Deretan Fakta Pedofil, Perilaku Psikopat yang Mengancam Keselamatan Anak-anak

Rabu, 29 September 2021, 14:35 WIB
19

Kasus pedofil memang sungguh meresahkan. Ketika beraksi, para pelaku pedofil biasanya sampai tega menghilangkan nyawa anak-anak.

Tak heran jika pedofil sering diidentikan dengan bentuk perilaku psikopat. Namun, apakah benar pedofil demikian, atau justru hanya sekedar wujud kriminalitas saja?

Gates Of Olympus

Edisi Bonanza88 kali ini coba mengungkap deretan fakta yang sesungguhnya tentang pedofil. Penasaran? Ayo simak ulasan kami berikut!

1. Pedofil adalah psikopat?

Tidak semua pelaku pedofil seorang pembunuh meski biasanya tertuju pada aksi sadisme. Dilansir dari dontsad.com, jika menilik pada pembagiannya pedofil dibagi menjadi tiga bagian.

Pertama, tipe situational molester yakni memiliki  ketertarikan seksual dengan orang dewasa, hanya saja dalam kondisi tertentu, mereka memiliki hasrat kepada anak-anak.

Kemudian tipe preference molesters hanya tertarik pada anak-anak (walaupun telah menikah), dalam penyaluran hasratnya ini pelaku akan menyalurkannya terhadap anggota keluarga atau tetangganya sendiri.

Rise of Olympus

Meski demikian, pelaku tipe ini biasanya tidak melakukan aksi sadis pada korbannya, mereka lebih sering membujuk atau mengancam tanpa adanya kekerasan fisik.

Dan yang terakhir tipe child rapist yaitu tipe pedofil yang biasa memiliki ciri sangat kasar dan tidak segan-segan melakukan kekerasan fisik kepada korban bahkan sampai memperkosa atau membunuh sekalipun.

2. Perputaran Uang Virtual

Pada 2017, Wahyu Hadiningrat mengatakan, grup media sosial Facebook bernama Official Candy’s Group yang merupakan rumah dari kasus pornografi online spesialis anak juga mendapatkan keuntungan finansial, Namun bentuknya uang virtual.

Menurut Wahyu, uang tersebut dihasilkan dari setiap video dan foto yang mendapatkan klik like dari para penikmat video cabul itu.

Keuntungan bagi pedofil yakni per klik dari tiap video dan foto yang ada berbeda-beda. Poin akan masuk ke akun-akun virtual yang dibuat oleh pengelola grup, sebelum berubah menjadi uang virtual.

3. 95% Pelakunya adalah Laki-laki

Penyebab pedofilia perlu dipahami dari aspek biologis, psikologis, dan sosial, yang saling terkait. Secara biologis memang belum ditemukan pola genetik yang khas pada para pedofil.

Dipercaya pedofilia disebabkan oleh tingginya hormon testosteron yang merupakan hormon seks laki-laki. Pandangan ini masuk akal mengingat 95% pedofil berjenis kelamin laki-laki.