Jalan-jalan ke ‘Kota Tanpa Tidur’ Kabukicho, Destinasi Wisata Seks Legendaris di Jepang

Senin, 07 Juni 2021, 22:25 WIB
61

Sama seperti banyak negara lainnya, Jepang juga memiliki tempat hiburan malam yaitu Kabukicho. Terletak di pusat kota Shinjuku, Tokyo, Jepang, kota yang sering disebut “Kota Tanpa Tidur” disebut-sebut sebagai tempat hiburan malam di Asia.

Kabukhico adalah destinasi utama para pemburu lendir karena memang tempat hiburan seperti club malam, bar, karaoke dan hotel berjejer rapih di sana. Tapi tentu tak boleh sembarangan, karena sebagian tempat di sana dikuasai oleh mafia Jepang, Yakuza.

Gates Of Olympus

Dalam sejarahnya, tempat ini dahulu memang difungsikan sebagai kawasan pusat pemerintahan dan perdagangan di Jepang. Sejak tahun 1948, Shinjuku dijadikan bagian dari proyek rekonstruksi pasca Perang Dunia II.

Tempat ini awalnya dibenahi sebagai tempat memamerkan pusat budaya Jepang. Di sana awalnya ada pertunjukkan teater klasik Jepang yang disebut dengan Kabuki dipilih sebagai pertunjukkan utama untuk dipentaskan. Teater-teater ini banyak bermunculan sehingga lokasi tersebut dinamakan dengan Kabukicho (kota Kabuki).

Namun saat ini, teater klasik itu sudah tidak dipentaskan, karena para wisatawan dan pengunjung lebih memilih tempat hiburan modern di pub, bar, kedai minum tradisional, dan tempat karaoke.

Makin larut makin ramai. Segala jenis kesenangan ditawarkan ditempat ini dengan segala orientasi seks yang dituju, karena juga ada gay bar yang dilengkapi dengan pelayan gaynya.

Untuk menuju lokasi ini hanya butuh 10 menit dengan berjalan kaki dari stasiun Shinjuku Station. Atau bisa saja Anda langsung turun di Stasiun Kabuchiko

Rise of Olympus

Memasuki wilayah ini bakal disambut dengan gerbang utama, gapura berbentuk dua huruf ‘U’ yang diletakkan berlawanan arah lampu neon berwarna merah. Tulisan besar Kabukicho tertulis dalam huruf kanji di atasnya.

Kabukicho red light district Shinjuku Tokyo Japan. — billboard, cityscape -  Stock Photo | #161896218

Bagi para pemburu wisata seks tak perlu repot, karena sepanjang mata memandang ada papan reklame yang mencantumkan harga layanan pijit plus, mulai dari 900 yen (sekitar Rp 117.000) per 15 menit hingga 3.500 yen (sekitar Rp 456 ribu) untuk layanan berdurasi 60 menit. Tentu ini adalah layanan yang termurah untuk promosi.

Seperti di kebanyakan red light district lainnya, tarif akan bervariasi sesuai dengan pelayanan yang diberikan, besarnya tempat hiburan, dan tentu saja “kualitas” dari wanita atau pria penghibur yang Anda pilih.

Berbagai macam pelayanan tersedia di red light district, Anda dapat membayar para penghibur hanya untuk sekedar ngobrol-ngobrol (tidak ada kontak tubuh atau sejenisnya) ataupun untuk melakukan layanan spesial.

Tentunya semakin banyak biaya, maka akan semakin dimanjakan. Di klub yang sudah punya nama, hanya untuk sekedar minum, uang masuknya sudah dikenakan biaya masuk, yang biasanya berkisar Rp. 700 ribu.

Setiap gelas yang Anda minum di klub tersebut, akan dikenakan biaya secara terpisah. Jika Anda memilih untuk ditemani oleh wanita, setiap jam yang Anda lewatkan akan menghabiskan beberapa ratus ribu rupiah lagi.

Tempat hiburan di sana juga biasa melayani servis pink salons atau layanan khusus oral sex yang membutuhkan biaya Rp600 ribu untuk 30 menit.

Sedangkan untuk pertunjukan pole dance akan membebankan Anda dengan kisaran biaya Rp. 1 juta – 1.2 juta per jam dan jika Anda menginginkan pendamping dengan “kelas yang lebih tinggi”, membayar Rp8 juta per jam.

Di kawasan tersebut, tak melulu pengunjung dan wanita penghibur akan berakhir di ranjang. Sebagian wanita hanyalah teman untuk minum dan berbincang-bincang.

Namun mereka tetap mematok tariff  mulai 5 ribu yen per dua jam hingga 10 ribu yen per jamnya. Foto mereka banyak dipajang di depan bar atau kafe.

Harus Hati-hati

How Safe is Kabukicho? - Dangerous Areas in Tokyo - YouTube

Sebagai kawasan dunia malam, tempat ini memiliki berbagai hal unik yang wajib kamu pelajari jika kamu berencana berkunjung ke sini.

Edisi Bonanza88 menyarankan kamu mengenal berbagai macam aturan tak tertulis tentang Kabukicho, kamu akan terhindar dari hal-hal tak menyenangkan dalam kunjungan kamu.

Tempat-tempat hiburan di Kabukicho mayoritas hanya menerima pembayaran secara tunai. Jadi, jangan lupa membawa uang jika kamu pergi ke sini. Kartu kredit dan debit sangat jarang digunakan sebagai alat transaksi di Kabukicho.

Jangan berjalan di sekitar Kabukicho seorang diri, apalagi jika kamu adalah perempuan. Pergilah beramai-ramai dengan setidaknya mengajak satu orang teman lelaki kamu agar kamu lebih aman saat berada di Kabukicho.

Jangan mudah tergoda oleh rayuan para host club yang mempromosikan dan mengajak kamu untuk masuk ke tempat kerjanya.

Kamu bisa saja ditawari berbagai minuman dengan harga yang selangit. Club yang sudah tenar tidak akan menyediakan host club yang bertugas merayu pengunjung untuk datang.

Sex in Shinjuku. I took a friend of mine visiting from… | by moshimoshi123  | Medium

Layaknya perilaku di red light district lainnya, kecurangan sangatlah lumrah terjadi, terutama di Kabukicho. Agen biasanya akan menawarkan harga rendah kepada para turis, namun harga tersebut dapat menjadi lebih tinggi dari harga awal yang dijanjikan ketika Anda akan membayar tagihannya.

Belum lama ini, ada berita yang menceritakan dimana sebuah bar diduga menagihkan 2 juta yen (Rp260 juta) kepada pelanggannya untuk minum-minum, meskipun pada awalnya sang pelanggan dijanjikan tagihan sebesar 4 ribu yen. Dalam kejadian ini, korban-korban juga diancam dengan kekerasan apabila menolak untuk membayar.

Tidak sampai disitu saja. Jika Anda adalah laki-laki, akan ada banyak sekali orang yang mencoba untuk membawa Anda ke klub mereka dengan menunjukan foto-foto wanita penghibur yang cantik dan muda, jangan percaya kepada penglihatan Anda dalam hal ini!

Anda mungkin melihat wanita dengan usia remaja di foto, tetapi ketika Anda bertemu langsung dengan wanita yang dijanjikan, terkadang terlihat begitu jelas bahwa wanita yang dimaksud ternyata berusia beberapa puluh tahun lebih tua.

Para pria tegap berkulit hitam biasanya yang menjaga pintu-pintu tempat hiburan. Biasanya mereka menyapa turis dengan Bahasa Inggris, namun jika Anda menjawabnya dengan Bahasa Jepang dengan mengucapkan “Sumimasen” yang artinya maaf, mereka biasanya segera menghentikan aksinya dan membiarkan pengunjung pergi.

Wisata ‘Sehat’

TUNA CUTTING SHOW_03 - Picture of Maguro Shoten, Kabukicho - Tripadvisor

Namun bagi Anda yang enggan melakukan wisata seks, di kawasan Kabukicho juga ada pusat hiburan seperti bioskop, restoran yang menyajikan khas Jepang.

Ada restoranyang menyajikan olahan tuna khas Jepang. Pengunjung bahkan bisa menyaksikan pertunjukkan pengolahan ikan tuna langsung dari para koki profesional.

Di salah satu gang yang terdapat di Kabukicho berdiri Restoran Robot yang terkenal. Di lokasi ini, pengunjung akan disuguhkan pertunjukan kabaret yang dihiasi dengan lampu-lampu laser bernuansa robotic yang menawan. Para pelakon di kabaret tersebut juga berkostum robot-robot masa depan.