka tak menyangkan sebagai virus.

Menurut si penemu, Jean-Michel Claverie, virus ini sangat besar dan tidak memiliki bentuk teratur yang biasanya berhubungan dengan virus, maka pada awalnya ia berpikir itu adalah bakteri kecil. Timnya pergi pada berburu untuk virus raksasa ini setelah survei mengidentifikasi tanda-tanda mereka ada di dalam air laut.

Mereka lalu mengambil sampel sedimen dari pantai dekat Chili dan dari kolam di Australia. Kemudian mereka membawa sampel ke laboratorium mereka dan menempatkan mereka dalam larutan yang dikemas dengan antibiotik, dalam upaya untuk membunuh bakteri yang hadir.

Dan benar saja mereka menemukan dua jenis, pertama Pandoravirus salinus, dari Sungai Tunquen di Chile, dan Pandoravirus dulcis dari kolam air tawar dekat Melbourne, Australia.

“Menemukan virus jenis baru yang sangat berbeda dari yang pernah ada, meski cuma sekali dalam kurun waktu 50 tahun merupakan penemuan yang besar,” kata Chantal Abergel, salah satu tim penemu.

Virus Pandora Dibawa Alien?

Profesor dari Universitas Harvard Yakin Alien Pernah Kunjungi Bumi pada  2017 Halaman all - Kompas.com

Ketika tim mempelajari mereka, mereka menemukan bahwa kode genetik mereka adalah dua kali ukuran Megavirus, yang sebelumnya virus terbesar yang pernah ditemukan di sekitar 440nm.

Virus pandora memiliki cara reproduksi yang aneh dan berbeda dari virus kebanyakan. Jika kebanyakan virus memulai sel baru dengan membangun “kotak” kosong dan mengisinya dengan DNA dari waktu ke waktu, virus pandora melakukan kedua proses pada saat yang sama dalam proses yang disebut oleh tim penelitian sebagai “merajut”.

Perbedaan lain yang paling mencolok adalah 93 persen dari 2.500 gen virus pandora tidak dapat ditelusuri keturunannya di alam. Dengan kata lain, mereka benar-benar asing bagi makhluk bumi.

Hal ini menyebabkan para peneliti Prancis untuk percaya bahwa virus mungkin berasal dari zaman kuno atau bahkan planet lain, seperti Mars.

Claverie mengatakan kepada NPR: “Kami percaya bahwa mereka Pandoraviruses baru telah muncul dari jenis selular baru leluhur yang tidak lagi ada”. Dia melanjutkan untuk menjelaskan bahwa ada kemungkinan bahwa mereka datang dari planet lain, seperti Mars.

Atau bisa jadi virus ini pada awalnya berada jauh diatas atmosfir Bumi sebagai “makhluk atmosfir” selama beberapa waktu lamanya.

Para peneliti belum tahu juga, mengapa bentuk seluler pada virus dapat berbeda, tetapi mereka berspekulasi bahwa hal itu bisa saja terjadi karena mungkin virus berevolusi sebagai strategi untuk bertahan hidup.

Bahayakah Virus Pandora?

Virus - Pandoravirus Stock Photo by ©Giovanni_Cancemi 28641779

Dilansir dari National Geographic, Virus ini juga tidak berbahaya bagi manusia, malah memberikan keuntungan karena mengatur fitoplankton laut yang memproduksi setengah dari oksigen bagi planet kita dan juga membentuk basis rantai makanan.

Secara keseluruhan, tim menyimpulkan dengan, penemuan virus menunjukkan selama ini pengetahuan dalam dunia mikrobiologi masih minim.