Inilah Sosok Alexander Tedja, Raja Mal Indonesia yang Punya Harta Puluhan Triliun

Jumat, 10 Desember 2021, 11:15 WIB
93

Nama Pakuwon Group sudah tak asing lagi. Begitu juga dengan Alexander Tedja yang merupakan Presiden Komisaris Pakuwon Group dengan kekayaan sebesar US$ 1,7 miliar atau setara dengan Rp 23,7 triliun (kurs Rp 14.000) pada 2019 lalu.

Kekayaan itu ia peroleh dari kesuksesan Pakuwon Group di bidang properti dan retail. Pakuwon Group memiliki 8 pusat perbelanjaan dan kuliner di Surabaya, seperti Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, dan sebagainya. Selain itu juga Pakuwon Group memiliki 3 mal besar di Jakarta yakni Kota Kasablanka, Gandaria City, dan Blok M Plaza.

Namun, siapa sangka pria kelahiran 22 September 1945 mengawali bisnisnya di bidang perfilman. Pada tahun 1972 ia berhasil mendirikan PT ISAE Film. Pada tahun 1977, ia berhasil mendirikan Menara Mitra Cinema Corp. Lalu, ia juga mendirikan PT Pan Asiatic Film pada tahun 1991.

Dilansir dari AliensLatest, Jumat (19/7/2019) lalu, Alexander mulai merambah bisnis properti dan malnya pada tahun 1982. Awalnya, Pakuwon Group ia berdirikan dengan nama PT Pakuwon Jati Tbk.

Di era 80-an itu, ia membeli tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya yang kemudian menjadi tempat berdirinya Plaza Tunjungan I yang menjadi cikal bakal Tunjungan Plaza. Proyek tersebut mulai beroperasi tahun 1986 dan terus berlanjut menjadi Plaza Tunjungan II, III, IV.

Pada tahun 1989, Alexander membuka PT Pakuwon Jati Tbk menjadi perusahaan publik dan berhasil menembus Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PWON.

Semakin sukses dengan bisnis malnya, ia kemudian mulai merambah bisnis properti seperti Sheraton Hotel Surabaya, Kondominium, Regensi, dan Menara Mandiri yang seluruhnya mulai beroperasi pada tahun 2002. Alexander pun termasuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.

Jeli dan Cerdas

Alexander Tedja

Sejak muda, pria kelahiran Medan ini memang sudah menjalankan bisnis. Seperti pada usia 27 tahun, dirinya sudah berbisnis di bidang perfilman dan perbioskopan dengan dengan mendirikan PT ISAE FILM. Selang lima tahun kemudian, Tedja mengembangkan bisnisnya dengan mendirikan PT Menara Mitra Cinema Corp.

Meski sukses dibidang perfilman, Tedja tak lantas berpuas diri. Hingga kemudian di tahun 1982, dirinya merambah ke bisnis properti dengan mendirikan Pakuwon Jati. Untuk mengambangkan bisnis barunya tersebut, Tedja kemudian membeli sebidang tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Dengan cerdiknya, tanah ini kemudian disulapnya menjadi Plaza Tunjungan I yang merupakan pusat perbelanjaan besar dan megah di Kota Surabaya.

Setelah membuka secara resmi Plaza Tunjungan I di tahun 1986, bisnis Tedja semakin bertumbuh. Pasalnya selang 8 tahun kemudian dirinya kembali mengembangkan bisnis kawasan hunian di Surabaya dengan nama Pakuwon City.

Tak berhenti sampai di sana, proyek properti Tedja kembali menghadirkan Plaza Tunjungan II dan III, Sheraton Surabaya Hotel & Tower, Kondominium Regensi, Menara Mandiri, Plaza Tunjungan IV. Dari semua proyek tersebut kemudian melahirkan Superblok Tunjungan City yang merupakan superblok pertama di Surabaya.

Setelah sukses di Surabaya, Tedja meluaskan pencapaiannya ke Jakarta. Di Jakarta, Tedja di tahun 2007 mengakuisisi 83,3 persen saham PT Artisan Wahyu. Artisan sendiri adalah perusahaan pengembang Superblok Gandaria City.

Dari akuisisi kepemilikan saham terbesar ini membuat Tedja mendapatkan banyak keuntungan. Tidak berhenti sampai di sana, di Ibu Kota, Tedja dan kelompok bisnisnya terus melebarkan gurita bisnisnya dengan membangun proyek pusat perbelanjaan Kota Kasablanka.

Covid Justru Berkibar

Pengusaha Sukses Alexander Tedja, The Real Crazy Rich Surabaya

Di tengah tekanan yang dialami oleh sejumlah pelaku usaha akibat covid, ia malah terus berkibar. Pada akhir 2020 lalu, ia bahkan membeli dua pusat perbelanjaan Hartono Mall Yogyakarta dan Martono Solo Baru dari Grup Duniatex.

Ia melalui Pakuwon Permai juga mengambil alih kepemilikan Hotel Marriot Yogyakarta. Nilai transaksi dari ketiga pembelian itu mencapai Rp1,36 triliun.

Tambahan dua mal dan satu hotel itu membuat aset Pakuwon Jati semakin susah dihitung pakai jari baik tangan maupun kaki. Julukan raja properti dan mal semakin sahih disandang Pakuwon Jati.

Menurut situs resmi perusahaan, pakuwonjati.com, yang dilihat , Kamis (3/12/2020), perusahaan raksasa ini memiliki empat superblock di Jakarta dan Surabaya, 11 mal, 16 perumahan, 6 gedung perkantoran, 8 hotel. Jumlah itu belum termasuk dua mal dan satu hotel yang baru dibeli tadi dan beberapa proyek yang masih berjalan.

Posisinya adalah Presiden Komisaris di Pakuwon Group. Dengan bisnisnya yang menggurita, maka tak aneh jika pengusaha kelas kakap ini dinobatkan sebagai orang terkaya ke-21 di Indonesia dengan kekayaan senilai 1,3 miliar dollar AS (setara Rp18,4 triliun). Itu menurut Forbes per Kamis.

Kekayaannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2014 lalu, masih menurut Forbes, ia orang terkaya ke-34 di Indonesia. Kini melompat 13 tangga menjadi ke-21.

Alexander Tedja menikah dengan Melinda dan memiliki 4 orang anak. Putra sulungnya, Eiffel Tedja dan anak keduanya, Irene Tedja, bergabung bersama Pakuwon Group dalam jajaran direktur.

Eiffel Tedja, menikah dengan Imelda Dharma, putri konglomerat Artalyta Suryani (Ayin) dan Surya Dharma (Grup Gajah Tunggal). Sedangkan Irene Tedja menikah dengan Prajna Murdaya, anak dari pasangan konglomerat Murdaya Widyawimarta Poo dan Siti Hartati Tjakra Murdaya (pemilik Grup Central Cipta Murdaya).

 

 

BERITA TERKAIT