Ini 4 Pemain Kelas Eropa yang Segera Naturalisasi Gabung Timnas Indonesia

Rabu, 22 Desember 2021, 21:27 WIB
110

Edisi Bonanza88, Jakarta – Timnas Indonesia terus berbenah dengan melakukan naturalisasi. Ada empat nama yang mencuat, yaitu Sandy Walsh, Kevin Diks, Jordi Amat, dan Mees Hilgeers. Namun, belakangan dia mengganti Kevin Diks dengan Ragnar Oratmangoen.

“Karena posisi Kevin Diks dianggap sama dengan Sandy Walsh, akhirnya coach Shin Tae-yong menukar Diks dengan Ragnar Oratmangoen,” kata Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani dalam akun media sosialnya, termasuk Facebook, Rabu (22/12/2021) pagi.

Ada pun posisi Kevin Diks dan Sandy Walsh, sama-sama bermain sebagai bek sayap kanan.

Menurut Hasani, dari keempat pemain tersebut, hanya Jordi Amat dan Sandy Walsh yang dokumennya telah lengkap 90 persen.

“Sampai hari ini, dokumen yang sudah 90 persen hampir lengkap baru Jordi Amat dan Sandy Walsh. Sedangkan Mees Hilgers belum lengkap,” tutur Hasani.

Lalu dari empat nama yang sedang dalam proses, bagaimana latar belakang mereka?

Ragnar Oratmangoen

Masuk Radar Naturalisasi, Ragnar Oratmangoen Ajukan Syarat Ini ke PSSI

Tak sedikit pemain di skuad Merah Putih yang memiliki darah campuran Indonesia. Salah satu nama yang kini tengah hangat jadi pembicaraan adalah Ragnar Oratmangoen.

Siapa dia? Ragnar adalah pemain Go Ahead Eagles di Eredivisie atau kasta teratas Liga Belanda. Dia berada di posisi winger kanan.

Nama pemuda berusia 23 tahun tersebut saat ini tengah mencuat seiring pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong meminta kepada PSSI untuk menaturalisasi sejumlah keturunan di Eropa untuk membela Timnas.

Sandy Welsh

Kabar Terkini Proses Naturalisasi Sandy Walsh dkk: Pemeriksaan Dokumen,  Target Rampung Awal 2022 Halaman all - Kompas.com

Sandy Walsh merupakan pemain kelahiran 14 Maret 1995 di Brussel, Belgia dengan berkewarganegaraan Belanda. Sang ayah keturunan Irlandia, sementara ibunya dilahirkan dari orang tua asal Indonesia.

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan kakek saya, yang lahir di Indonesia. Akibatnya, saya merasa lebih sayang dengan Indonesia daripada dengan Irlandia,” katanya kepada Voetbalzone juli lalu.

“Saya sudah punya bayangan bisa tampil di beberapa pertandingan internasional (bersama Timnas Indonesia),” ucap Sandy.

Karier sepakbola Sandy Walsh remaja dibangun saat membela Anderlecht hingga 2021. Dia kemudian direkrut KRC Genk hingga berhasil tembus ke tim senior.

Pada 2017, Sandy Walsh hijrah ke Zulte Waregem. Dia memperkuat Zulte Waregem selama tiga musim dengan memainkan 80 pertandingan dengan mencetak tiga gol dan empat assist. Sandy kembali kariernya ke KV Mechelen pada 2020. Hingga data dari Transfermarkt, Sabtu (13/11/2021), Sandy Walsh telah bermain 45 laga dengan meyumbang lima gol dan tujuh assist. Sementara di level timnas, Sandy Walsh rutin memperkuat timnas Belanda pada kelompok umur. Dia membela Timnas Belanda U-15, U-16, U-17, U-18, U-19 hingga Timnas Belanda U-20.

Jordi Amat

Jordi Amat menatap bola selama pertandingan sepak bola liga Spanyol antara Rayo Vallecano de Madrid dan FC Barcelona di stadion Vallecas di Madrid pada 3 November 2018.

Nama Jordi Amat tengah menjadi perbincangan hangat di Tanah Air setelah pengakuannya memiliki darah Indonesia.

Jebolan akademi Espanyol itu mengatakan bahwa dirinya memiliki darah Indonesia dari neneknya. Jordi Amat yang kini bermain untuk klub Belgia, KAS Eupen, itu menceritakan bahwa neneknya berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.

“Nenek saya dilahirkan di Makassar, Sulawesi dan merupakan sosok penting yang mendukung saya dalam karier sepakbola selama ini,” kata Jordi seperti dikutip dari wawancara eksklusif Goal Indonesia.

“Ibu dari nenek saya berasal dari Siau, dan ayahnya, yang tak lain moyang saya, adalah M.D. Kansil berasal dari Banda Neira, Maluku,” lanjutnya. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

“Semenjak kecil, nenek saya sering menceritakan kepada saya tentang moyang saya yang merupakan Raja Siau yang ke-17, dan kisah-kisah tersebut telah membangunkan lagi naluri ingin tahu saya tentang Indonesia,” sambungnya.

Profil Jordi Amat Berdasarkan data Transfermarkt, Jordi Amat lahir di Barcelona, pada 21 Maret 1992. Pemain berposisi sebagai bek tengah ini merupakan pemain jebolan akademi Espanyol.

Ia mencatatkan 46 penampilan bersama tim utama Espanyol selama dua tahun. Kebersamaan Jordi dengan Espanyol tak bertahan lama setelah ia sempat dipinjamkan ke Rayo Vallencano pada musim panas 2012.

Setelah dari masa pinjamannya, Jordi pindah ke Inggris untuk bergabung bersama Swansea City. Selama berseragam Swansea City, Jordi mencatatkan 72 penampilan hingga 2018.

Meski Jordi cukup lama di Swansea, ia pernah sempat dipinjamkan ke Real Betis pada musim 2017-2018. Setelah kembali dari masa pinjamannya, Jordi kembali bergabung dengan Rayo Vallecano pada 2019. Namun, lagi-lagi Jordi tak bertahan lama di Rayo Vallecano. Kemudian ia melanjutkan kariernya ke Belgia setelah dipermanenkan KAS Eupen.

Mees Hilgers

Profil Mees Hilgers, Calon Tandem Elkan Baggot di Timnas Indonesia

Kabar keinginan Hilgers membela ‘Merah Putih’ sempat disampaikan oleh sang agen, Fardy Bachdim, yang memberikan kode kepada PSSI selaku federasi bola sepak Indonesia.

Pemain yang berusia 20 tahun ini memang punya darah Indonesia. Darah Indonesia itu juga sudah diakui oleh Hilgers pada tahun 2020 lalu.

Dia mengaku punya ibu orang Indonesia asli, tepatnya dari Manado, Sulawesi Utara. Bahkan paman dan bibinya saat ini masih tinggal di Tanah Air.

 

Belum lama ini PSSI merespons kabar tersebut. Federasi mempersilakan bek FC Twente itu untuk mendaftar sebagai pemain keturunan Indonesia jika ingin membela Timnas Indonesia.

Hilgers merupakan kelahiran kota Amersfoort, Belanda, pada 13 Mei 2001. Dia mulai bermain sepak bola sejak usia 4 tahun.

Semakin serius bermain sepak bola, Hilgers bergabung dengan klub di kampung halamannya, ASC Nieuwland. Setelah cukup lama di sana, Hilgers kemudian pindah ke klub Sparta Nijkerk saat berusia 8 tahun.

Bakat Mees Hilgers tercium oleh talent scout dari FC Twente saat usianya menginjak 10 tahun. Sejak saat itulah karier sepak bola Hilgers semakin berkembang bersama FC Twente.

Terhitung hingga tahun ini, Hilgers sudah bersama FC Twente selama 9 musim. Kerja kerasnya di sana akhirnya terbayar ketika mendapat kontrak profesional pertama kalinya dari FC Twente pada 2018.

Hilgers pun menyebut kontrak profesional pertamanya itu menjadi momen terbaik yang pernah ia alami sejauh membela FC Twente.

Tak hanya itu, kemampuan apik Hilgers juga membuatnya bisa menembus tim utama FC Twente. Dia menjalani debut di Liga Belanda pada Desember 2020 saat mengalahkan Ajax 2-1.

Memasuki musim 2021/22, kesempatab Mees Hilgers bermain di tim utama semakin banyak. Dia sudah bermain 11 kali di Liga Belanda musim ini dengan mencetak 1 gol.

Selama ini Mees Hilgers biasa dimainkan sebagai bek tengah, namun dia pun beberapa kali bermain sebagai bek sayap baik di kiri maupun kanan.