Igor Kriushenko Dipecat Tira Persikabo, Apa Semua Salah Dirinya?

Kamis, 02 Desember 2021, 00:48 WIB
107

Setelah menelan kekalahan dari Persipura Jayapura, Tira Persikabo resmi memecat pelatih mereka, Igor Kriushenko, Selasa (24/11/2021) kemarin. Klub yang bermarkas di Bogor itu memang memiliki hasil yang kurang konsisten dalam beberapa laga terahir.

Akhirnya karena hal tersebut, manajemen Persikabo pun mengumumkan pemecatan secara resmi lewat akun sosial media mereka. Persis sebelum dipecat, Igor Kriushenko harus melihat anak-anak asuhnya menelan kekalahan dari Persipura Jayapura dalam laga lanjutan Liga 1 2021/22, Stadion Maguwoharjo.

Jika dilihat sejak awal Liga 1 2021/22 digelar, Tira Persikabo memang cukup kesulitan mengarungi musim ini. Mereka baru saja mengoleksi 12 poin dari 13 pertandingan yang sudah dilakoni sejauh musim ini. Dengan rincian dua kemenangan saja, sisanya, enam kali imbang dan kalah lima kali. Sebuah pencapaian minor dari seorang pelatih asing seperti Igor Kriushenko. Seiring dengan pemecatan pelatih kepala, asisten pelatih Kriushenko bernama Oleg Kuzmianov juga harus mundur dari klub.

“Terima kasih Coach Igor. Manajemen dan Coach Igor serta Coach Oleg sepakat untuk mengakhiri kerja sama sebagai pelatih Tira Persikabo 1973,” bunyi pernyataan resmi dari klub.

Sebenarnya dari rincian hasil pertandingan yang sudah dilakoni, Tira Persikabo sebenarnya tidak lemah. Bahkan mereka kerap kali terlihat mampu membuat tim-tim lain kesulitan setiap kali menghadapi mereka. Hanya saja, memang, mereka kebanyakan menuai hasil imbang.

 

Awal Kedatangan Igor Kruishenko ke Tira Persikabo

Sebelum membahas soal pemecatan Igor Kruishenko, tentu saja kita harus mengenal lebih dalam sosoknya. Dia didatangkan manajemen Tira Persikabo jelang berakhirnya Liga 1 2019 lalu, tepatnya pada akhir tahun 2019.

Saat itu, Tira Persikabo menyisakan tiga pertandingan di Liga 1 2019, dengan menggantikan Rahmad Darmawan yang juga menuai pemecatan karena serangkaian hasil negative. Bersama pelatih berjuluk RD, Tira Persikabo sempat mengantongi catatan 13 pertandingan tak terkalahkan, namun setelahnya, tidak pernah berhasil tiga poin dalam 16 pertandingan. Hal itulah yang membuat manajemen dengan berat hati memecat Rahmad Darmawan.

Igor pun datang dengan kondisi tim yang sudah dijelaskan di atas, lebih lengkapnya lagi saat itu, Tira Persikabo tercecer di urutan ke-12 klasemen sementara Liga 1 2019. Manajer Tira Persikabo saat itu, Rudi Yulianto menebar harapan bahwa kedatangan Igor bisa membawa angin segar untuk tim yang tengah terpuruk.

“Tentu kita sambut kedatangan Igor sebagai pelatih baru Tira Persikabo. Semoga kedatangannya memberikan angin segar di sisa laga Liga 1 2019,” kata Rudi kepada awak wartawan, Desember 2019.

Namun waktu Igor Kruishenko tidaklah banyak, seperti yang dijelaskan, hanya tiga pertandingan sisa yang harus dilakoni Tira Persikabo di Liga 1 2019. Dari tiga pertandingan terakhir itu, permainan Tira Persikabo belum benar-benar terlihat bangkit, mereka mengantongi satu kemenangan, satu kali imbang dan kalah 5-2 dari PSS Sleman.

Manajemen masih optimis dengan kinerja sang pelatih berkebangsaan Belarusia itu. Liga 1 2020, dia masih dipercaya untuk menjadi pelatih kepala Tira Persikabo. Namun sayang, baru tiga pertandingan, Liga 1 harus dihentikan secara paksa karena pandemi COVID-19 menyerang semua negara di dunia. Dari tiga pertandingan tersebut, hasilnya sama seperti di akhir Liga 1 2019, yakni satu kemenangan, satu hasil imbang dan sekali kalah.

Setelah itu, Liga 1 2020 pun terus ditunda hampir dua tahun berjalan. Baru dimulai dengan Liga 1 2021/22 pada awal September kemarin, sebenarnya Igor Kruishenko sudah mengkhawatirkan kondisi persepakbolaan Indonesia yang setahun lebih vakum karena pandemi.

“Tidak bagus juga kalau ditunda terus, psikologis pemain pasti terganggu dan sponsor mungkin sulit. Kompetisi ini harus jelas, seperti musim lalu, apakah lanjut atau tidak, akhirnya tidak lanjut kan. Ini yang jadi permasalahan, para pemain dan semua elemen jangan digantung,” kata Igor pada Juli kemarin.

Pada pertengahan tahun kemarin, memang sepak bola Indonesia sedang berada di ambang kebimbangan, apakah bisa atau tidak menggelar event olahraga di tengah pandemi. Apalagi negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand sudah mulai aktif kembali liga-liga mereka.

 

Igor Kruishenko Pelatih Debutan di Liga Indonesia

Perlu kita ketahui juga kekhawatiran Igor Kruishenko itu tampaknya sangat wajar karena dirinya terbilang pelatih debutan di Liga Indonesia, meski sudah terhitung dua tahun melatih Tira Persikabo. Jadi wajar jika sang pelatih belum terbiasa dengan urusan-urusan non-lapangan untuk olahraga sepak bola di Tanah Air.

Sebelum datang ke Indonesia pada akhir 2019 kemarin, Igor punya sederet jejak kepelatihan yang cukup mentereng untuk klub Indonesia seperti Tira Persikabo.

Bahkan tepat sebelum melatih Persikabo, dia merupakan bekas manajer tim nasional Belarusia kurang lebih dua tahun dari 2017 sampai 2019. Dia memulai karir sebagai manajer tim nasional Belarusia senior dengan jabatan caretaker, menggantikan pelatih sebelumnya.

Bersama Timnas Belarusia, dia dipercaya membawa skuat senior di berbagai kompetisi elite dunia sepak bola, seperti Kualifikasi Euro 2020 dan Piala Dunia 2018 lalu. Sayang, pada Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, Belarusia harus menjadi juru kunci di fase grup dengan torehan lima poin saja dari 10 pertandingan.

Sementara di Kualifikasi Euro 2020 kemarin, berada di Grup C, Belarusia asuhan Igor juga gagal lolos karena berakhir di urutan keempat klasemen akhir dengan empat poin dari delapan pertandingan.

 

Tira Persikabo Jeblok, Apakah Semua Kesalahan Igor Kruishenko?

Sebenarnya dari pengalaman yang cukup mentereng yang baru saja dijelaskan di atas, Igor Kruishenko merupakan pelatih yang mumpuni. Lantas, penampilan melempem Tira Persikabo sejak awal Liga 1 2021/22 dimulai, apakah semua kesalahan dirinya?

Melihat dari rekam jejak ucapan-ucapan sang pelatih, jelas sekali bahwa dirinya tahu betul apa yang salah dari tim yang diasuhnya. Kita ambil contoh jelang pertandingan terakhirnya bersama Persikabo sebelum dipecat, yakni menghadapi Persipura Jayapura pada akhir pekan kemarin.

Dirinya bahkan mengungkapkan apa saja alasan Tira Persikabo menjadi melempem dan belum bisa benar-benar memperlihatkan perkembangan dari segi permainan.

“Salah satunya dari lini pertahanan yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk kita, ini tugas berat yang menanti ke depannya. Para pemain juga harus terus me-recovery karena jadwal yang berdekatan satu sama lain,” ucap Igor sebelum pertandingan kontra Persipura.

Mundur sedikit ke belakang, Igor juga kembali mengeluarkan pernyataan tentang penyebab timnya menuai kekalahan 3-2 dari PSS Sleman, Minggu (7 November 2021). Pada laga tersebut, sebenarnya Persikabo unggul dua kali, yakni 1-0 dan 2-1, namun saat wasit meniup peluit panjang, kedudukan 3-2 menjadi kemenangan untuk PSS.

Pasca pertandingan tersebut, Igor juga cenderung melayangkan bola api kepada para pengadil lapangan alias wasit. Dirinya melihat pertandingan ini berjalan tidak fair dan sama sekali tidak membangun sepak bola Indonesia.

“Pertandingan ini (vs PSS) kami melakukan banyak kesalahan. Itu benar, tapi itu tidak penting, karena sepak bola secara fair play, kalian cetak gol. Namun laga ini tidak fair, dua tendangan penalti saya hitung, tidak terjadi, itu kenapa? Mirip seperti saat menghadapi PSM Makassar, saya yakin 200 persen itu penalti, tapi tidak, kenapa? Karena Tira Persikabo bukan tim besar kesayangan orang,” ucapnya dengan nada cukup tinggi dalam konferensi pers.

Dari sederet pernyataan Igor Kruishenko tentang performa tim dan juga faktor lainnya, jelas bahwa kesalahan tidak seharusnya diletakkan kepada Pundak sang pelatih. Pada musim debutnya secara penuh di Liga Indonesia, pelatih bahkan sempat menyinggung kinerja pelatih yang dianggap tidak fair alias adil. Selain itu, jadwal yang kurang bagus, padat dan bentrok dengan Timnas Indonesia, juga masuk dalam daftar keluhannya.

Apakah hal-hal seperti ini bakal didiamkan saja seperti itu? Menunggu para pelatih asing lainnya menyampaikan keluhan yang sama? Bukan hanya manajemen tim (dalam hal ini, Tira Persikabo) saja yang harus berbenah, PT Liga Indonesia Baru dan juga PSSI selaku induk sepak bola juga harus berubah. Bagaimana caranya jadwal liga dan Timnas Indonesia tidak bentrok, dan juga para wasit harus bisa ditingkatkan kualitasnya agar tidak melulu diragukan kinerjanya di atas lapangan. Ini tugas bersama-sama, bukan cuma Tira Persikabo saja.