Cerita Mistis Kota Hantu Bernama Fabbriche di Italia

Jumat, 31 Desember 2021, 13:41 WIB
46

Edisi Bonanza88, Jakarta – Fabbriche disebut juga sebagai Atlantisnya Italia. Kota ini awalnya berada di permukaan pada abad ke-12. Kota ini  menjadi umah bagi sekitar 150 penduduk, 31 rumah dan sebuah gereja batu yang kokoh. Menurut situs berita Italia La Repubblica, selama ratusan tahun, kota kecil itu adalah surga bagi pengrajin pandai besi.

Tetapi pada tahun 1946, itu berakhir ketika perusahaan energi Italia Enel membangun bendungan hidroelektrik di lembah sekitarnya. Danau Vagli yang merupakan danau buatan yang berada tidak jauh dari desa tersebut kebanjiran setelah pembangunan dam tersebut. Penduduk kota kemudian dipindahkan ke desa terdekat.

Terendam di bawah 34 juta meter kubik air, ternyata struktur masih utuh, termasuk rumah-rumah batu, jembatan, pemakaman dan Gereja San Teodoro. Dalam 75 tahun ketika Fabbriche di Careggine berada di dasar danau, orang yang mengunjungi tempat itu memiliki empat kesempatan untuk berjalan di antara batu-batu kuno yang tahan air, yakni batu yang berusia suda ada sejak tahun 1958, 1974, 1983 dan 1994.

Kini, Selama puluhan tahun. “Kota Hantu” itu akan terlihat. sebagaimana dilaporkan Lonely Planet, danau tersebut akan kembali mengering dan mengungkap keberadaan Desa Fabbriche di Careggine yang diperkirakan telah berusia lebih dari 13 abad.

Fenomena surutnya danau pun tentu menjadi pengalaman langka, karena orang bisa kembali melihat bangunan di Desa Fabbriche di Careggine yang telah lama tenggelam. Enel, organisasi yang mengelola dam di sekitar desa mengatakan bahwa ada kemungkinan pihaknya akan mengosongkan danau tersebut sekali lagi pada 2021.

Mengutip Visit Tuscany, menginjakkan kaki di desa yang dibanjiri dengan 34 juta kubik air adalah pengalaman yang langka. Sebab, pada 2016, danau di desa ini pernah ingin dikeringkan kembali hanya saja rencana tersebut urung dilaksanakan karena beberapa faktor.

Tenggelamnya Desa Fabbriche di Careggine

Fabbriche di Careggine', Desa Italia Kuno yang Terendam Air Lebih dari 70  Tahun | Indozone.id

Pembangunan dam di Sungai Edron menjadi awal petaka dari Desa Fabbriche di Careggine. Danau Vagli yang merupakan danau buatan yang berada nggak jauh dari desa tersebut kebanjiran setelah pembangunan dam tersebut.

Akibat kejadian tersebut, seluruh penduduknya terpaksa meninggalkan desa tersebut dan mengungsi ke tempat lain. Desa Fabbriche di Careggine seakan mengingatkan semua orang akan cerita legenda Atlantis, sebuah kota kuno yang tenggelam di dasar laut. Setuju nggak, bro?

Ada suatu hal yang menarik dari desa ini. Sejak kebanjiran, beberapa puluh tahun lalu, Danau Vagli ternyata pernah mongering selama beberapa kali tepatnya pada tahun 1858, 1974, 1983, dan 1994.

Bahkan, dalam waktu dekat, seperti dilansir Lonely Planet, danau tersebut akan kembali mongering dan mengungkap keberadaan Desa Fabbriche di Careggine yang diperkirakan telah berusia lebih dari 13 abad.

Fenomena surutnya danau ini pun tentu menjadi pengalaman langka bagi wisatawan, karena mereka bisa kembali melihat bangunan di Desa Fabbriche di Careggine yang telah lama tenggelam.

Enel, organisasi yang mengelola dam di sekitar desa mengatakan bahwa ada kemungkinan pihaknya akan mengosongkan danau tersebut sekali lagi pada 2021.

“Mengeringkan danau mungkin dapat meningkatkan pariwisata di wilayah ini. Karena siapa yang bisa melewatkan kesempatan untuk melihat kota bersejarah seperti itu?,” tulis pernyataan resminya.

Mengutip Visit Tuscany, menginjakkan kaki di desa yang dibanjiri dengan 34 juta kubik air adalah pengalaman yang langka. Sebab, pada tahun 2016, danau di desa ini pernah ingin dikeringkan kembali hanya saja rencana tersebut urung dilaksanakan karena beberapa faktor.

Enel pun mengatakan bahwa pengeringan Danau Vagli ditujukan untuk pembersihan danau tersebut. Pihaknya pun juga berencana meluncurkan pariwisata yang berkelanjutan yang mencakup pembukaan kembali situs-situs tertentu, membuat museum yang berfokus pada sejarah lokal, dan pembangunan kembali lingkungan alam.

Disebut sebagai kota Atlantis

Fabbriche di Careggine: Ancient village submerged since 1994 could  resurface | World News | Sky News

Mengutip Live Science, Fabbriche di Careggine merupakan sebuah kota yang sudah ada sejak abad ke 12. Kota yang terdiri dari 31 rumah dan sebuah gereja ini pernah dihuni sekitar 150 penduduk.

Selama ratusan tahun, kota kecil itu merupakan surga bagi para pandai besi menurut La Repubblica. Namun pada tahun 1946 riwayat kota tersebut terhenti ketika perusahaan energi Italia, Enel membangun bendungan hidroelektrik di lembah sekitarnya. Penduduk kota dievakuasi ke desa terdekat, dan kota itu dibanjiri air dan menjadi danau buatan, Vagli.

Setelah 75 tahun berada di dasar danau, pengunjung yang penasaran dengan Atlantisnya Italia itu sempat dapat melihat ketika danau dikeringkan. Terakhir mereka bisa melihat kota tersebut pada 1994.

Lalu anak dari mantan walikota kota setempat, Lorenza Giorgi baru-baru ini mengatakan danau itu kemungkinan akan dikeringkan lagi pada 2021 menurut CNN. Sementara perusahaan Enel juga mengatakan bahwa mereka mulai membahas rencana pengeringan danau, baik untuk membersihkan Danau Vagli, maupun untuk meningkatkan pariwisata di dearah tersebut.

Usut punya usut prospek pariwisata pengunjung “kota hantu” ini ternyata cukup menarik minat banyak orang. Pada 1994 misalnya, saat danau ini mengering sekitar 1 juta wisatawan berbondong-bondong menyaksikan kota tersebut.

Kota yang Hilang Lainnya

10 Best Things To Do in Pompeii - Julia's Album

Pompeii adalah salah satu kota zaman Kekaisaran Romawi kuno yang dibangun pada 7 SM. Kota ini hancur dan terkubur oleh lapisan abu vulkanik sedalam empat sampai enam meter yang berasal dari erupsi Gunung Vesuvius pada tahun 79.

Ketika ditemukan di dekat kota Napoli pada 1748, objek-objek yang terkubur masih dalam keadaan yang baik karena tidak adanya udara dan kelembaban di bawah lapisan abu vulkanik. Namun, abu Gunung Vesuvius tidak hanya mengubur rumah-rumah saja, tapi juga banyak penduduk Pompeii yang tidak berhasil kabur ketika gunung tersebut meletus.

Pompeii telah masuk ke dalam warisan budaya UNESCO dan menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Italia dengan jumlah pengunjung sekitar 2.5 juta setiap tahunnya. Penggalian masih terus dilakukan dan objek-objek yang tertimbun masih terus ditemukan sampai tahun lalu.

Selain Pompeii, ada juga kota Helike di Yunani. Kota ini tidak diketahui kapan berdirinya. Namun pada 373 SM, Helike tenggelam karena adanya gempa bumi yang disusul dengan tsunami. Kota ini baru ditemukan kembali pada 2001. Menariknya, tidak ada yang pernah tahu bahwa kota ini pernah ada. Penemuan-penemuan beberapa objeklah menunjukkan eksistensi kota ini di masa lalu.

Helike terletak di Achaea, sekitar 2 kilometer dari Teluk Korintus. Karena kondisinya yang sangat buruk, organisasi World Monuments Fund memasukkan Helike ke dalam daftar 100 Situs yang Paling Terancam Punah pada 2004 dan 2006.

Hilang tak Berbekas

Ternyata Ini 5 Penyebab Hilangnya Suku Aztec dari Peradaban : Okezone Travel

Orang-orang Aztec di Meksiko pernah menciptakan salah satu kerajaan terkuat di Amerika kuno. Meskipun banyak yang diketahui tentang kerajaan mereka yang telah berhasil ditemukan di wilayah yang kini menjadi Kota Meksiko, masih sedikit yang bisa diketahui terkait awal mula budaya Aztec.

Banyak yang menganggap Pulau Aztlan yang hilang sebagai tanah air kuno tempat orang-orang Aztec mulai terbentuk sebagai peradaban sebelum mereka bermigrasi ke Lembah Meksiko. Beberapa percaya itu adalah tanah mitos, mirip dengan Atlantis atau Camelot, yang akan terus hidup melalui legenda tetapi tidak akan pernah ditemukan dalam keberadaan fisiknya. Sebagian lainnya percaya itu adalah lokasi fisik yang benar-benar ada yang suatu hari nanti akan diidentifikasi.

Pencarian tanah Aztlan telah berlangsung dari Meksiko Barat, sampai ke gurun Utah, dengan harapan menemukan pulau legendaris tersebut. Namun, pencarian ini tidak membuahkan hasil, sehingga lokasi dan keberadaan Kota Aztlan yang hilang itu tetap menjadi misteri hingga kini.

Pembentukan peradaban di Aztlan berasal dari legenda. Menurut legenda Nahuatl, ada tujuh suku yang pernah tinggal di Chicomoztoc –“tempat tujuh gua”. Suku-suku ini mewakili tujuh kelompok Nahua: Acolhua, Chalca, Mexica, Tepaneca, Tlahuica, Tlaxcalan, dan Xochimilca (sumber yang berbeda memberikan variasi nama ketujuh kelompok tersebut). Ketujuh kelompok tersebut, yang merupakan kelompok yang memiliki bahasa yang sama, meninggalkan gua masing-masing dan menetap sebagai satu kelompok di dekat Aztlan.

Kata Aztlan berarti “negeri di utara; tanah tempat kami, suku Aztec, berasal.” Konon akhirnya, orang-orang yang mendiami Aztlan dikenal sebagai suku Aztec, yang kemudian bermigrasi dari Aztlan ke Lembah Meksiko. Migrasi Aztec dari Aztlan ke Tenochtitlán adalah bagian yang sangat penting dari sejarah Aztec. Ini dimulai pada 24 Mei 1064, yang merupakan tahun matahari Aztec pertama.

Hingga hari ini, keberadaan sebenarnya dari sebuah pulau yang dikenal sebagai Aztlan itu belum bisa terkonfirmasi. Banyak yang telah mencari tanah itu, dengan harapan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dari mana suku Aztec berasal, dan mungkin juga pemahaman yang lebih baik tentang sejarah Meksiko kuno. Namun, seperti kota-kota hilang lainnya, tidak jelas apakah Aztlan akan ditemukan.

Selain Aztlan, Dalam legenda Arthurian, Lyonesse adalah negara asal Tristan dari kisah legendaris Tristan dan Iseult. Tanah mitos Lyonesse sekarang disebut sebagai “Tanah Lyonesse yang Hilang”, karena pada akhirnya dikatakan telah tenggelam ke laut.

Namun, kisah legendaris Tristan dan Iseult menunjukkan bahwa Lyonesse dikenal lebih dari sekadar tenggelam ke laut, dan bahwa ia memiliki kehadiran yang legendaris saat ia masih berada di atas tanah. Meskipun Lyonesse sering disebut dalam cerita legenda dan mitos, ada beberapa kepercayaan bahwa kota itu mewakili kota yang sangat nyata yang tenggelam ke laut bertahun-tahun yang lalu. Dengan lokasi yang begitu legendaris, sulit untuk memastikan di mana legenda berakhir dan kenyataan dimulai.

Ada beberapa variasi dalam legenda yang mengelilingi tenggelamnya Lyonesse. Sebelum tenggelam, Lyonesse merupakan tanah yang luas, berisi seratus empat puluh desa dan gereja.

Lyonesse dikatakan menghilang pada tanggal 11 November 1099 (meskipun beberapa cerita menggunakan tahun 1089, dan beberapa berasal dari abad ke-6). Tiba-tiba daratan itu dibanjiri laut. Seluruh desa ditelan, dan semua penduduk serta hewan di daerah itu tenggelam.

Setelah tertutup air, tanah tersebut tidak pernah muncul kembali. Sementara dalam dongeng Arthurian legendaris, ada beberapa kepercayaan bahwa Lyonesse pernah menjadi tempat yang sangat nyata yang melekat pada Scilly Isles di Cornwall, Inggris. Bukti-bukti menunjukkan bahwa permukaan laut jauh lebih rendah di masa lalu, sehingga sangat mungkin bahwa daerah yang dulunya merupakan pemukiman manusia di atas permukaan tanah sekarang berada di bawah permukaan laut.

Ada juga kota Emas, El Dorado. Selama ratusan tahun, pemburu harta karun dan sejarawan sama-sama mencari El Dorado, kota emas yang hilang. Gagasan tentang kota yang dipenuhi emas dan kekayaan lainnya itu memiliki daya tarik alami, menarik perhatian individu dari seluruh dunia dengan harapan menemukan harta karun dengan nilai tertinggi, dan keajaiban kuno. Terlepas dari banyaknya ekspedisi di seluruh Amerika Latin, kota emas El Dorado tetap menjadi legenda, tanpa bukti fisik yang mendukung keberadaannya.

Kebenaran Tentang El Dorado, Kota Emas Legendaris

Asal-usul El Dorado berasal dari kisah-kisah legendaris suku Muiska. Setelah dua migrasi –satu pada 1270 SM dan satu antara 800 dan 500 SM, suku Muiska menduduki daerah Cundinamarca dan Boyacá di Kolombia. Menurut legenda, seperti yang tertulis dalam “El Carnero” karya Juan Rodriguez Freyle, Muiska mempraktikkan ritual untuk setiap raja yang baru diangkat yang melibatkan serbuk emas dan harta berharga lainnya.

Ketika seorang pemimpin baru diangkat, banyak ritual akan dilakukan sebelum dia mengambil perannya sebagai raja. Dalam salah satu ritual ini, raja baru akan dibawa ke Danau Guatavita, di mana dia akan ditelanjangi, dan ditutupi serbuk emas. Dia akan ditempatkan di atas rakit yang sangat dihias, bersama dengan pengiringnya dan tumpukan emas dan batu mulia. Rakit itu akan dikirim ke tengah danau, di mana raja akan membersihkan serbuk emas dari tubuhnya, sementara pembantunya akan membuang pecahan emas dan batu mulia ke dalam danau. Ritual ini dimaksudkan sebagai pengorbanan kepada dewa Muiska.

Tags:

BERITA TERKAIT