Enaknya Hidup di Negeri yang Dibuat oleh Kaum Viking

Jumat, 31 Desember 2021, 20:58 WIB
54

Edisi Bonanza88, Jakarta – Islandia adalah nama dari sebuah negara pulau yang terletak di Samudera Atlantik utara. Sebagai akibat dari lokasinya yang dekat dengan Kutub Utara, negara ini pun memiliki iklim yang dingin. Kendati demikian, Islandia bukanlah negara yang benar-benar diselimuti es seutuhnya karena negara ini tetap memiliki sejumlah lahan hijau yang subur & kerap digunakan untuk aktivitas penggembalaan. Islandia juga terkenal karena wilayahnya penuh dengan gunung-gunung berapi aktif.

Dibandingkan negara-negara di Eropa daratan, Islandia memiliki sejarah yang relatif lebih muda karena pulau ini tidak memiliki penghuni permanen hingga abad ke-10. Hal yang tidak lain disebabkan oleh iklimnya yang kurang bersahabat & lokasinya yang jauh dari Eropa daratan. Adapun orang pertama yang diketahui sebagai penghuni permanen pertama di Pulau Islandia adalah rombongan pendeta asal Irlandia yang menetap di Islandia pada abad ke-8 untuk menyepi.

Memasuki abad ke-9, orang-orang Viking datang ke Islandia untuk mendirikan pemukiman permanen. Menurut catatan bangsa Viking yang berjudul “Landnamabok” & dibuat pada Abad Pertengahan, orang Viking pertama yang mendirikan pemukiman permanen di Islandia adalah Ingolfr Arnarson & pemukiman yang ia dirikan kelak menjadi cikal bakal kota Reykjavik. Kian banyaknya orang-orang Viking yang bermigrasi ke Islandia lantas diikuti dengan perginya rombongan pendeta Irlandia.

Sebagai akibat dari semakin banyaknya orang-orang Viking yang menghuni Islandia, perselisihan antara sesama penghuni pulau pun menjadi hal yang bisa timbul sewaktu-waktu. Untuk mengatasinya, pada tahun 930 para kepala suku / godar setempat mendirikan lembaga bernama “Althing” untuk menjembatani perbedaan pendapat & menetapkan peraturan yang berlaku di Islandia. Sekarang, Althing menjadi badan parlemen tertua di dunia yang masih beroperasi.

Sementara itu di wilayah cikal bakal Norwegia, raja setempat yang bernama Olaf I Tryggvason memerintahkan rakyatnya untuk menganut agama Kristen pada abad ke-10. Olaf juga mengirimkan misionaris ke Islandia untuk mengajak penduduk setempat berpindah agama ke Kristen. Upayanya berhasil & mayoritas penduduk Islandia sejak itu memeluk agama Kristen. Gelombang Kristenisasi yang melanda Islandia lantas diikuti dengan menjamurnya praktik menulis & membuat literatur di pulau tersebut.

Menjadi Tanah Jajahan

Islandia, Negara Asal Thor yang Sunyi namun Penuh Kejutan - KINCIR.com

Memasuki pertengahan abad ke-13, Islandia dilanda konflik internal akibat adanya konflik antara kelompok-kelompok suku setempat. Sadar kalau konflik tersebut dalam jangka panjang hanya akan merugikan penduduk Islandia sendiri, pada tahun 1264 para godar setempat mengakui raja Norwegia sebagai penguasa Islandia. Harapannya, jika yang berkuasa atas Islandia adalah orang luar, maka tidak akan ada kelompok setempat yang diistimewakan atau dianaktirikan oleh sang penguasa.

Kendati secara resmi Islandia berstatus sebagai wilayah bawahan Kerajaan Norwegia, dalam praktiknya Islandia memiliki kemandirian memerintah yang cukup luas & memiliki hak merancang peraturannya sendiri. Tahun 1380, Kerajaan Norwegia melebur dengan Kerajaan Denmark sehingga Islandia sejak periode ini secara otomatis menjadi wilayah bawahan Denmark. Namun status Islandia sebagai wilayah bawahan dengan otonomi luas secara umum tetap tidak berubah.

Sejak abad ke-17, Denmark mencoba memperkuat kontrolnya atas Islandia. Tahun 1602 contohnya, semua pedagang asing dilarang memasuki Islandia & perdagangan di Islandia dimonopoli oleh orang-orang Denmark. Tahun 1703, Denmark menggelar sensus & menemukan kalau Pulau Islandia pada tahun tersebut hanya dihuni oleh 50.358 orang. Kontrol Denmark atas Islandia menjadi kian kuat setelah pada tahun 1800, Denmark membubarkan Althing & menggantinya dengan badan mahkamah khusus.

Denmark baru kembali melonggarkan kontrolnya atas Islandia setelah pada tahun 1843, Denmark mengizinkan berdirinya kembali Althing. Tahun 1848, Denmark yang awalnya berbentuk monarki absolut berubah menjadi monarki parlementer. Peristiwa tersebut lantas menimbulkan pertanyaan mengenai status politik resmi Islandia. Masalah tersebut akhirnya terpecahkan setelah pada tahun 1874, Althing secara resmi diakui sebagai badan yang memiliki wewenang atas urusan-urusan domestik Islandia.

Otonomi yang dimiliki oleh Islandia semakin luas setelah pada tahun 1904, pemerintah Denmark untuk pertama kalinya memiliki kementerian yang khusus menangani masalah Islandia. Tahun 1918, Islandia akhirnya resmi menjadi negara berdaulat yang mengakui raja Denmark sebagai kepala negaranya setelah perwakilan Denmark & Islandia di tahun tersebut mengesahkan perjanjian yang berlaku hingga 35 tahun berikutnya. Karena Islandia hanyalah negara kecil yang berpenduduk sedikit, urusan keamanan & hubungan luar negeri Islandia tetap berada di bawah kendali Denmark.

Menjadi Negara Merdeka

Ternyata, Nenek Moyang Orang Islandia Bukan Bangsa Viking | Naviri Magazine

Tahun 1939, pecah Perang Dunia II di Eropa setelah Jerman melancarkan invasi ke Polandia. Setahun berikutnya, giliran Denmark yang diduduki oleh Jerman sehingga Islandia secara teoritis kini ikut menjadi wilayah bawahan Jerman. Untuk mencegah Islandia benar-benar berada di bawah kendali Jerman, pasukan Inggris memutuskan untuk menyerbu & menginvasi Islandia di tahun yang sama. Invasi tersebut berjalan tanpa halangan & Islandia sejak itu berada di bawah kekuasaan Blok Sekutu.

Sudah disinggung di 2 paragraf terdahulu kalau perjanjian antara Denmark & Islandia berlaku selama 35 tahun. Karena perjanjian tersebut diresmikan pada tahun 1918, maka di atas kertas perjanjian tersebut bakal berakhir di tahun 1943. Upaya untuk merundingkan kembali perjanjian tersebut tidak bisa dilakukan karena Denmark & Islandia sedang diduduki oleh 2 Blok yang saling bermusuhan dalam perang.

Tahun 1944 alias setahun pasca berakhirnya perjanjian antara Denmark & Islandia, rakyat Islandia menggelar referendum untuk menentukan masa depan wilayahnya. Hasilnya, hampir seluruh rakyat Islandia setuju untuk memerdekakan diri dari Denmark & wilayah pulau tersebut sejak itu resmi menjadi negara merdeka dengan sistem pemerintahan republik. Tanggal 17 Juni 1944, Republik Islandia resmi diproklamasikan di Reykjavik dengan Sveinn Bjornsonn sebagai presiden pertamanya.

Tahun 1949, Islandia bergabung dengan NATO kendati negara tersebut tidak memiliki militer & hanya memiliki badan kepolisian. Alasan mengapa Islandia diterima menjadi anggota NATO adalah karena Islandia memiliki posisi yang sangat strategis berkat lokasinya yang terletak di antara Benua Amerika Utara & Eropa. Sebagai balasan atas kesediaan NATO menjamin urusan keamanan Islandia, Islandia membiarkan AS mengoperasikan pangkalan militer di Keflavik.

Bergabung menjadi anggota NATO tidak lantas membuat Islandia memiliki hubungan yang hangat dengan negara-negara anggotanya. Sejak akhir dekade 50 hingga dekade 70-an, polisi laut Islandia terlibat konflik dengan nelayan & militer Inggris karena bersengketa atas wilayah perairan yang kaya akan ikan. Konflik yang dikenal dengan istilah “Perang Kod” tersebut baru berakhir setelah Inggris mengakui garis batas zona perairan yang ditetapkan oleh pihak Islandia.

Islandia Saat Ini

Kisah Muslim Islandia yang Berpuasa Selama 22 Jam Halaman all - Kompas.com

Berdasarkan laporan dari Global Peace Index, Islandia adalah negara teraman di dunia. Setelah 5 tahun berturut-turut Islandia dianugerahi gelar yang membanggakan ini, apa faktor dari dibalik penilaian GPI tersebut ?.

Luas Islandia 102,775km2 dengan populasi 300 ribu jiwa, terbilang sebagai negara dengan ukuran luas dan jumlah penduduk sedikit. Untuk pengamanan nasional, negara Islandia tidak mempunyai “tentara/TNI” seperti kebanyakan negara lain di dunia.

Petugas polisi tidak dilengkapi senjata api (pistol atau senapan) dalam tugas keseharian mereka, dengan pengecualian “polisi khusus anti huru-hara/special force”. Tingkat kejahatan pembunuhan sekitar 0-1,5 per tahun dan skala kejahatan yang terjadi terbilang tidak membahayakan dan mengancam kehidupan komunitas secara keseluruhan (masyarakat Islandia tidak hidup dalam ketakutan karena ancaman kejahatan/sindikat).

Di Islandia setiap orang mempunyai hak sama tanpa memandang: jenis kelamin, sexual orientasi (salah satu perdana menteri Islandia (2008) adalah seorang lesbian/homoseksual), maupun agama. Kesenjangan sosial cukup rendah, walaupun pada faktanya ada beberapa anggota masyarakat yang kaya raya, tetapi mereka tinggal dan menetap di lingkungan yang sama (berdampingan) dengan anggota masyarakat ekonomi menengah atau rendah dan mengenyam pendidikan di sekolah yang sama.

Dalam hal gender quality (kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan), Iceland menempati ranking ke-1. Bentrokan kekerasan yang di picu isu agama tidak pernah terjadi, tetapi isu agama sering menjadi perdebatan yang hangat cenderung “panas” di sosial media, ataupun ada beberapa oknum yang menunjukkan kebencian kepada salah satu golongan agama dengan aksi-aksi tidak bertanggung jawab yang pada dasarnya tidak membahayakan tetapi hal tersebut mendapat kecaman keras dari mayoritas penduduk Islandia. Situasi damai ini di picu oleh kondisi masyarakat Islandia (sekitar 80% pemeluk Kristen Lutheran) yang bukanlah komunitas religious/fanatik.

Tujuan Banyak Wisatawan

Islandia, Negara yang Paling Mahal di Eropa

Bisa saja banyak orang yang tidak percaya dengan hal-hal aneh na­mun kenyataannya, Islandia me­mang negara yang benar-benar ajaib.  Mengutip Travel and Leisu­re, ada keajaiban yang terjadi di ne­gara ini, termasuk dalam soal mencari rumah tanpa alamat jelas. Surat ini dikirim dari Reykjavik ke kawasan Dalabyggo.

Jika di negara lain hampir tak mungkin untuk menulis sepucuk surat tanpa disertai alamat jelas, di Islandia bisa saja terjadi. Ketika tiga wisatawan tak tahu alamat jelas seorang teman yang tinggal di Is­landia, mereka hanya menggam­bar­kan peta rumah sang kawan.

Tiga wisatawan itu mengirim kartu pos ke sebuah peternakan ter­pencil di barat Islandia. Karena me­reka hanya tahu lokasi ru­mah­nya, mereka pun menggambar pe­ta­nya di amplop. Di amplop su­ratnya, peta yang digambarkan de­ngan tambahan deskripsi samar lo­kasi peternakan tersebut. Tanpa ada alamat dan nama si penerima.

Wisatawan tersebut meng­gam­barkan peta sederhana lengkap de­ngan jalur-jalur jalan dan nama area terdekat dari lokasi tujuan. Untuk uraian nama pe­nerima, wisa­tawan itu hanya mendeskripsikan sebagai “Sebuah rumah peternakan kuda dengan pasangan dari Islan­dia-Denmark memiliki tiga anak dan banyak domba.”

Sebagai keterangan tambahan ditambahkan pula deskripsi tentang pekerjaan si penerima. “Perempuan Denmark itu bekerja di supermarket di kota Bujardalur.”

Ajaibnya, surat tersebut sampai ke tangan orang yang dituju. Pene­rima yang dituju ini ternyata ber­nama Rebecca Cathrine Kaadu Os­ten­feld. Dia memiliki sebuah per­ter­nakan yang disebut Holar Farm.

‘Teka-teki’ alamat ini terlihat seperti sebuah peta pencarian harta karun. Namun kenyataannya bagi pengantar surat, ini bukanlah hal yang mustahil.

Berbekal peta, tanpa alamat, dia bisa me­nemukan alamat yang dituju di negara berpenduduk 320 ribu jiwa tersebut.

Boleh jadi banyak orang tak pernah berpikir untuk berwisata ke Islandia. Negara yang super dingin mungkin kurang menarik bagi banyak wisatawan.

Namun Islandia yang punya tradisi Nordic dan budaya yang kuat ternyata juga menarik masuk dalam daftar wisata kesana. Reyk­javik, ibukota Islandia ada­lah salah satu tempat tujuan wisata yang misterius untuk dikunju­ngi.

Bersih

Cinco cosas que debes saber de Islandia y que te sorprenderán como su  selección | CNN

Mengapa Islandia layak dikunjungi? Negara ini punya udara paling bersih di dunia. Selain itu air ke­rannya pun aman untuk diminum lang­sung, ba­nyak bagian wilayah­nya yang tertutup lava, air terjun indah, geyser, dan makanan unik untuk memuaskan petualangan.

Bukan cuma itu saja, me­ngutip The Daily Meal, ada ba­nyak obyek yang seharusnya tidak dilewatkan tetapi sekurangnya ada empat hal yang tak boleh terlupa saat ber­kunjung ke negara ini.

Makanan

10 Makanan Dengan Bau Menjijikkan yang Bikin Pingsan Sebelum Memakannya -  Page 8 of 10 - Boombastis

Makanan paling khas dari Islandia adalah daging domba dan juga makanan laut. Makanan lain yang tergolong aneh untuk orang awam adalah hiu yang difermentasikan. Namun jangan khawatir, dari hot dog sampai fine di­ning, warga Islan­dia semuanya suka makan.

Meskipun sebenarnya cukup aneh bagi orang Skandinavia untuk makan hot dog, namun makanan ini cukup populer di sana. Orang bisa dengan mudah me­nemukan gerai hot dog di negara ini. Hot dog favorit ini diisi de­ngan mustard, ba­wang, dan remoladi (saus cam­puran antara mayonaise dengan rasa yang cu­kup manis).

Jika ingin yang lebih khas, orang bisa mencicipi kroket ikan cod asin dengan tambahan horseradish dan remoulade. Atau coba juga dom­ba dengan selai rhubard, ken­tang, kale, dan crowberries.

Golden circle tour dengan lagoon rahasia

Berkelilinglah ke Strokkur, se­buah geyser panas alami yang bisa me­mancarkan air panas de­ngan tinggi beberapa sentimeter ke uda­ra. G­eyser ini bisa menyembur tiap 4-8 menit sekali. Lokasi ini adalah salah satu spot favorit di negara ini.

Gulfoss atau Golden Falls juga menjadi salah satu lokasi paling menyenangkan untuk dikunjungi. Ada pemandangan menakjubkan di tempat ini. Di hari cerah, bisa me­nangkap sebuah pelangi atau pelangi ganda yang indah.

Islandia memang sangat e­narik bahkan begitu menariknya Islandia, Kanye West pun buat video musik di Pegunungan Islandia Setelah merilis video musik Famous, saat ini rapper Kanye West bersiap membuat video musik baru. Hal ini dinyatakan oleh sang istri yang juga selebriti, Kim Kardashian. Dikutip dari NME, Kim mengatakan vi­deo mu­sik Kanye dibuat di Islandia, saat sedang berlibur bersama klan Kardashian-Jenner, pada April lalu.

 

Tags:

BERITA TERKAIT