Cerita Si Pembuat Sepatu Adolf Dassler, Mantan Nazi yang Membangun Kerajaan Adidas

Rabu, 29 September 2021, 00:29 WIB
180

Adidas adalah salah satu apparel olahraga terkemuka di dunia. Produk asal Jerman itu muncul berkat sentuhan tangan dingin Adolf Dassler alias Adi Dassler. Karena itu, secara etimologi, kata Adidas berasal gabungan nama Adi dan Dassler. Adolf menggunakan tiga garis sebagai ciri khas produk sepatu buatannya.

Pria asal Jerman tersebut lahir pada 3 November 1900. Dia adalah anak kedua dari pasangan Christoph von Wilhelm dan Paulina Dassler. Adolf memiliki kakak bernama Rudolf Dassler. Pria kelahiran 26 Maret 1896 tersebut dikenal sebagai menjadi pendiri Puma. Keduanya memiliki afiliasi politik kepada Nazi.

Gates Of Olympus

Kisah Adolf membangun Adidas bermula ketika kehidupan Jerman porak-poranda seusai kalah di Perang Dunia I. Bersama kakaknya, Adolf membantu ayahnya bekerja di pabrik sepatu. Kebiasaan mereka berkecimpung di pabrik sepatu membuat keduanya, termasuk Adolf sangat mahir membuat sepatu.

Namun, Dassler bersaudara itu memutuskan berhenti bekerja dan keluar dari pabrik. Mereka akhirnya mendirikan perusahaan sepatu bernama Gebruder Dassler Schuhfabrik atau Pabrik Sepatu Dassler Bersaudara. Mereka mendirikan pabrik itu di tempat pencucian milik ibunya di Herzogenaurach.

Di situ, Adolf bertindak sebagai kepala produksi. Adolf sempat mengangkat pamor GDS setelah menjadi sponsor atlet asal Amerika Jesse Owens di Olimpiade 1936. Nama GDS makin dikenal setelah Owens meraih empat medali emas.

Sayang, ketika Adolf Hitler bersama Nazi dan menguasai Jerman, Dassler bersaudara diwajibkan mengikuti wajib militer. Adolf saat itu ditugaskan berperang di front barat melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Dari sinilah muncul pertikaian Dassler bersaudara yang berujung munculnya Adidas dan Puma. Pasalnya, komunikasi mereka sempat merenggang karena situasi tersebut.

Mantan Anggota Nazi, Pencipta Sepatu Adidas

Rise of Olympus

Bahkan, Rudolf memutuskan meninggalkan GDS, yang lantas mendirikan Puma. Sementara Adolf kemudian mengubah nama pabrik sepatunya dari GDS menjadi Adidas. Dari perusahaan itu, Adolf makin mempopulerkan Adidas ke penjuru dunia hingga dirinya meninggal di Herzogenaurach pada 6 September 1978.

Kerajaan Adidas kini diwarisi kepada putranya, Horst Dassler, yang semakin melebarkan sayap setelah mengakuisisi Reebok untuk bersaing dengan Nike. Di era modern, Adidas dan Nike bersaing ketat. Di sepak bola, Adidas menjadikan Lionel Messi duta besarnya, sementara Nike memilih Cristiano Ronaldo.

Adidas Lahir di Herzogenaurach

Paling Murah Rp 61 Jutaan, 5 Sepatu Adidas Ini Harganya Bikin Merinding!

Perusahaan Adidas didirikan di Herzogenaurach, Jerman pada tahun 1920 oleh dua bersaudara Adolf (Adi) Dassler dan Rudolf Dassler, dimana pada awalnya perusahaan ini hanya memproduksi selop.

Sejarah merek sepatu yang sangat terkenal ini dimulai pada tahun 1920 oleh Adolf Dassler di ruang cuci milik ibunya. Pada saat itu Adolf Dassler membuat eksperimen kecil-kecilan dengan membuat sepatu olahraga. Karena tingginya kualitas sepatu yang dihasilkan, akhirnya eksperimen tersebut mulai membuahkan hasil. Pada tahun 1924, Adolf Dassler dan saudaranya Rudolf Dassler mendirikan “Dassler Brothers OGH” yang merupakan cikal bakal Adidas sekarang.

Komitmen Adolf Dassler pada kualitas membawa Dassler Brothers sebagai produsen sepatu berkualitas tinggi sehingga sering dipakai oleh atlit-atlit legendaris pada ajang Olimpiade. Setelah berbagai inovasi yang mereka lakukan, pada tahun 1927 Adidas sudah berhasil merancang sepatu khusus untuk berbagai keperluan olahraga, pada tahun berikutnya mereka memberikan sepatu secara cuma-cuma kepada peserta Olimpiade Amsterdam.

Puncak ketenaran sepatu Dassler Brothers adalah ketika Jesse Owen menjadi atlit paling sukses pada Olimpiade Berlin pada tahun 1936 dengan mengenakan sepatu buatan Dassler Brothers. Didukung oleh kemajuan teknologi terutama pada pertelevisian, Adidas menikmati keuntungan dari event olahraga seperti Olimpiade, Piala Dunia dan Piala Eropa.

Walaupun berbagai kemajuan yang diraih oleh Dassler Brothers, pada tahun 1948 konflik antara Dassler bersaudara berakibat pada pecahnya perusahaan mereka. Adolf Dassler menjalankan sendiri perusahaan sepatunya dengan mengambil nama kecilnya “Adi” dan mengkombinasikan dengan potongan nama keluarganya sehingga menjadi Adidas, ia pun mendaftarkan logo Three-Stripes yang melegenda sebagai trademark dari Adidas. Sedangkan saudaranya, Rudolf Dassler berpindah ke bagian lain dari kota itu dan mendirikan perusahaan olahraga miliknya sendiri, Puma.

Pada tahun 1971, Muhammad Ali dan Joe Frazier yang menjadi ikon olahraga tinju pada saat itu sudah mulai menggunakan sepatu Adidas, kemudian Olimpiade Munich pada tahun berikutnya mencatatkan 1.164 atlit peserta Olimpiade Munich menggunakan sepatu Adidas dari total 1.490 atlit yang berpartisipasi pada ajang olahraga tersebut. Hal tersebut menjadikan era 70-an menjadi era keemasan Adidas sehingga menjadikannya sebagai market leader.

Adidas sempat mengalami krisis pada awal tahun 1980 dimana Nike perusahaan sepatu olahraga asal Amerika Serikat merebut kejayaan Adidas di pasar internasional, namun Adidas berhasil mengembalikan pamornya pada tahun 1986 ketik Run D.M.C, sebuah grup rap asal New York membuat lagu yang berjudul “My Adidas”, dan sekaligus mempopulerkan sepatu Adidas tanpa menggunakan tali atau Slip On yang mereka pakai. Hal tersebut menjadi gaya tersendiri yang banyak ditiru oleh fans-fans mereka.

Sejarah Singkat Adidas | | Letter F

Pada era 90-an terutama di Amerika Serikat dan Eropa berkembang pemikiran bahwa generasi muda cenderung menghindari apapun yang orang tua mereka pakai, termasuk dalam urusan sepatu. Mereka menghindari pemakaian Nike dan Reebok yang dulu dipakai oleh orang tua mereka. Sehingga produk Adidas yang sudah berumur 20 tahun lebih menjadi barang koleksi yang dicari dan mahal harganya.

Produk Adidas dicari oleh banyak orang, khususnya melalui media internet, Ebay.com. Hal ini pun dimanfaatkan oleh Adidas untuk memproduksi dan mengeluarkan kembali (re-issue) beberapa model sepatu populernya seperti Adidas Rom, Adidas Rekord, Adidas Athen dan Adidas Dublin. Hal ini mengangkat status Adidas itu sendiri.

Tahun 2005, Adidas mengakuisisi rivalnya Reebok, dalam upaya memperketat persaingan dengan Nike. Selama lebih dari 80 tahun lamanya grup Adidas telah menjadi bagian dari dunia olahraga. Dengan banyaknya cabang olahraga yang dimasuki oleh produk Adidas dan outlet yang disebar hampir di setiap negara grup Adidas bisa di kategorikan sebagai perusahaan mendunia dan sempat menguasai pasar dunia olahraga.

Menurut Aldi ketua dari komunitas Three Foil Bandung, awal mula Adidas Originals masuk ke Indonesia adalah ketika kultur casual pada tribun sepakbola di Eropa sedang marak pada tahun 90-an, dimana setiap fans garis keras dari setiap klub bola di Eropa datang ke stadion dengan berpakaian rapih dan memakai barang-barang branded Eropa terutama Adidas untuk mengelabuhi polisi.

Kemudian fans-fans sepakbola dari Asia mulai melihat gaya berpakaian fans bola Eropa dan banyak mengadopsinya, sehingga permintaan Adidas Originals sempat melonjak di benua Asia saat itu, melihat keuntungan tersebut akhirnya pada tahun 1996 Adidas memutuskan untuk bekerjasama dengan produsen sepatu asal Indonesia yaitu PT Panarub Industry Co. Ltd yang memproduksi Adidas untuk kemudian di pasarkan PT Trigaris Sportindo untuk pasar Indonesia.

Jadi Sepatu Mahal

adidas NMD Red Apple New York City Release Date | SneakerNews.com

Beberapa tahun terakhir, tiga sepatu Adidas yang tercatat sebagai sepatu termahal tahun lalu adalah Adidas NMD R1 Red Apple, harganya mencapai 1.747 dolar AS. Satu produk kolaborasi mereka bersama BAPE, Adidas NMD R1 Bape-Olive Camo, mencapai seribu dolar AS.

Sementara kolaborasi lain bersama Kanye, Adidas Yezzy Boost 750-Glow In The Dark, mencapai 1.184 dolar AS. Di Indonesia, sejak akhir 2016 hingga pertengahan 2017, NMD masih menjadi primadona setiap ada acara penjualan sneaker.

Sepatu jenis ini masih menjadi yang paling banyak dijual dan dicari. Pada 2016, Adidas merilis dua sepatu yang dibuat untuk teman-teman dan keluarga dekat. Pertama, Adidas NMD “Pitch Black” yang hanya dibuat 500 di seluruh dunia. Sebanyak 50 buah sepatu ini dibuat dengan kemasan khusus, dan 100 pasang sepatu lain diberikan secara gratis melalui SnapChat. Sepasang sepatu NMD jenis ini dijual seharga 2.972 dolar AS.

Adidas juga berkolaborasi bersama Pharrell William dan membuat Adidas Pharrell Human Race NMD, “Friends and Family”, yang harganya mencapai 7.535 dolar AS. Nike Air Jordan masih merilis beberapa merek dan mendominasi pasar purna jual sneaker tahun 2016.

Setidaknya ada empat jenis Air Jordan yang diluncurkan dan diburu para sneakerhead. Pertama dan yang paling utama adalah Air Jordan 1 Retro Satin yang dijual dengan harga retail 175 dolar AS tetapi harga purna jualnya mencapai 1.955 dolar AS. Air Jordan 23 Trophy Room-White dijual dengan harga 1.227 dolar AS. Sementara Air Jordan 2 Retro Just Don-Beach seharga 905 dolar AS, dan jenis terakhir, yakni Air Jordan 12 Retro Wings, dijual 858 dolar AS.