Di Balik Strategi Cerdas Nike Memasarkan Produknya hingga Mendunia

Kamis, 30 September 2021, 19:04 WIB
17

Sejarah Nike, pada awal berdiri dikenal sebagai Blue Ribbon Sports (BRS), atlet trek Philip Knight dan pelatihnya, Bill Bowerman dari University of Oregon adalah pendiri perusahaan ini pada Januari 1964.

Revenue perusahaan tumbuh secara signifikan, sehingga pada tahun 1966, BRS membuka toko ritel pertama yang ada di Pico Boulevard, Santa Monica, California. Kerjasama antara BRS dan Onitsuka Tiger mulai merenggang pada tahun 1971. Kemudian BRS bersiap untuk memulai perusahaan sepatu sendiri. Sepatu sepak bola bernama “Nike”, adalah produk pertama BRS, yang dirilis pada musim panas 1971.

Secara resmi Februari 1972, BRS perkenalkan merk Nike. Nike berasal dari dewi kemenangan Yunani. Pada tahap selanjutnya, BRS, Inc kemudian secara resmi berganti nama menjadi Nike, Inc, pada tahun 1978. Ilie Năstase, merupakan atlet profesional yang mengawali kontrak dengan BRS/Nike.

Strategi brand ambassador atlet tampaknya menjadi strategi pemasaran utama yang mempengaruhi sejaarah pertumbuhan Nike. Hal ini disebabkan karena kebanyakan atlet memilih sepatu yang terbaik untuk mereka pakai. Sehingga Nike mulai mensponsori atlet. Selanjutnya sepatu Nike mensponsori John McEnroe, seorang petenis yang sedang mendapat perhatian pada saat itu karena dia akan terus-menerus menyumpah di depan wasit saat bermain.

Tahun 1979, Nike menjadi sepatu lari paling populer di negara-negara bagian. Pada perjalanannya sekarang Nike tidak hanya menjual sepatu, mereka mulai menjual Nike pakaian dan peralatan olahraga bagi kebanyakan olahraga. Namun popularitas Nike itu tidak cukup memuaskan. Reebok akhirnya melampaui penjualan sepatu Nike, hal itu cukup mengganggu Nike. Nike akhirnya membuat sepatu khusus untuk setiap cabang olahraga dan aktifitas.

Kisah Michael Jordan yang Jatuh Cinta Pada Adidas tapi Dikontrak Nike - Sport Tempo.co

Inovasi terbesar Nike adalah Michael Jordan, kontrak ini ditandatangani langsung oleh University of North Carolina. Hal ini lah yang membuat Nike unggul dalam berkompetisi dengan Reebok. Michael Jordan memang terkenal, namun bukan pilihan utama Phil Knight. Nike berusaha untuk mendapatkan Larry Bird dan Magic Johnson, 2 dari atlet yang sangat populer pada saat itu.

Nike telah mencapai 50% pangsa pasar di Amerika Serikat pasar sepatu atletik, dan perusahaan go public pada bulan Desember tahun1980. Keberhasilan luas pangsa pasar Nike sebagian besar disebabkan oleh iklan ‘word-of-foot’ (mengutip sebuah iklan cetak Nike dari akhir 1970-an), daripada iklan televisi.

Iklan televisi nasional pertama Nike dimulai pada bulan Oktober 1982 selama siaran dari New York Marathon. Iklan ini dibuat oleh biro iklan Wieden+Kennedy, yang terbentuk beberapa bulan sebelumnya pada April 1982.

Nike dan Wieden+Kennedy telah menciptakan banyak iklan cetak dan televisi yg dikenang dan terus menjadi agensi utama Nike saat ini. Wieden lah yang menciptakan slogan terkenal “Just Do It” untuk kampanye iklan Nike tahun 1988, yang dipilih oleh Advertising Age sebagai salah satu top 5 slogan iklan di abad 20, dan kampanye itu telah telah diabadikan dalam Smithsonian Institution.

Sejarah Nike mencatat, Desain “Swoosh” diciptakan pada tahun 1971 oleh Carolyn Davidson, mahasiswa desain grafis di Portland State University. Pertemuannya dengan Phil Knight terjadi pada sebuah kelas akuntansi dan ia mulai melakukan beberapa pekerjaan freelance untuk Blue Ribbon Sports (BRS). Logo Nike “Swoosh” merepresentasikan sayap di patung Dewi kemenangan Yunani yg terkenal, Nike, yang merupakan sumber inspirasi bagi banyak pejuang besar dan berani.

Sejarah Nike berlanjut pada tahun 1972 ketika BRS memutuskan untuk membuat sepatu atletik sendiri, BRS merasa perlu membuat brand baru untuk lini bisnis tersebut. Knight kemudian mendekati Davidson untuk mendapatkan ide-ide desain.

Pada Juni 1972, Davidson menyajikan sejumlah pilihan desain Knight dan eksekutif BRS lain, dan mereka akhirnya memilih merek global sekarang dikenal sebagai Swoosh. Davidson mengajukan tagihan sebesar $ 35 untuk pekerjaan tersebut.

Sepatu lari pertama yg memakai logo Swoosh diperkenalkan di US Track and Field Olympic Trials di Eugene, Oregon, pada Juni 1972. Hingga hari ini Nike masih terus menggunakan merek ini.

Revolusi Nike

Nike, Inc. | History & Facts | Britannica

Loncatan fenomenal yang pernah dilakukan dan berpengaruh terhadap reputasi dan kredibilitas Nike hingga saat ini adalah salah satunya dengan bergabungnya Michael Jordan sebagai brand ambassador. Kontrak Michael Jordan bersama Nike ditandatangani langsung oleh University of North Carolina. Dan, cara tersebut membuat Nike lebih unggul dibanding Reebok. Selain Michael Jordan, Nike juga berusaha menggaet atlet populer lain seperti Larry Bird dan Magic Johnson.

Tren positif bagi Nike pun naik dengan mencapai 50% pangsa pasar di Amerika Serikat untuk kategori sepatu atletik dan menjadi perusahaan go public pada akhir tahun 1980. Ternyata, masih ada beberapa faktor lain yang membuat Nike semakin melejit ke tangga puncak persaingan sepatu kala itu.

Di antaranya disebabkan lebih dominan dan suksesnya gaya iklan ‘word-of-foot’ (bersumber dari iklan cetak Nike dari akhir 1970-an) dibandingkan iklan televisi. Iklan Nike sendiri pertama kali mengudara di televisi pada bulan Oktober 1982. Di balik iklan Nike yang sukses, ternyata dua oarang kreator yang hebat, yaitu biro iklan Wieden dan Kennedy pada bulan April 1982.

Lewat kreasi Wieden+Kennedy, lahir iklan-iklan di media cetak dan televisi yang berkesan dan tak terlupakan. Jadi, tak salah agensi iklan tersebut menjadi partner setia bagi Nike hingga saat ini. Oke, pasti kamu tau slogan terkenal Nike saat ini, kan, “Just Do It”? Nah, Wieden lah ternyata yang menjadi aktor di balik nama mendunia tersebut.

Slogan “Just Do It” sebenarnya sudah ada sejak lama tepatnya sudah digunakan saat kampanye iklan Nike di tahun 1988. Bahkan, berkat kreasi Wieden tersebut, slogan Nike masuk ke dalam lima slogan iklan pilihan di abad 20. Kemudian, kampanye tersebut juga sudah diabadikan dalam Smithsonian Institution.

Memasuki era teknologi dan modernisasi, Nike turut menyambutnya dengan strategi yang jitu. Kala website di awal 2000-an sudah banyak diakses masyarakat sebagai media informasi, Nike memulai cara berjualan via online. Di tahun 1999, Nike memulai penjualan produknya secara langsung kepada konsumen lewat website resmi mereka.

The Beatles dan Nike

Nike owes its success to a Beatles song written in India — Quartz India

Nike pun sempat mendapat kritikan kala menggunakan lagu The Beatles yang berjudul “Revolution” tanpa izin dalam iklannya di tahun 1987. Akhirnya, gugatan kedua belah pihak berujung pada Nike yang harus membayar uang senilai US $ 250 ribu kepada Capitol Records Inc., yang memegang lisensi resmi lagu tersebut.

Akhirnya, lewat proses yang cukup panjang, Nike menghentikan penayangan iklan yang berlagukan “Revolution” milik The Beatles di bulan Maret 1988. Berikutnya, kerja sama antara Nike justru berlanjut ke John Lennon yang saat itu memutuskan berpisah dari The Beatles dan bersolo karier. Babak berikutnya pun berlanjut, Nike dan Lennon.

Yoko Ono, pasangan dari John Lennon sekaligus pemegang saham dan Direktur Apple Records mengizinkan Nike untuk menggunakan lagu “Instant Karma” milik John Lennon untuk iklan Nike berikutnya.

Di Balik Logo Nike

Nike Logo History And Evolution: A $34.8 Billion Image

Bukan cuma slogan “Just Do It”. Nike populer bukan hanya karena itu, melainkan juga logonya yang simpel, orisinil, dan autentik. Logo Nike yang menyerupai tanda centang benar, atau orang luar biasa menyebutnya “Swoosh” adalah kreasi dari seorang mahasiswa desain grafis di Portland State University bernama Carolyn Davidson pada tahun 1971.

Cerita pertemuan mereka berawal di sebuah kelas akuntansi dan dia saat itu memang sudah mengerjakan pekerjaan lepas (freelance) untuk Blue Ribbon Sports (BRS). Filosofi logo dengan nama Nike ternyata masih saling berkaitan, yaitu logo menggambarkan sayap pada patung Dewi Kemenangan dalam mitologi Yunani.

Davidson sudah hadir sejak Nike masih bernama BRS yang saat itu sedang fokus memproduksi sepatu atletik sendiri. Sampai pada akhirnya, Davidson menyajikan logo populer yang saat ini dinamakan “Swoosh”. Davidson sendiri kala itu masih diupah sebesar $ 35 saat bekerja membuat logo tersebut. Logo Swoosh pertama kalinya dikenalkan kepada publik saat US Track dan Field Olympic Trials di Eugene, Oregon, bulan Juni 1972. Akhirnya, terhitung saat itu Nike tetap memakai merk ini.

Menggandeng Atlet

Nike's faith in Tiger Woods finally pays offKisah mendunia Nike berlanjut hingga digunakan oleh banyak atlet profesional lain yang mendunia dalam beberapa cabang olahraga. Sebut saja Tiger Woods dari cabang olahraga golf. Tiger Woods menandatangani kesepakatan endorsment dengan nilai fantastis sekitar $ 40 juta.

Atlet populer lainnya yang pernah turut menjadi bagian dari Nike seperti striker kelas dunia asal Brazil, yaitu Ronaldo, Christiano Ronaldo dari Madrid, Didier Drogba, Neymar, Zlatan Ibrahimovic, Thierry Henry, Francesco Totti, Andres Iniesta, Landon Donovan, Thibaut Courtois dan Eden Hazard dari Chelsea, Ronaldinho sang raja samba dari Brazil, hingga Wazzaa alias Wayne Rooney pun menjadi brand ambassador Nike.

Selain secara personal, Nike juga sukses menggaet banyak tim sepak bola dunia untuk bekerja sama. Mulai dari Manchester United, F. C. Barcelona, Arsenal, F. C. Basel, Juventus, Clube de Regatasd Flamengo, Steau Bucuresti, AC Sparta Praha, Red Star Belgrade, Inter Milan, VfL Bochum, VfL Wolfburg, Hertha BSC Berlin, Borussia Dortmund, PSV Eindhoven, Valencia C. F., Urawa Red Diamonds, Kaizer Chiefs, Atlético de Madrid, NK Maribor, Glasgow Celtic, FC Porto, Paris Saint-Germain, Boca Juniors, dan Corinthians.

Produk-Produk Keluaran Nike

Jual Sepatu Golf Nike Tiger Woods Original - Jakarta Selatan - Berkah Golf | Tokopedia

Dewasa ini, Nike sudah menjadi sebuah perusahaan besar yang melingkupi berbagai peralatan olahraga. Produk pertama Nike sendiri sebenarnya adalah sepatu lari, yang menjadi jenis produk keluaran mereka yang populer hingga sekarang.

Nike saat ini sudah membuat jenis produk lain, seperti sepatu, kaos, celana pendek, bahkan untuk hal lain yang berhubungan dengan bidang olahraga. Antara lain seperti lintasan lapangan, bisbol, hoki es, tenis, sepak bola, bola basket, hingga kriket.

Berlanjut ke seri populer pertama mereka yang tetap digandrungi hingga kini, yaitu Nike Air Max, dirilis pada tahun 1987. Berlanjut seri populer lain seperti Air Huarace pada 1992. Masih ada jenis lain, seperti Nike 6.0, Nike NYX, dan Nike SB yang dirancang khusus untuk para skateboarder.

Seri-seri mutakhir lainnya yaitu Air Zoom Yorker yang diperuntukan sebagai sepatu kriket dengan desain 30% lebih ringan. Kemudian, masih ada keluaran paling masyhur mereka, yaitu Nike Air Jordan, dengan seri Air Jordan XX3 yang didesain berkinerja tinggi dan menyesuaikan keadaan para pebasket.

Ekspansi Nike di Asia Hingga ke Indonesia

Nike Alihkan Sebagian Produksi ke Indonesia, Imbas Perang Dagang AS-China : Okezone Economy

Meskipun penjualan fantastis terus diraup Nike, manufakturnya di Amerika Serikat bisa dibilang kurang berhasil. Walhasil, Nike menjelajahi kawasan Asia sebagai destinasi produksinya. Jepang menjadi negara Asia pertama yang jadi sasaran, lanjut ke Korea Selatan dan Taiwan, kemudian barulah akhir-akhir ini muncul juga di China dan kawasan Asia Tenggara.

Apa sih yang menjadi faktor Nike menjadikan kawasan Asia sebagi destinasi produksi mereka? Tak lain tak bukan karena tenaga kerjanya yang lebih murah, sehingga dengan low budget, mereka bisa mendapatkan hasil yang tetap maksimal. Tak seperti di negara Amerika Serikat yang biayanya lebih mahal, ya. Alasan itu akhirnya juga memberangkatkan produsen-produsen sepatu lainnya seperti Adidas dan Reebok.

Setelah melanglang buana ke banyak negara Asia, seperti Taiwan, Korea, dan Cina, akhirnya Nike menetapkan operasional produksinya di Thailand Selatan dan Indonesia karena pergolakan politik, aksi buruh, hingga kehilangan akses khusus untuk pasar Amerika Serikat yang terjadi di negara-negara sebelumnya.

Beroperasinya Nike di Indonesia ternyata sudah ada sejak penghujung tahun 80-an, tepatnya di tahun 1988. Selain itu, hampir sepertiga dari sepatu yang ada sekarang ternyata merupakan produk dari Indonesia. Tony Band selaku Koordinator Perusahaan Nike di Indonesia pada tahun 1994 sempat mengabarkan, bahwa ada sekitar 11 kontraktor atau perusahaan asal Indonesia yang digunakan oleh Nike untuk menjalankan operasional produksi Nike.

Meskipun jauh dari negeri asalnya, yaitu Amerika Serikat, pengerjaan Nike di Indonesia sebenarnya sudah melalui pengawasan ketat. Setiap pabrik produksi Nike di Indonesia mencek kualitas dan proses pembuatan yang sudah menyesuaikan persayaratan standar dari Nike sendiri.

Jadi, tak perlu khawatir kualitasnya menurun dibandingkan saat masih berada di Amerika Serikat. Kamu bisa menemukan pabrik yang memproduksi Nike di beberapa daerah yang baru berkembang dalam hal industri ringan seperti di Tangerang, Serang, dan bagian barat Jakarta.

Tags: