Jarang Orang Tahu, Ini 5 Fakta tentang Petir yang Ternyata Sangat Berbahaya

Selasa, 21 Desember 2021, 10:48 WIB
76

Petir secara sederhana adalah sebuah fenomena pelepasan muatan listrik yang muncul akibat adanya perbedaan potensial (positif–negatif) yang tinggi antara awan dengan lingkungan untuk menetralkan kondisi.

Petir adalah pelepasan listrik raksasa yang disertai dengan kilatan cahaya yang cemerlang dan suara guntur yang keras. Percikan petir dapat mencapai lebih dari 8 km panjangnya, menaikkan suhu udara hingga 27.700 derajat celcius, dan mengandung 100 juta volt listrik.

Petir merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cedera terkait cuaca di Amerika Serikat (AS). Kebanyakan orang tidak sadar ketika mereka disambar petir, bahkan saat pusat badai petir berjarak 16 kilometer.

Fakta-fakta petir Dilansir dari National Geographic, berikut adalah fakta-fakta petir yang menarik untuk diketahui. Beberapa ilmuwan memiliki dugaan bahwa petir mungkin memiliki peran dalam evolusi organisme hidup.

Edisi Bonanza88 merangkum sejumlah fakta tentang petir yang jarang orang ketahui.

  1. 5 kali lebih panas dari permukaan matahari

Tahukah kamu bahwa suhu petir lima kali lebih panas dibandingkan dengan suhu permukaan matahari? Suhu petir mencapai 54.000 Fahrenheit atau setara dengan 30.000 derajat celcius, sedangkan suhu permukaan matahari hanya sekitar 6.000 Kelvin atau sekitar 5.700 derajat celsius. Namun jangan berani membandingkan suhu petir dengan suhu pusat matahari, karena suhu di pusat matahari diperkirakan mencapai 15 juta Kelvin!

Ngeri, 7 Tempat dengan Sambaran Petir Terbanyak di Dunia

  1. Jumlah sambaran petir ke Bumi

Sistem pendeteksi petir di AS memantau rata-rata sekitar 25 juta sambaran petir dari awan ke tanah selama 100.000 badai petir setiap tahun. Dari hasil pemantauan tersebut, diperkirakan Bumi secara keseluruhan disambar petir rata-rata lebih dari 100 sambaran petir setiap detik.

  1. Petir dapat membunuh manusia

Petir dapat membunuh manusia, tercatat 3.696 kematian di AS antara tahun 1959 dan 2003, atau menyebabkan serangan jantung.

Cedera akibat sambaran petir dapat berupa luka bakar parah, kerusakan otak permanen, kehilangan memori, hingga perubahan kepribadian. Sekitar 10 persen korban sambaran petir tewas dan 70 persen menderita efek jangka panjang yang serius.

Tersambar Petir: Apa Yang Terjadi pada Tubuh? | IPTEK: Laporan seputar  sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 13.06.2018

  1. Setiap kilatan petir berpotensi mematikan

Selama badai petir, setiap kilatan petir dari awan ke tanah berpotensi mematikan. Faktor penentu apakah kilatan bisa mematikan bergantung pada apakah seseorang berada di jalur pelepasan petir.

Selain kilatan cahaya yang terlihat bergerak di udara, arus yang terkait dengan pelepasan petir mengalir di sepanjang tanah. Jadi meski beberapa korban tersambar langsung oleh sambaran petir utama, banyak pula yang tersambar saat arus bergerak di dalam dan di sepanjang tanah.

  1. Berada di dekat air berisiko selama badai petir

Orang-orang yang berada di dalam atau di dekat air termasuk yang paling berisiko selama badai petir berlangsung. Dalam kondisi ini, berenang menjadi sangat berbahaya karena perenang tidak hanya menonjol di air, menghadirkan saluran potensial untuk pelepasan listrik, tetapi juga karena air adalah konduktor listrik yang baik.

Sementara itu, orang yang berada di dalam rumah selama badai petir pun harus menghindari aktivitas yang memungkinkan tersambar petir. Kebanyakan orang terluka akibat petir saat berada di dalam rumah ketika mereka sedang berbicara di telepon. Selain itu, menjauhi jendela dan pintu serta menghindari kontak dengan apapun yang menghantarkan listrik juga perlu dilakukan untuk menghindari risiko tersambar petir.