Chemistry, Komunitas Pesta Seks di New York City yang Kembali Hidup Setelah Terjangan Pandemi

Minggu, 24 Oktober 2021, 04:05 WIB
57

Chemistry adalah sebuah komunitas yang khusus menyelenggarakan pesta seks di New York City. Sebenarnya format pesta bersifat pribadi, artinya tamu yang diperbolehkan masuk hanya khusus mereka para anggota komunitas Chemistry. Tapi ternyata untuk bergabung ke dalam komunitas ini tidak membutuhkan proses yang berbelit-belit.

Bagi seseorang yang mau bergabung, dia cukup mengunjungi situs web Chemistry. Setelah situs terbuka, ada bagian khusus pendaftaran yang nanti calon anggota akan diminta mengirim email serta mengisi kuesioner. Ketika calon anggota sudah diseleksi dan lolos kualifikasi, dia bakal langsung dinyatakan keterima sebagai anggota baru. Kemudian sang anggota baru hanya perlu menunggu tanggal pesta berikutnya tiba untuk menikmati sensasi keseruan Chemistry.

Extra Chilli

Bulan Februari 2020, Chemistry mengadakan pesta tepat pada perayaan Valentine. Kala itu virus corona masih sekedar isu yang lucu bagi masyarakat New York City. Alhasil, para anggota Chemistry tidak ada rasa takut sama sekali untuk berkerumun, berkumpul bersama di tempat umum. Lokasi pesta sendiri secara tepatnya menggunakan sebuah bangunan gudang di kawasan Bushwick, Brooklyn.

Para tamu pesta menggunakan kostum yang sesuai aturan pesta. Mereka semua menggunakan topeng dan pakaian dokter. Saat masuk ke ruangan utama, para pengunjung pesta wajib melepaskan topengnya bersama pakaian mereka, alias benar-benar telanjang. Tentu ruangan utama menyediakan minuman beralkohol seperti wiski.

Jumlah pengunjung semakin padat ketika acara pesta memasuki bagian pertunjukan olok-olok. Tapi sepuluh menit setelah pertunjukan olok-olok dimainkan, ruangan utama langsung sunyi dari kehadiran pengunjung pesta. Ya, setelah pertunjukan berakhir, orang-orang langsung bergerak cepat masuk ke ruangan-ruangan lain yang ada di sana. Ruangan-ruangan lain yang dimaksud disebut dengan istilah “ruangan bermain”.

Desain ruangan bermain dilengkapi tempat tidur yang kasurnya dijamin sangat nyaman. Dekorasi ruangan juga dihiasi lampu remang-remang berwarna ungu atau pink yang menunjang gairah bercinta. Pesta itu kebetulan dihadiri oleh seorang wanita lesbian yang merupakan anggota baru bernama Lindsey. Dia untuk kali perdana ikut serta ke pesta garapan Chemistry sehingga masih belum banyak mengetahui alur pestanya.

Ketika Lindsey ada di ruangan bermain, dia tiba-tiba dihampiri oleh sepasang kekasih pria dan wanita. Si wanita memiliki payudara yang begitu montok, membuat Lindsey yang lesbian tergiur seketika. Lindsey terkejut begitu melihat si wanita mendekati telinganya dan berbisik, “Apakah Anda keberatan jika saya ikut kami bercinta?”.

Koi Gate

Lindsey sengaja datang ke pesta Chemistry untuk memuaskan dahaganya yang sering tertahan selaku lesbian. Ia sangat ingin bisa bercinta sepuasnya dengan wanita yang menurutnya mampu membangkitkan gairahnya. Alhasil, Lindsey tak menolak ketika si wanita yang menghampirinya memberikan kode keras ajakan bercinta.

Tubuh Lindsey yang sudah dipenuhi libido segera bergerak menuju ranjang. Dia bersama sepasang kekasih pun menjalani seks bertiga. Lindsey sangat puas dengan pengalaman yang didapatkannya dari pesta Chemistry. Kehausan akan hasrat seksnya terpenuhi tuntas di ruangan bermain tadi.

Namun hal yang tidak pernah Lindsey kira, pesta Chemistry perdananya sekaligus menjadi yang terakhir baginya di tahun 2020. Tak lama setelah pesta bulan Februari 2020, virus corona datang menyerbu kota New York City. Masyarakat diminta mematuhi aturan Lock Down untuk mencegah penyebaran virus. Semua penduduk New York City tak bisa ke mana-mana, berdiam di rumah, sembari berdoa dan berharap agar selamat dari terjangan virus corona yang memang pada akhirnya sungguh mematikan, menelan banyak korban jiwa.

Pandemi Menyurutkan Hasrat Seks Berkelompok

Cool But Covert Things to Do in New York | TopView Sightseeing

Selama masa Lock Down, banyak orang di New York City mengalami tekanan berat dalam kehidupan seks mereka. Banyak yang dilanda stres hingga depresi akibat libido mereka tertahan sepenuhnya. Lock Down membuat pesta seks mustahil terselenggara, sementara masyarakat New York City umumnya sudah menjadi kebiasaan melampiaskan nafsu seks ke acara-acara pesta seks seperti Chemistry.

Tapi banyak pula yang tetap bisa melewati fase Lock Down dengan menjalankan inovasi-inovasi kehidupan seks. Ada pasangan yang mencoba posisi baru dalam bercinta, ada seseorang yang tiba-tiba intens menggunakan mainan seks, menonton porno, atau sexting di jejaring dunia maya. Sayangnya, segala inovasi yang dilakukan tidak benar-benar menyelamatkan kewarasan kehidupan seks warga New York City. Tetap banyak yang dilanda stres berat akibat nafsu birahinya yang sebelumnya terbiasa tersalur lewat pesta seks, mendadak berhenti seketika.

Sejarah peradaban manusia mengenai seks, memang telah lama dekat dengan metode seks berkelompok. Manusia-manusia zaman paleolitikum kerap melukis pemandangan sebuah kelompok yang sedang bercinta ke dinding gua. Bangsa Romawi menjadi tuan rumah bagi budaya mabuk-mabukan dan pesta seks yang legendaris. Cleopatra diduga tidur dengan lebih dari seratus pria dalam satu malam.

Berdasarkan rekam jejak historis, seks berkelompok juga bersifat ritualistik dan religius, dan karena itu penyelenggaraannya sering dipaksakan. Seiring berjalannya waktu, pandangan kuno tentang seks berkelompok tentu mengalami perubahan drastis. Seks berubah menjadi salah satu sarana rekreasi paling menghibur dalam kehidupan masyarakat.

Seks kelompok sebagai rekreasi  kerap pula dikaitkan dengan proses mencari status sosial. Khusus legitimasi status sosial dalam praktek pesta seks berkelompok sebenarnya  tergantung pada pengaturannya. Intinya begini, manusia tidak seperti mamalia lain; manusia sewajarnya melakukan seks secara pribadi dengan seseorang. Jika ada manusia yang berani berbuat di luar kewajaran, itu bisa menjadi pengalaman seks yang luar biasa.

Di era modern, seks berkelompok adalah fantasi paling umum. Namun pandemi virus corona mengubah stigma ini lumayan masif di Amerika Serikat. Setelah masa Lock Down berakhir, banyak orang di Amerika Serikat mengalami perubahan referensi dan ketertarikan terhadap seks. Orang-orang jadi lebih suka melakukan seks dengan satu orang saja. Mereka kebanyakan juga jadi lebih sering masturbasi. Anjuran masa pandemi untuk menghindari bertemu orang lain membuat hasrat seseorang untuk bercinta dengan banyak orang, terutama seks berkelompok, menjadi kurang menarik lagi.

Pesta Seks Chemistry Hidup Lagi

Clubbing Is a Lifeline—and It's Back | The New Yorker

Gemerlap pesta seks di New York City selama periode puncak pandemi Covid-19 memang surut. Tapi geliat bisnis pesta tetap ada beberapa yang berusaha terus bertahan hidup menjalankan operasionalnya. Komunitas swingers pada bulan November 2020 masih menyelenggarakan pesta seks di New Orleans. Pesta berlangsung meriah, meski kemudian diketahui kalau ada 41 peserta pesta yng dinyatakan positif terkena virus corona.

Demi meminimalisir bahaya virus corona, beberapa EO pesta seks menurunkan jumlah tamu undangan yang diperbolehkan ikut, maksimal biasanya 10 atau 20 orang saja. Pesta seks besar-besaran formatnya juga agak dimodifikasi jadi pesta gang bang atau pesta bukkake. SOP pesta turut disertai aturan baru mewajibkan tamu undangan menggunakan masker.

Bagaimana dengan Chemistry? Mereka tampak anteng menahan diri. Chemistry baru terlihat berjalan lagi operasionalnya pada bulan Juni 2021, itu pun bukan pesta seks. Chemistry hanya menggelar pertemuan biasa tanpa pesta sama sekali. Bagi Chemistry, sungguh kurang elok langsung mengadakan pesta seks tepat setelah banyak warga New York City yang dilanda duka akibat virus corona. Bagi Chemistry, hal pertama yang terpenting adalah memberikan rasa untuk saling menguatkan terlebih dahulu di antara sesama anggota komunitas.

“Pertemuan ini adalah sesuatu yang kami rencanakan selama pandemi untuk menjaga hubungan dengan komunitas kami tanpa pesta,” ucap Kenny Blunt, salah satu pendiri dan direktur eksekutif Chemistry.

Bagaimana dengan Chemistry? Mereka tampak anteng menahan diri. Chemistry baru terlihat berjalan lagi operasionalnya pada bulan Juni 2021, itu pun bukan pesta seks. Chemistry hanya menggelar pertemuan biasa tanpa pesta sama sekali. Bagi Chemistry, sungguh kurang elok langsung mengadakan pesta seks tepat setelah banyak warga New York City yang dilanda duka akibat virus corona. Bagi Chemistry, hal pertama yang terpenting adalah memberikan rasa untuk saling menguatkan terlebih dahulu di antara sesama anggota komunitas.

“Pertemuan ini adalah sesuatu yang kami rencanakan selama pandemi untuk menjaga hubungan dengan komunitas kami tanpa pesta,” Kenny Blunt, salah satu pendiri dan direktur eksekutif Chemistry.

Memasuki minggu keempat bulan Juli, momen yang ditunggu-tunggu semua anggota komunitas Chemistry tiba. Chemistry akhirnya kembali menyelenggarakan pesta seks yang kira-kira sudah 540 hari lamanya vakum. Lokasi pesta diadakan di salah satu area perumahan kawasan Bushwick. Setiap tamu yang datang menerima pesan singkat lewat email dengan isi berbunyi kalimat, “Silakan masuk dari jalan dengan tenang—kami tidak pernah ingin menarik perhatian dunia luar tentang apa yang terjadi di dalam!”.

Seperti biasa, bagi tamu pesta yang baru pertama kali datang, mereka akan diminta menandatangani surat perjanjian. Sementara ada tambahan aturan baru di pintu masuk. Para petugas Chemistry akan meminta satu per satu pengunjung untuk menunjukkan bukti vaksinasi dan hasil tes negatif virus corona. Masuk ke dalam, ada loket lagi yang mana para pengunjung membeli tiket masuk seharga $70 atau setara Rp 991 ribu.

Desain ruangan pesta dibuat layaknya ciri khas komunitas Chemistry. Ada ruangan utama tempat penyelenggaraan seremoinal pertunjukkan olok-olok. Isi pertunjukkan olok-olok dibuka dengan MC wanita berpakaian super seksi membacakan aturan pesta, “Tidak ada yang boleh membawa ponsel. Tidak ada yang boleh memotret. Tidak ada cinta.” Kemudian sang MC wanita melepaskan seluruh pakaiannya, bertelanjang di hadapan semua pengunjung. Ia menampilkan bagian intimnya dan menunjuk beberapa pengunjung secara acak untuk menjilatnya.

Pertunjukkan olok-olok hanya berlangsung 10 menit. Pesta kemudian berlangsung bebas, para pengunjung boleh saling bercinta di ruangan bermain yang disediakan. Layaknya pesta seks Chemistry sebelum-sebelumnya, semua pengunjung boleh gonta-ganti pasangan, berulang kali bercinta, sambil menggunakan kondom.

Tapi ada satu hal yang sangat berbeda di pesta itu. Pesta berlangsung dengan aura keintiman yang lebih hangat daripada biasanya. Semua pengunjung tampak larut dalam euforia pesta karena memiliki kesamaan perasaan; mereka sama-sama baru saja keluar dari momen haru, mengerikan, dan penuh duka selama masa Lock Down pandemi Covid-19.