Fenomena Arisan Brondong Berbau Sekte Pesugihan di Jakarta Selatan: Ada Tumbal, Minum Darah, Hingga Makan Daging Manusia

Minggu, 31 Oktober 2021, 23:55 WIB
37

Sekitar bulan Juni 2021 lalu, jagat maya Indonesia dihebohkan oleh sebuah topik yang sungguh kontroversial dan mengundang rasa penasaran. Topik yang dimaksud ialah arisan brondong kalangan sosialita. Tapi ini bukan arisan tante-tante kaya raya yang memperebutkan brondong untuk dinikmati secara seksual. Para sosialita justru memanfaatkan jasa si brondong guna dijadikan tumbal yang konon ada kaitannya dengan praktik sekte pesugihan.

Segala kehebohan bermula dari konten video Tiktok yang diunggah akun @dinskidiary. Sang empunya akun diketahui bernama asli Ramadhini Sari dan berprofesi sebagai MC. Wanita berparas ayu tersebut menceritakan pengalaman aneh yang pernah ia temui saat menjalankan profesinya. Berikut Edisi Bonanza88 rangkum penuturan yang dijabarkan Ramadhini Sari.

Power of Thor Megaways

Suatu hari Ramadhini Sari mendapat tawaran pekerjaan MC. Calon klien mengubungi langsung Ramadhini Sari lewat aplikasi pesan singkat WhatsApp. Perbincangan awal pun terjadi layaknya negosiasi antara calon klien dan MC pada umumnya.

Calon klien pertama-tama menyampaikan tawaran pekerjaan MC kepada Ramadhini Sari. Bentuk acaranya berupa perayaan ulang tahun yang mana akan dilanjutkan dengan private party. Lokasi acaranya bertempat di salah satu rumah bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sampai tahap ini masih biasa. Agak mengejutkannya, calon klien meneruskan bahwa acara private party akan dihiasi oleh kehadiran brondong. Mendengar kata brondong, pikiran Ramadhini Sari mengira kalau private party nantinya diisi kalangan wanita sosialia yang pamer laki-laki muda simpanan mereka.

“Aku dapat tawaran MC untuk acara birthday private party yang ke-54. Tapi bedanya di sini ada brondong-brondong. Oke pikiran aku kalau ada brondong, ngerti kan?” jelasnya.

Chronicles of Olympus X Up

Sebenarnya Ramadhini Sari tak masalah jika harus memandu acara yang seperti itu. Tetapi keanehan muncul ketika calon klien menyarankan agar Ramadhini Sari mengajak orang lain sebagai tandem MC supaya tidak takut ketika di acara. Benak Ramadhini Sari berkata, “Emang aku mau ngapain? Kan aku mau MC, kenapa harus takut?”.

Makin aneh lagi, calon klien memberi penolakan ketika Ramadhini Sari mengajukan tandem MC pria yang memang sudah biasa jadi rekan kerjanya. Calon klien melarang Ramadhini Sari mengajak tandem MC pria. Permintaan calon klien mengharuskan serta mewajibkan tandem MC Ramadhini Sari juga berjenis kelamin wanita.

Tiba-tiba calon klien menyebutkan nominal bayaran yang bakal diberikan kepada Ramadhini Sari. Calon klien mematok tarif Ramadhini Sari dengan angka 10 juta rupiah untuk tiap jamnya. Ramadhini Sari jelas tergiur melihat calon klien menawarinya bayaran fantastis.

Merasa tertarik, Ramadhini Sari coba meminta calon klien mendeskripsikan secara lebih detail susunan acaranya. Pada tahap penjelasan detail, keanehan sesungguhnya didapati Ramadhini Sari. Saking anehnya, detail susunan acara sampai membuat Ramadhini Sari syok membacanya.

 

Brondong Dijadikan Tumbal

Ramadhini Sari menanyakan detail susunan acara. Maklum, sebelum menjalankan tugasnya sebagai seorang MC, Ramadhini Sari perlu tahu terlebih dulu bagaimana gambaran acaranya. Calon klien pun dengan gamblang menjelaskan detail susunan acaranya.

Pada bagian awal acara, akan diselenggarakan prosesi tiup lilin, potong kue, nyanyi-nyanyi. Secara garis besar, ini seperti prosesi perayaan ulang tahun kebanyakan. Setelah prosesi perayaan selesai, para tamu undangan yang isinya semua berjenis kelamin wanita, bakal mengadakan lelang brondong.

Benak Ramadhini Sari tidak menanggapi aneh acara lelang brondong. Kalangan wanita sosialita memang kerap diisukan punya rutinitas terselubung arisan memperebutkan brondong tampan. Namun pandangan Ramadhini Sari tiba-tiba berubah ketika membaca detail penjabaran calon klien mengenai sistematika pelaksanaan lelang brondong yang dimaksud.

Calon klien menyebut brondong yang menghiasi acara akan dieksekusi. Gambaran Ramadhini Sari perihal kata ‘eksekusi’ mungkin mengarah kepada kegiatan-kegiatan bernada seksual. Ramadhini Sari belum berpikiran aneh-aneh, sampai calon klien menjelaskan lebih jauh rancangan acara eksekusi brodong.

Pertama-tama, calon klien menyarankan agar Ramadhini Sari menonton film berjudul Rumah Dara. Alur cerita film Rumah Dara menurut sang calon klien kurang lebih mirip dengan eksekusi brondong yang bakal dilaksanakan. Barulah di sini Ramadhini Sari mencium aroma yang tidak beres.

Ramadhini Sari coba menuruti saran calon klien. Dia menonton film Rumah Dara yang dirilis tahun 2009. Namun Ramadhini Sari begitu terkejut sebab Rumah Dara isi filmnya bergenre horor atau thriller yang mengisahkan adegan pesugihan sadis.

Ketika dikonfirmasi ulang, calon klien membenarkan kalau pelaksanaan eksekusi brondong nantinya memiliki tujuan seperti pesugihan. Intinya, brondong akan dijadikan tumbal. Brondong bakal diseret berjalan merangkak, kemudian digantung.

Namanya tumbal, tentu nyawa si brondong akan dikorbankan alias dibunuh. Cara membunuhnya dijelaskan sang calon klien ada dua tipe, ada yang pakai mesin, ada yang cara manual. Kalau tipe pakai mesin, kurang lebih mesinnya mirip-mirip seperti yang biasa dilihat di pedagang makanan kebab.

Sementara cara yang manual, brondong bakal disiksa habis-habisnya. Wajah brondong bakal diberi penutup dengan posisi tubuh yang sudah terikat semua. Selanjutnya, leher brondong akan ditusuk dan digorok hingga akhirnya tewas.

Setelah menumbalkan brondong, para tamu undangan yang semuanya anggota dari sekte pesugihan, bakal meminum darahnya dan memakan dagingnya. Khusus bagian daging, mereka akan langsung mengolahnya sebagian dengan cara dipanggang dan dijadikan pesta barbeque. Sebagian daging lainnya dibawa pulang untuk dimakan sendiri-sendiri.

Berdasarkan penuturan calon klien, tujuan ritual penumbalan brondong ternyata adalah untuk mempertahankan kecantikan, kekayaan, dan popularitas. Menariknya, semua peserta ritual datangnya dari latar belakang kalangan elite nan super tajir. Brondong yang ditumbalkan terlebih dahulu dibeli para peserta ritual dengan harga fantastis.

 

Ritual Rutin Tahunan

Masih berdasarkan penuturan calon klien, Ramadhini Sari menjelaskan bahwa acara ritual pesugihan menumbalkan brondong sepertinya diadakan rutin. Calon klien menyebut sudah ada 15 brondong yang dijadikan tumbal dalam acara ritual setahun sekali. Ramadhini Sari sendiri diundang sebagai MC untuk ritual penumbalan brondong yang ke-16. Artinya, ritual seperti itu sudah berlangsung terus-menerus selama 16 tahun terakhir.

Brondong yang ditumbalkan biasanya secara sadar menyatakan kesediaan diri. Sebelum dijadikan tumbal, brondong biasanya sudah beberapa tahun menjadi simpanan tante-tante sosialita kaya raya. Barulah ketika hari penumbalan tiba, si brondong bakal dibeli oleh tante-tantenya dengan bayaran yang kabarnya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Pertanyaannya, mengapa si brondong mau dibayar hanya untuk dibunuh? Apalagi, meski bayarannya fantastis, uangnya sama sekali tidak bisa dinikmati dirinya sendiri. Ramadhini Sari menjelaskan bahwa si brondong kebanyakan mau melakukannya demi membantu keluarga mereka. Keluarga si brondong terdesak kebutuhan ekonomi seperti menumpuknya hutang, atau orang tua yang sakit keras dan membutuhkan pengobatan mahal.

Video unggahan Ramadhini Sari di Tiktok kemudian jadi viral. Ramadhini Sari juga membuat video dengan bahasan serupa di platform Youtube. Banyak netizen yang menyayangkan, mengapa Ramadhini Sari tidak langsung lapor polisi ketika ditawari pekerjaan aneh seperti itu.

Pada 8 Juli 2021, Ramadhini Sari mengunggah video klarifikasi yang berkaitan dengan pemaparannya perihal arisan brondong. Ramadhini Sari mengaku kalau dirinya tidak jadi menerima pekerjaan yang ditawarkan kepadanya. Dia menolak terlibat dalam acara arisan brondong yang berbau pesugihan tadi.

Lebih jauh, Ramadhini Sari mengaku kalau tujuannya menceritakan pengalamannya hanya untuk meningkatkan kesadaran bagi rekan-rekan seprofesinya. Setelah videonya viral, Ramadhini Sari sendiri ternyata mendapati kalau banyak rekannya sesama MC mengaku pernah ditawari pekerjaan serupa. Sungguh mengerikan sekali ya acara arisan brondong ala kalangan sosialita Jakarta Selatan tersebut!

Aparat kepolisian akhirnya turun tangan menanggapi viralnya video unggahan Ramadhini Sari. Polisi untuk pertama kalinya memanggil Ramadhini Sari untuk menjalani penyelidikan awal pada tanggal 2 Juli 2021. Pihak Ramadhini Sari pun memenuhi panggilan dan datang ke Polres Metro Jakarta Selatan ditemani kuasa hukumnya.

Penyelidikan berusaha mencari tahu kebenaran cerita Ramadhini Sari. Keterangan terakhir kepolisian, mereka belum mengetahui pasti siapa calon klien yang mengajak Ramadhini Sari bekerja di acara arisan brondong alias ritual pesugihan. Sementara Ramadhini Sari menyerahkan semua proses penyelidikan sesuai prosedur kepolisian dan hendak bersikap kooperatif.

Pertanyaan utama yang mungkin diresahkan banyak orang, apakah arisan brondong bernada pesugihan di Jakarta Selatan benar-benar ada? Seorang sosialita bernama Meysa Han coba memberikan pandangan versinya. Meysa Han tak menampik kalau dirinya pernah mendengar eksistensi arisan brondong dan pesugihan semacamnya. Namun dirinya tidak tahu pasti kebenarannya, sejauh pengetahuannya isu tersebut hanya sebatas rumor di kalangan sosialita saja.

BERITA TERKAIT