Ingat Nama Ini: Wonderkid Arsenal, Charlie Patino yang Jadi Rebutan Inggris dan Spanyol

Sabtu, 02 Oktober 2021, 03:04 WIB
39

Ingat nama ini, Charlie Patino, wonderkid Arsenal yang sedang diincar sejumlah klub top Eropa dan juga diperebutkan oleh Inggris dan Spanyol untuk hal kewarganegaraan. Sebelum gabung akademik Arsenal, dia memang sudah harum namanya di kalangan klub-klub besar Eropa, kualitasnya disandingkan dengan Phil Foden dan Jack Wilshere.

Akademi Arsenal memiliki tradisi panjang dan kaya dalam menghasilkan bintang berkualitas. Selama periode kepelatihan di bawah Mikel Arteta, penampilan anak-anak muda lokal seperti Emile Smith Rowe dan Bukayo Saka telah memberikan beberapa hal positif yang sangat dibutuhkan oleh tim. Anda bisa yakin bahwa The Gunners akan memiliki lebih banyak talenta muda yang datang dari akademik mereka di tahun-tahun mendatang.

Harapan tertinggi tampaknya berpusat pada Charlie Patino yang berusia 17 tahun – seorang maestro lini tengah yang telah menarik perhatian dan dianggap sebagai calon bintang. Dia bahkan dipandang sebagai salah satu talenta di atas rata-rata jika bakat Jack Wilshere dan Phil Foden digabungkan. Sangat mudah untuk melihat kualitas Patino. Setelah klip penampilannya di level U-23 yang menggemparkan media sosial musim ini, termasuk gol solo menakjubkan melewati Phil Jones, bek Manchester United U-23.

Dijemput oleh akademi Luton Town saat bermain untuk St Albans City Youth Football Club pada usia tujuh tahun, Patino bermain di level yang tiga tahun lebih tua dari dirinya. Ketika dia berusia 12 tahun, dia menarik banyak minat dan memilih untuk bergabung ke Arsenal dengan tawaran-tawaran dari Chelsea, Tottenham dan Manchester City juga berdatangan.

Arsenal dilaporkan membayar Luton berupa biaya kompensasi sebesar 10 ribu poundsterling, sementara ayahnya, Julio menjelaskan kepada surat kabar bernama Luton Herald & Post pada saat itu bahwa peluang gabung klub besar tidak datang sampai dua atau tiga kali.

“Ketika Anda mendapatkan tawaran dari Chelsea, Arsenal, Tottenham dan Manchester City, tentu ada sesuatu alasan konkret dari mereka. Anda tidak bisa begitu saja menolak mengatakan ‘tidak, terima kasih, saya senang di sini.’ Luton Town juga saat itu sebenarnya tidak mau kehilangan Charlie. Mereka sangat mencintainya tapi sadar, bahwa pemain yang mereka cintai juga butuh pindah agar bisa berkembang,” kata Julio pada 2015 lalu.

Sejak gabung Arsenal, Patino telah menghasilkan banyak desas-desus dan harapan yang tinggi. Menurut The Sun, beberapa orang dalam percaya dia lebih baik daripada Jack Wilshere saat berusia 16 tahun, serta memiliki kesamaan dengan bintang Manchester City, Phil Foden.

“Saya yakin Charlie Patino merupakan bintang besar di masa mendatang yang berasal dari akademik Arsenal. Saya yakin dia juga akan mendapatkan debutnya di skuat senior,” kata Chris Wheatley dalam sesi tanya jawab Reddit.

“Semua orang yang saya tanyai pendapat soal kualitas Charlie, mengaku terkesan. Dia disebut-sebut punya kemiripan gaya bermain dengan Jack Wilshere. Jadi kita nantikan penampilan debutnya bersama skuat senior,” ucap koresponden Goal untuk Arsenal, Charles Watts.

Bermain untuk Inggris dan Klub dengan Level Usia yang Lebih Tua

Arteta Ingin Berikan Charlie Patino Lebih Banyak Kesempatan

Patino secara konsisten bermain di kelompok junior dengan usia yang lebih tua di level klub dan negara, menjadi kapten Inggris dalam pertandingan U-16 melawan Spanyol ketika dia berusia 14 tahun. Dia juga tampil untuk Arsenal U-18 melawan Chelsea pada usia yang sama. Tidak lama kemudian, dia jadi pemain regular untuk The Gunners di level usia tersebut. Musim lalu, ia menjadi starter dalam empat pertandingan untuk tim U-23 di Premier League 2 sejak pergantian Tahun Baru, mencetak gol ke gawang Chelsea pada Februari.

Namun, cedera yang diderita saat melawan Manchester City membuatnya absen selama beberapa bulan sebelum kembali bermain musim ini. Keterlibatan Patino di skuat utama U-23 telah menarik perhatian pelatih tim senior, Mikel Arteta. Dalam bentuk apresiasi atas bakat sang pemain, Arteta pun sudah memanggilnya ke skuat senior.

Dengan pengalamannya di skuat senior, Patino langsung beradaptasi dengan cepat. Dia bahkan menyebut Dani Ceballos sebagai pemain panutannya.

“Saya bermain sebagai bagian dari poros lini tengah, satu pemain yang benar-benar saya perhatikan adalah Dani Ceballos,” ucap Patino kepada Gooner Fanzine.

Tidak lama kemudian, dirinya pun diberikan kontrak profesional pertamanya pada Oktober lalu. Sebuah kesepakatan yang secara resmi diumumkan oleh klub sebagai petunjuk tentang seberapa tinggi mereka memandang calon bintangnya itu. Setelah menandatangani kontrak barunya, Patino mengungkapkan rasa bahagianya kepada publik.

“Saya menandatangani kontrak profesional pertama saya dengan Arsenal, ini sungguh luar biasa. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang sudah membantu dan percaya pada kemampuan saya. Kini kerja keras akan dilanjutkan dan suatu hari nanti, semoga impian saya membuat debut di skuat senior terwujud,” kata Patino dilansir dari laman resmi klub Arsenal.

Tak lama setelah itu, ayahnya mengklaim bahwa Arteta dan staf kepelatihan skuat senior Arsenal sangat menyayangi anaknya yang terbilang masih sangat muda itu.

Kami tahu Charlie sudah bekerja sangat keras, jadi kami bangga dengan kontrak profesional bersama Arsenal. Arteta dan semua pelatih di sana mencintainya karena dia anak penurut. Dia tidak membawa masalah, dia mendengarkan semua ajaran dan aturan, dia suka bertanya, dia tertarik dengan apa yang mereka ajarkan kepadanya,” kata sang ayah, kepada La Opinión a Coruña.

Setelah kembali dari cedera, peluang lebih lanjut untuk diintegrasikan dengan tim senior pasti akan membantu perkembangannya. Dengan harapan besar ia akan menjadi bintang masa depan The Gunners.

Soal peluangnya memainkan penampilan debutnya untuk tim senior di musim 2021/2022 juga semakin dekat dengan kenyataan. Dengan komentar dari Mikel Arteta ketika ditanyai hal tersebut usai pertandingan Carabao Cup kontra AFC Wimbledon pada pertengahan pekan lalu.

“Sebenarnya Charlie hampir melakukan debut di laga Piala Liga Inggris seperti ini. Tapi kami memutuskan bahwa beberapa pemain lain juga butuh waktu bermain. Debutnya akan tiba seiring berjalannya waktu,” kata Arteta soal peluag debut Patino musim ini dikutip dari Football London.

Arteta kemudian juga menjelaskan bahwa dirinya mengaku bangga dengan usaha yang ditunjukkan oleh wonderkid berusia 17 tahun itu dalam sesi latihan dengan para pemain senior lainnya.

“Charlie benar-benar sangat bagus. Dia terus dan terus berlatih keras bersama kami, para pemain senior lainnya. Dia bahkan ikut bermain dalam sesi pertandingan mini-game di Colney dan penampilannya oke. Tapi kembali lagi, dia butuh waktu dan kami akan mempersiapkannya dengan baik untuk penampilan debut,” jelas Arteta lagi.

Sinar Bakat Patino Bikin Silau Inggris dan Spanyol

Charlie Patino the next youngster to be fast-tracked into Arsenal first  team (Plus video) - Just Arsenal News

Akan berusia 18 tahun pada Oktober mendatang, tidak diragukan lagi namanya sudah menjadi salah satu bintang paling bersinar di daratan Eropa. Debutnya, seperti yang dikatakan oleh Mikel Arteta, juga hanya tinggal menunggu waktu saja.

Sekarang, Arsenal tentu fokus akan mempersiapkan bintang mudanya itu untuk penampilan debut. Tapi tampaknya sedikit gangguan dari luar, dengan laporan Metro mengatakan dua negara berebut jasa sang pemain untuk menegaskan kewarganegaraannya.

Lahir di Watford, Patino memiliki darah Spanyol lewat sang ayah, Julio dan federasi sepak bola Spanyol juga sadar betul akan hal tersebut. Mereka pun dikabarkan sudah mulai bergerak untuk meyakinkan sang ayah dan juga Patino untuk melabuhkan hati ke warga negara Spanyol.

Seperti yang kita tahu, sang gelandang sudah bermain untuk level junior bersama Timnas Inggris. Pertama kali, dia debut untuk Inggris U-16 pada 2018 lalu. Meski begitu, level junior bukanlah sesuatu halangan untuk sang pemain berganti kewarganegaraan.

Khusus untuk para pemain muda berbakat, Inggris sendiri sudah beberapa kali kehilangan karena berganti kewarganegaraan. Kita kenal sekali Jamal Musiala yang bersinar dan sekarang menjadi regular di skuat utama Bayern Munchen. Pada awal tahun 2021, Musiala pun memilih Jerman sebagai kewarganegaraannya, padahal menghabiskan ajang internasional bersama tim junior Inggris.

Lalu, masih dari Arsenal, ada bintang berbakat lainnya, Yunus Musah yang besar di London sejak usia Sembilan tahun dan juga membela Timnas Inggris junior di level usia U-15, U-17 dan U-18. Namun tahun lalu, dia memilih Amerika Serikat sebagai kewarganegaraan yang sah.

Tentu saja, Inggris tidak ingin kehilangan bakat muda lagi dalam waktu dekat. Dan perhatian Arsenal terhadap bakatnya, bisa sangat menentukan kewarganegaraan apa yang dipilih oleh Charlie Patino saat berulang tahun di bulan Oktober mendatang.