Drama Cinta Mauro Icardi dan Wanda Nara: Perselingkuhan yang Berujung Karma

Senin, 01 November 2021, 00:01 WIB
47

Hal yang dimulai dengan keburukan, pasti akan berakhir dengan buruk pula. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 2005, kala masih berusia 12 tahun, Mauro Icardi telah menaruh kekaguman kepada Maxi Lopez. Icardi kecil bahkan berani menghampiri Maxi Lopez yang masih berstatus pemain Barcelona, untuk memintainya tanda tangan. Kebetulan waktu itu Icardi sedang menimba ilmu di akademi La Masia Barcelona, sehingga aksesnya bertemu Maxi Lopez cukup mudah.

Tujuh tahun kemudian, Icardi mendapat kesempatan karier baru dengan diajak bergabung ke klub Liga Italia, Sampdoria. Menariknya, Maxi Lopez lagi-lagi ada di klub yang sama seperti Icardi. Icardi yang mengaggumi Maxi Lopez, kali ini berhasil naik tingkat statusnya lebih dari sekedar idola. Intensitas bertemu di markas tim dan pemusatan latihan Sampdoria, membuat Icardi jadi makin akrab dengan Maxi Lopez dan akhirnya mereka bersahabat.

Power of Thor Megaways

Maxi Lopez tak sungkan bergaul dengan Icardi yang 11 tahun lebih muda darinya. Toh, keduanya sama-sama berasal dari Argentina, sehingga pasti ada perasaan senasib sebagai perantau di Negeri Pizza. Intinya, Icardi dan Maxi Lopez sangat dekat, sangat sering menghabiskan waktu bersama.

Berulang kali Maxi Lopez dengan tangan terbuka mengundang Icardi untuk makan malam bersama di rumahnya. Bahkan Maxi Lopez berjanji bakal jadi sahabat sekaligus kakak yang membimbing Icardi selama proses pengembangan karier. Maklum, Icardi masih sangat muda dan sendirian di Italia tanpa ada keluarga.

Kondisi Maxi Lopez sendiri kala itu sudah beristri. Ia menikah dengan wanita bernama Wanda Nara. Otomatis, Wanda selaku istri Maxi Lopez turut mengenal Icardi yang merupakan sahabat suaminya.

Singkat cerita, Icardi benar-benar disambut baik oleh keluarga kecil Maxi Lopez. Icardi juga sering bermain dengan anak-anak hasil buah cinta Maxi Lopez dan Wanda, yaitu Valentino, Constantino, dan Benedicto. Sepintas, situasi tersebut tampak seperti persahabatan antara pemain sepak bola yang sungguh ideal ditiru; pemain senior membimbing juniornya. Kasih sayang keluarga Maxi Lopez dan Wanda membuat hari-hari Icardi tak kesepian lagi di Italia.

Chronicles of Olympus X Up

 

Tragedi Pengkhianatan

Maxi Lopez dan Wanda Nara sudah menganggap Mauro Icardi seperti keluarga sendiri. Mereka berusaha memenuhi kebutuhan psikologis Icardi yang kesepian karena hanya sendirian di Italia. Bahkan untuk urusan percintaan, Maxi pernah meminta istrinya agar membantu mencarikan Icardi pacar.

Wanda dengan senang hati menjadi mak comblang bagi Icardi. Ia mengenalkan Icardi ke beberapa teman wanitanya. Pernah juga Wanda menjodohkan Icardi dengan adiknya sendiri, tapi semuanya tak ada yang berhasil.

Hati Icardi sulit diluluhkan, kecuali oleh Wanda. Sengaja atau tidak, kita tidak akan pernah tahu, Icardi tiba-tiba malah mendekati Wanda yang jelas-jelas merupakan istri dari Maxi. Icardi coba mencuri kesempatan tepat pada momen Wanda yang sedang galau akibat hubungannya dengan Maxi sering dilanda pertengkaran hebat.

Icardi yang masih remaja, coba memberikan kesediaan waktu dan tenaga untuk selalu menemani Wanda. Setiap kali Wanda menangis, Icardi berusaha jadi orang pertama yang menghiburnya. Di lain pihak, Maxi tidak mengetahui sama sekali kalau Icardi tengah melancarkan ‘serangan gerilya’.

Kesederhanaan dan ketulusan Icardi membuat Wanda lama-kelamaan terkesan. Wanda makin nyaman mempercayakan segalanya kepada Icardi. Hati Wanda berkata, bahwa Icardi mampu memenuhi kebutuhannya, sesuatu yang tidak bisa dilakukan Maxi.

Ada momen di mana Wanda dan Maxi bertengkar hebat, kemudian disusul aksi heroik Icardi. Wanda yang menangis tersedu, ditenangkan oleh Icardi. Ketika suasana kian membaik, Icardi menyarankan Wanda supaya menenangkan diri dengan pulang ke Argentina.

Wanda setuju atas ide yang disampaikan Icardi. Ia berangkat meninggalkan Italia yang mana prosesnya banyak dibantu Icardi, mulai dari beres-beres koper, sampai diantar ke bandara. Selanjutnya, Wanda memikirkan baik-baik apa keputusan yang seharusnya diambil mengenai hubungan rumah tangganya dengan Maxi.

Tepat tanggal 31 Oktober 2013, Wanda lewat akun Twitter pribadinya mengunggah cuitan berbunyi, “cukup untukku!”. Cuitan ini menjadi sinyal besar bahwa Wanda ingin mengakhiri hubungan suami istri antara dirinya dan Maxi. Perceraian akhirnya terjadi, tapi drama yang sesungguhnya baru akan dimulai.

Sekitar seminggu setelah Wanda mengumumkan perpisahannya dengan Maxi, akun Twitter Icardi menimbulkan kehebohan. Terunggah cuitan akun Twitter Icardi yang menyatakan kalau dirinya sangat mencintai Wanda. Kurang lebih, begini bunyi cuitan sensasional Icardi.

“Wanda Nara, aku mencintaimu, tidak akan pernah mudah bagiku untuk mengatakan apa yang kurasakan, karena aku menemukan bahwa dua kata itu membawa perasaan tanpa batas,” tulis Icardi.

Melihat cuitan demikian, publik dan orang-orang terdekat mengira akun Twitter Icardi telah diretas. Tapi ternyata cuitan tadi bukanlah hasil retasan orang iseng, itu benar-benar berasal dari ketikan tangan dan ketulusan hati Icardi. Buktinya, tak lama pasca cuitan sensasional beredar, Icardi berani mengunggah foto yang memamerkan tato barunya. Tato baru Icardi mungkin hanya tulisan, “NARA”. Namun Nara jelas-jelas adalah nama belakang dari Wanda. Sampai titik ini, makin kentara kalau Icardi telah mengkhianati Maxi karena jadi selingkuhan Wanda.

Cinta Icardi terhadap Wanda kelewat buta. Ia berani-beraninya ‘mencuri’ istri sahabatnya sendiri. Puncaknya, Icardi resmi menikahi Wanda pada 27 Mei 2014. Pesta pernikahan Icardi dan Wanda terhelat di kampung halaman mereka, kota Buenos Aires, Argentina.

 

Perseteruan Icardi dan Maxi di Atas Lapangan

Ketika menikahi Wanda, Icardi sudah setahun meninggalkan Sampdoria dan hijrah ke Inter Milan. Sementara Maxi masih setia memperkuat Sampdoria. Tak heran kalau jadwal laga Liga Italia mempertemukan Inter Milan vs Sampdoria, pasti diselimuti bumbu panas permusuhan Maxi dan Icardi.

Wajar jika Maxi memusuhi Icardi. Maxi dulu begitu tulus membantu Icardi, tapi timbal balik yang didapat malah berupa pengkhianatan. Bagi Maxi, tidak ada kata maaf untuk seseorang yang tidak tahu diri seperti Icardi.

Perseteruan Maxi dan Icardi kali perdana terekspos di atas lapangan ketika Inter Milan bersua Sampdoria dalam lanjutan Serie A Italia, 13 April 2014. Sebelum laga dimulai, Maxi secara terang-terangan menolak berjabat tangan dengan Icardi. Akibat kejadian ini, pers Italia punya julukan baru untuk laga Inter Milan vs Sampdoria, yakni Wanda Derby.

Permusuhan Maxi dan Icardi masih terasa meski sudah lewat beberapa tahun. Misalnya momen laga Liga Italia antara Inter Milan vs Torino yang tersaji di Giusepppe Meazza pada 4 April 2016. Icardi yang bertindak sebagai kapten Inter, lagi-lagi bertemu Maxi yang saat itu sudah pindah ke Torino. Seremoni fair-play kembali dihiasi aksi Maxi yang menolak berjabat tangan dengan Icardi.

“Sayang sekali hal ini harus terjadi. Itu mungkin tergantung seberapa bebalnya seseorang. Saya sudah memberikan tangan dan saya berusaha bersikap sopan,” kata Icardi pasca laga, dikutip dari Football Italia.

Namun pada 2019, tersiar hasil wawancara Maxi kepada media yang menyatakan bahwa dirinya telah memaafkan Icardi dan Wanda. Bagaimanapun, Maxi masih merupakan ayah dari anak-anak hasil pernikahannya dulu dengan Wanda. Jadi, Maxi ingin melupakan kepahitan masa lalu dan berfokus menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya.

“Saya memilih untuk bahagia dan membuat pilihan gaya hidup sendiri. Segalanya bisa berjalan baik ataupun buruk. Hubungan saya dengan Wanda memang sudah gagal, tapi saya masih berstatus ayah dari anak-anak. Ini hanya sebuah situasi,” tegas Maxi dilansir dari Tuttosport.

“Semuanya harus terus berjalan, dan saya sudah ikhlas hidup seperti ini, tidak membuang-buang energi tuk sesuatu yang sudah terjadi. Saya pikir saya punya opsi terbaik. Setiap orang punya masalah dan rumit, tapi hidup harus terus berjalan, tinggal bagaimana anda mengatasi masalah tersebut,” tutupnya.

 

Karma Bagi Wanda

Icardi membeberkan detail cerita versinya ketika dirinya dan Wanda pertama kali berselingkuh di belakang Maxi. Menurut Icardi, dirinya sedang bersama skuat Inter Milan ingin mempersiapkan tur pramusim ke Amerika Serikat. Betapa terkejutnya Icarid tiba-tiba ponselnya mendapati pesan masuk dari Wanda.

“Dari momen itu, bagaimanapun juga, telah membuat saya berpikir. Apakah Wanda benar-benar menginginkan tablet tersebut, atau dia hanya sedang mencari alasan untuk tetap berkomunikasi dengan saya?,” ungkap Icardi dalam bukunya.

Setelah kejadian itu, Icardi dan Wanda jadi makin intens bertukar pesan. Hingga suatu hari Wanda yang berlibur bersama Maxi, memilih mengajak Icardi untuk liburan bareng. Adegan perselingkuhan Wanda dan Icardi pun menjadi kian nyata pada momen liburan tersebut.

“Saya sendirian di lantai dua kapal, berbaring di sofa dan mendengarkan musik reggae, Wanda tiba-tiba datang dan duduk di samping saya tanpa sekalipun merasa canggung. Tepat pada saat itu, hubungannya dengan Maxi Lopez telah berakhir,” beber Icardi.

Berdasarkan penuturan versi Icardi, tampak jelas kalau Wanda-lah yang memulai perselingkuhan. Wanda bersikap agresif kepada Icardi. Meskipun Icardi juga tidak dapat dibenarkan, Wanda tetap jadi pemicu awal hingga terciptanya skandal perselingkuhan.

Akibat ulah masa lalunya, mungkin Wanda kini sedang tertimpa karma. Belakangan tersiar kabar kalau hubungan rumah tangga Icardi dan Wanda sedang retak. Isu yang beredar, keretakan disebabkan oleh kegenitan Icardi yang ketahuan berselingkuh dengan wanita lain.

Benar-benar terasa seperti karma, wanita yang konon jadi selingkuhan Icardi ialah teman dekat dari Wanda, Maria Eugenia Suarez. Belum diketahui pasti apakah rumor demikian benar adanya. Tapi jika nantinya terbukti benar, sah sudah Wanda mendapati karmanya. Sekali lagi, “hal yang dimulai dengan keburukan, pasti akan berakhir dengan buruk pula.”