Dari Ani Kasanah Menjadi Anang Sutomo, Kisah Orang yang Berganti Jenis Kelamin

Selasa, 13 Juli 2021, 08:58 WIB
49

Ani Kasanah menjalani sidang perdana permohonan ganti status jenis kelamin di Pengadilan Negeri (PN) Kediri, Selasa (15/6/2021) beberapa waktu lalu. Warga Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini telah berjuang bertahun-tahun untuk perubahan jenis kelamin dari perempuan ke laki-laki.

Ani Kasanah jika telah resmi berganti status kelamin maka akan bernama Anang Soetomo. Permohonan perubahan status jenis kelamin ini bukan tanpa sebab. Ani yang telah berusia 21 tahun mengalami ketidaksempurnaan alat genital. Ani juga telah menjalani serangkaian operasi penyempurnaan alat genital menjadi laki-laki.

Kuasa hukumnya Danang Prabandaru mengatakan, Ani memiliki alat kelamin (penis) yang terlihat tidak sempurna saat dilahirkan. Kemudian, orang tua Ani menganggap adalah perempuan.

“Pada saat lahir, genital bayi ini tidak sempurna. Penis yang terlihat tidak seperti pada umumnya. Akhirnya orang tua menjadikan si anak ini sebagai perempuan. Namun hingga seiring waktu, Ani tidak mengalami hal seperti wanita umumnya. Dia tidak mengalami menstruasi dan lebih senangbergaul dengan laki-laki dibanding perempuan,” jelasnya seperti dikutip Bonanza88

Kondisi Ani diketahui orang tuanya dari pemberitahuan pihak sekolah. Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, diketahui jika Ani memiliki kromosom 46, XY.

“Kromosom ini murni laki-laki,sehingga Ani sah adalah laki-laki dan bukan perempuan seperti yang diduga selama ini,” ucapnya.

Ani sendiri mengaku sudah lega dengan kejelasan status yang dimilikinya. Dia benar-benar laki-laki tulen dengan nama Anang Sutomo. “Dulu sering dinyinyiri teman-teman cewek. Dibilang perempuan kok senangnya main sama cowok-cowok. Mereka selalu memandang aneh saya,” ucapnya.

Anang kini fokus untuk menata hidupnya. Laki-laki ini sekarang bekerja di bengkel sepeda motor yang memang identik dengan dunia cowok. Bahkan, dalam guyonan, Anang mengaku, kini telah memiliki seorang kekasih. Dengan mendapatkan status pria, dirinya mengaku, semakin percaya diri dan terbebas dari beban yang selama bertahun-tahun dipikul.

Ani Kasanah merupakan anak ke tiga pasangan Setu dan Tutik. Sejak lahir, kondisinya sudah istimewa, yakni berkelamin ganda. Saat itu, Ani diyakini sebagai perempuan sehingga dibesarkan selayaknya anak perempuan. Namun, seiring waktu, pertumbuhan fisik Ani lebih menyerupai laki-laki. Begitu juga secara mental.

Ani lebih banyak bermain layaknya laki-laki, semisal main bola. Hingga kemudian, Ani yang gundah dengan kondisinya, menceritakannya pada gurunya. Itu terjadi saat dia duduk di bangku kelas 2 sekolah SMP. Baca juga: Batuk dan Pilek Bersamaan Usai Hadiri Acara Nikah, 66 Warga Desa Ini Positif Tes Antigen, Akses Ditutup Dukungan terhadapnya mulai berdatangan dari berbagai pihak.

Apalagi, Ani berasal dari keluarga ekonomi kurang mampu. Dia tinggal bersama keluarganya di lereng Gunung Wilis. Ani yang lahir tahun 1999 baru mulai mendapatkan penanganan medis perihal kondisinya itu pada 2015. Penanganan awal berupa pemeriksaan kromosom di RSUD dr Soetomo Surabaya dan diikuti operasi sekitar tahun 2016. Ani dinyatakan mengalami Hipospadia perineal, athropy testis.

Operasi terakhir dilakukan di rumah sakit milik pemda Kabupaten Kediri di Kediri pada Februari 2021 yang lalu. Luka Fardani selaku Pengacara Ani Kasanah dalam kuasa permohonan perubahan status jenis kelamin di pengadilan, mengaku bersyukur selama ini banyak pihak yang peduli dengan kondisi Ani. Mulai dari pihak desa maupun pihak lainnya.

BERITA TERKAIT