Cerita Menarik Di Balik Berdirinya Patung Liberty

Jumat, 31 Desember 2021, 11:02 WIB
54

Edisi Bonanza88, Jakarta  –Jika kalian pergi ke New York maka kalian akan melihat patung besar, berupa patung wanita yang membawa obor. Ya, patung Liberty. Patung ini merupakan hadiah dari rakyat Prancis kepada rakyat Amerika saat ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke-100.Hal ini merupakan ungkapan persahabatan antara kedua negara.

Patung ini di deasin oleh seorang pemahat Perancis yang bernama Frédéric-Auguste Bartholdi, selesai pada bulan Juli 1884. Setelah selesai dibuat di Prancis, patung tersebut dibongkar, lalu dikemas dalam 200 muatan besar untuk dikirim ke Amerika. Patung Liberty selanjutnya disusun kembali di Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York.

Sehingga patung ini merupakan patung penyambut siapa saja yang masuk ke USA sekaligus menunjukan betapa megahnya negeri paman sam ini. Namun karena lamanya proses pengepakan, patung Liberty baru bisa diresmikan oleh presiden Amerika ,Grover Cleveland pada tanggal 28 Oktober 1886 dan terhitung sepuluh tahun setelah HUT kemerdekaan Amerika yang ke-100.

Dengan tinggi 46 meter danberat 204 ton, Patung Liberty berdiri di atas landasan setinggi 46 meter. Sehingga total tinggi patung liberty plus landasannya setinggi 92 meter, benar benar tinggi laksana raksasa.

Simbol Persahabatan Dua Negara

Fakta Unik Tentang Patung Liberty Halaman all - Kompas.com

Patung Liberty adalah upaya antara Prancis dan Amerika Serikat (AS) memperingati persahabatan abadi antara rakyat kedua negara. Pematung asal Prancis, Frederic-Auguste Bartholdi menciptakan patung itu sendiri. Sementara, Alexandre-Gustave Eiffel, pria di belakang berdirinya Menara Eiffel yang terkenal, merancang kerangka baja patung itu.

Patung Liberty kemudian diberikan kepada Amerika Serikat (AS) dan didirikan di atas alas berdesain Amerika di sebuah pulau kecil yang sekarang dikenal sebagai Pulau Liberty. Dalam seremonialnya, pendirian patung ‘dipersembahkan’ oleh Presiden Grover Cleveland pada 1886.

Selama bertahun-tahun, patung tersebut berdiri tegak menyambut jutaan imigran yang tiba di AS melalui Pulau Ellis yang berada di dekatnya. Pada 1986, Patung Liberty juga sempat mengalami renovasi besar-besaran untuk menghormati seratus tahun berdirinya patung itu. Saat ini, Patung Liberty tetap menjadi simbol kebebasan dan demokrasi yang abadi, serta salah satu landmark paling terkenal di dunia.

Melansir History, Rabu, 17 Juni, ketika Perang Saudara Amerika hampir berakhir, sejarawan Prancis Edouard de Laboulaye mengusulkan agar Prancis membuat patung untuk diberikan kepada AS. Hal tersebut dalam rangka merayakan keberhasilan bangsa AS membangun demokrasi yang berkelanjutan.

Pematung Frederic Auguste Bartholdi, yang dikenal karena pembuatan patung berskala besar, memiliki mandat untuk mendesain patung itu tepat sebelum seratus tahun Deklarasi Kemerdekaan AS. Proyek ini menjadi upaya bersama antara kedua negara; Prancis bertanggung jawab atas patung dan perakitannya.

Sementara, AS membangun alas di mana patung itu akan berdiri. Patung tersebut pun otomatis menjadi simbol persahabatan antara kedua negara.

Karena kebutuhan dana untuk patung itu, pengerjaan patung tidak dimulai hingga 1875. Di Prancis, biaya publik, penarikan dana dari berbagai hiburan, dan lotre adalah beberapa metode yang digunakan untuk mengumpulkan dana.

Sementara, di AS, mereka memanfaatkan acara teatrikal, pameran seni, lelang, dan pemberian hadiah bagi yang berminat menyediakan dana yang dibutuhkan. Penyair Emma Lazarus menulis soneta yang terkenal The New Colossus pada 1883 untuk pelelangan seni dan sastra untuk mengumpulkan dana untuk alas Patung Liberty.

Patung Liberty juga memiliki nama lain, yaitu ‘Liberty Enlightening the World’ atau dalam bahasa Prancis ‘La Liberté éclairant le monde’. Patung tersebut menggambarkan seorang wanita memegang obor di tangan kanannya yang terangkat dan sebuah tabula ansata di kirinya dengan ukiran ‘4 Juli 1776’ yang merupakan tanggal Deklarasi Kemerdekaan AS. Wajah Patung Liberty terinspirasi dari wajah ibu sang pematung, Bartholdi.

Untuk membuat kerangka di mana “kulit” patung akan dirakit, Bartholdi meminta bantuan Alexandre-Gustave Eiffel, desainer Menara Eiffel. Bersama dengan Eugène-Emmanuel Viollet-le-Duc, Eiffel membangun kerangka Patung Liberty dari tiang besi dan baja.

Pada 1885, Bartholdi menyelesaikan patung itu, lalu dibongkar, dikemas dalam lebih dari dua ratus peti dan dikirim ke New York. Selama empat bulan, para pekerja di AS memasang kembali patung itu dan memasangnya di atas alas. Tinggi Patung Liberty mencapai 93 meter, termasuk alasnya. Pada 28 Oktober 1886, Presiden Grover Cleveland secara resmi mendedikasikan Patung Liberty di depan ribuan orang yang hadir.

Pada awal abad ke-20, oksidasi kulit tembaga Patung Liberty akibat paparan hujan, angin, dan matahari memberi warna hijau khas pada patung itu, yang dikenal sebagai verdigris. Pada 1984, patung itu ditutup untuk umum dan mengalami pemulihan besar-besaran. Bahkan ketika restorasi dimulai, PBB menunjuk Patung Liberty sebagai Situs Warisan Dunia. Pada 5 Juli 1986, Patung Liberty dibuka kembali untuk umum dalam perayaan seratus tahun berdirinya Patung Liberty.

Setelah serangan 11 September 2001, Pulau Liberty ditutup selama 100 hari; Patung Liberty itu sendiri tidak dibuka sampai Agustus 2004. Pada Juli 2009, mahkota patung dibuka kembali untuk umum, meskipun pengunjung harus membuat reservasi untuk naik ke mahkota Patung Liberty.

Awalnya Dipesan Penguasa Mesir

Gara-gara Trump, Wanita Ini Panjat Patung Liberty - WinNetNews.com

Awalnya patung Liberty adalah patung yang dipesan oleh penguasa Mesir, Said Pasha (1854-1863) untuk menjadi maskot Terusan Suez sebelum menjadi hadiah masyarakat Perancis untuk Amerika. Namun, sebelum pembuatan monumen itu selesai, Said Pasha meninggalkan kekuasaannya dan digantikan oleh Ismail Khadive Pasha. Ismail Khadive Pasha menangguhkan pesanan patung ini karena beberapa hal, salah satunya adalah terlalu mahal.

“Mesir menolak rencana pembangunannya karena memakan biaya yang sangat banyak (mahal),” tulis Jessica Chasmar. Fakta unik ini dilansir dari media Washington Times 26 November 2015, majalah Smithsonian menyebutnya dengan “little known fact”, fakta yang jarang diketahui orang. Sebab, Patung Liberty sudah terlanjur menjadi identitas Amerika Serikat.

Pembuat desain Patung Liberty adalah seorang pemahat patung asal Perancis bernama Frédéric Auguste Bartholdi. Sebelum menjadi patung raksasa yang menggambarkan  sesosok wanita berjubah, Dewi Romawi, dengan membawa obor di tangannya sebagai simbol Libertas yang kini bisa dilihat di pelabuhan New York, Bartholdi menuangkan idenya untuk membangun sebuah monumen raksasa yang menggambarkan seorang petani muslimah pelindung Terusan Suez dengan slogan “Egypt Carrying The Light of Asia” yang akan diberdirikan di gerbang masuk Terusan Suez ketika pembuatannya telah selesai. Bartholdi amat memimpikan monumen berharganya berdiri kokoh di gerbang Suez untuk menggambarkan kemegahan Mesir.

Namun, Bartholdi tidak berkecil hati dan kemudian mengubah idenya menjadi konsep yang sesuai dengan gagasan Édouard René de Laboulaye –seorang aktivis anti-perbudakan Perancis, profesor hukum dan politisi, sekaligus kawan Bartholdi- dari “Egypt Carrying The Light of Asia” menjadi “Liberty Enlightening The World”, yang menjadi nama resminya sejak tahun 1886 hingga kini.

Gagasan yang ia susun adalah bagaimana jika warga Perancis membangun satu monumen untuk merayakan kemerdekaan Amerika –yang pada akhirnya bertujuan untuk merekatkan relasi antar keduanya- dan apresiasi karena Amerika telah berlepas dari perbudakan. Give me your tired, your poor, Your huddled masses yearning to breathe free

Begitulah syair puisi terkenal yang ditulis oleh Emma Lazarus (1883) dan terukir di dasar monumen demi membantu pendanaan pijakan Liberty yang tak bisa dianggap murah. Masyarakat Amerika di New York juga membuka lapak sumbangan untuk membayar pembangunan tumpuan yang akan digunakan untuk melandasi Liberty ketika ia sampai. Pasalnya, Patung Liberty dibagi menjadi 350 bagian besar sebelum dikirimkan ke Amerika untuk kemudian diantar ke kapal negeri Paman Sam.

“Kita takkan pernah lupa bahwa kebebasan telah membangun rumahnya di sini, dan dia takkan mengabaikan tempat yang telah dia pilih.” Ungkap Presiden Amerika Claveland saat upacara peresmian menerima hadiah Liberty mewakili masyarakat Amerika.

Sejak itu, secara resmi Patung Liberty menjadi kepunyaan warga Amerika Serikat, simbol kemerdekaan mereka dan menggaungkan kepada dunia bahwa Amerika berdiri di atas kebebasan semua manusia. Kendatipun kebebasan yang mereka suarakan telah dicederai oleh mereka sendiri.

Sejatinya, Mesir memang tidak butuh patung atau monumen berharga selangit untuk menggambarkan kebesarannya. Sebab, kemapanan jiwa begitu indah tanpa menampakkan keagungan materi. Ketika sebuah bangsa memutuskan untuk berislam yang sejati, maka Allah akan membesarkannya dengan cara-Nya yang agung. Allah telah memuliakan Mesir dengan Islam yang lebih mulia dari hal lainnya.

Begitu banyak saksi sejarah yang menyaksikan runtuhnya suatu bangsa hanya dengan materi. Seperti Syah Jahan raja muslim India yang telah rela menghabiskan kas negara untuk membangun Taj Mahal. Akhirnya, ribuan pekerja mati, utang membengkak, ekonomi sulit, dan kelaparan membelit. Bahkan, Syah Jahan dipenjara oleh anaknya sendiri –Sultan Aurangzeb- sebagai hukuman agar ia jera.

Malik bin Nabi –seorang sejarawan al-Jazair- mengatakan bahwa peradaban berada pada puncaknya saat masyarakatnya didominasi oleh nilai-nilai spiritual. Lalu, saat berada pada kondisi stabil, peradaban didominasi oleh nilai-nilai rasional.

Dan, peradaban akan menuju kehancurannya saat didominasi oleh nilai-nilai nafsu, syahwat, dan materi. Karenanya, dapat dikatakan bahwa saat peradaban menanjak nilai yang dominan adalah spiritual; saat mendatar nilai yang dominan adalah rasional; dan ketika menurun nilai yang dominan adalah material.

Senada dengan pendapat Malik bin Nabi, Ibnu Khaldun juga menyatakan dalam bukunya, Muqaddimah: “Semakin besar kemewahan dan kenikmatan (hidup) mereka, semakin dekat mereka dari kehancuran, bukan tambah memperoleh kedaulatan.

Segala sesuatu yang telah berlalu bersama kemewahan dan tenggelam dalam hidup mudah, merusak pengaruh solidaritas sosial, yang melahirkan kekuasaan. Jika solidaritas sosial binasa, suku tersebut tidak akan mampu lagi mempertahankan diri sendiri, apalagi mengajukan klaim. Mereka akan ditelan bangsa lain. Jelas, bahwa kemewahan merupakan salah satu penghalang untuk mencapai kedaulatan.”

Patung Liberty Tiba di New York

Menguak Sejarah Patung Liberty Yang Diduga Terinspirasi dari Sosok Wanita  Muslim - Boombastis

Pada 17 Juni 1885, patung Liberty tiba di pelabuhan New York, Amerika Serikat (AS). Patung dibawa dari Prancis melintasi Samudra Atlantik.

Patung tembaga dan besi itu didirikan dan didedikasikan tahun berikutnya dalam sebuah upacara yang dipimpin oleh Presiden AS Grover Cleveland. Hingga kini pun patung dikenal di seluruh dunia sebagai simbol kebebasan dan demokrasi yang abadi.

Dilansir History, Patung Liberty dikirimkan sebagai hadiah 100 tahun kemerdekaan AS dari Prancis. Patung Liberty dirancang oleh pematung Prancis Frederic-Auguste Bartholdi (yang mencontoh ibunya sendiri), dengan bantuan dari insinyur Gustave Eiffel, yang kemudian mengembangkan ikon menara di Paris bertuliskan namanya.

Patung Liberty semula dijadwalkan selesai pada 1876, peringatan 100 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika. Namun upaya penggalangan dana termasuk lelang, lotre, dan pertandingan tinju membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan baik di Eropa dan AS di mana alas patung itu harus dibiayai dan dibangun. Patung itu menelan biaya sekitar 250 ribu dolar AS untuk Prancis (lebih dari 5,5 juta dolar AS dalam uang hari ini).

Akhirnya patung selesai di Paris pada musim panas 1884. Patung Liberty adalah sosok perempuan berjubah dengan lengan terangkat memegang obor. PAtun ini mencapai rumah barunya di Pulau Bedloe di Pelabuhan New York (antara Kota New York dan Kabupaten Hudson, New Jersey) pada 17 Juni 1885. Setelah dipasang kembali, patung seberat 450 ribu pound itu secara resmi dipersembahkan pada 28 Oktober 1886 oleh Presiden Cleveland.

“Kami tidak akan lupa bahwa Liberty di sini telah menjadikannya rumah, altar pilihannya tidak akan diabaikan,” kata dia kala itu.

Berdiri lebih dari 305 kaki dari fondasi alasnya ke puncak obornya, patung yang dijuluki Liberty Enlightening the World oleh Bartholdi, lebih tinggi daripada bangunan mana pun di New York City pada saat itu. Patung ini awalnya berwarna tembaga. Tetapi selama bertahun-tahun ia mengalami proses perubahan warna alami yang disebut patinasi yang menghasilkan rona biru kehijauan saat ini.

Saat ini, Patung Liberty adalah salah satu landmark paling terkenal di Amerika. Selama bertahun-tahun, patung itu telah menjadi tempat demonstrasi dan protes politik (dari hak pilih hingga aktivis anti-perang), telah ditampilkan dalam banyak film dan foto yang tak terhitung jumlahnya, dan telah menerima jutaan pengunjung dari seluruh dunia.

BERITA TERKAIT