Dapat Izin BPOM Jadi Obat Terapi Covid-19, Berikut 6 Fakta soal Obat Cacing Ivermectin

Selasa, 22 Juni 2021, 01:40 WIB
47

Kabar gembira soal penanganan Covid-19 di Tanah Air. Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan obat terapi COVID-19 bernama Ivermectin telah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam waktu dekat bakat diproduksi besar 4 juta obat per bulan.

Menurut Erick, Ivermectin sudah mulai diproduksi dan rencananya dengan kapastitas 4 juta obat per bulannya. Dia berharap dengan adanya obat ini bisa menjadi bagian dari solusi untuk menekan lonjakan kasus COVID-19.

Gates Of Olympus

Namun Erick menjelaskan bahwa Ivermectin adalah obat terapi, jadi bukan obat Covid-19.

“Saya dapatkan kabar saya rasa cukup gembira, bahwa dalam terapi daripada penyembuhan, mengantisipasi untuk menjaga diri kita “Kami tegas kan ini obat terapi ini bukan obat COVID-19 tetapi bagian dari salah satu terapi,” tegasnya.

Lalu, apa saja fakta-fakta tentang Ivermectin, obat Cacing yang disebut-sebut Sembuhkan COVID-19, berikut Edisi Bonanza88 merangkumnya dari sejumlah sumber.

Ivermectin, obat yang disebut bisa sembuhkan COVID-19

  1. Obat Cacing

Di Indonesia, Ivermectin bukan obat baru. Obat ini terdaftar sebagai obat untuk mengatasi infeksi kecacingan (Strongyloidiasis dan Onchocerciasis). Diberikan dalam dosis tunggal 150-200 mcg/kg Berat Badan dengan pemakaian 1 (satu) tahun sekali.

Rise of Olympus

2. Obat keras

Ivermectin merupakan obat keras yang pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter.

3. Efek samping Ivermectin

Ivermectin yang digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan efek samping, antara lain nyeri otot/sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk.

4. Fatalitas Rendah

Laporan FLCCA (Front Line Covid-19 Critical Care Alliance), dalam 4 bulan terakhir, uji klinis di beberapa negara melaporkan peningkatan yang konsisten

Ivermectin mempercepat pemulihan dan dapat menurunkan rawat inap dan kematian pasien Covid-19Ivermectin juga menyebabkan tingkat fatalitas yang rendah

5. Efektif Tekan Covid-19 di India

Tulisan dari The Desert Review berjudul, Ivermectin obliterates 97 percent of Delhi cases.Tulisan di atas menyatakan, penurunan kasus COVID-19 sebanyak 97 persen justru setelah mengonsumsi Ivermectin.

6. Harga Murah

Ivermectin ini diklaim bisa menjadi obat dalam terapi COVID-19 yang bisa menurunkan dan mengantisipasi penularan. Harganya juga dianggap cukup murah dengan Rp 5.000-Rp 7.000 ribu per butir tabletnya.