Jonathan David, Wonderkid Kanada yang Bersinar di Lille Musim Ini

Kamis, 02 Desember 2021, 03:24 WIB
111

Ruang selalu menjadi prioritas bagi Jonathan David. “Kami hanya memiliki beberapa area di sini di Ottawa,” kata mantan pelatih muda David Jay Da Costa kepada First Time Finish tahun lalu. “Area-area itu digunakan, tidak hanya oleh sepak bola, tetapi juga bisbol dan sepak bola Amerika dan organisasi lainnya. Sulit untuk mendapatkan waktu dan, biasanya, ketika Anda mendapatkannya, Anda hanya berlatih di sepertiga lapangan, terkadang seperenam bahkan,” jelasnya lagi.

Area sempit Ottawa – dihiasi struktur seperti tenda tiup yang melindungi lapangan dari musim dingin Kanada yang keras –, adalah anak tangga pertama pada jalur karier yang tidak biasa bagi penyerang muda, yang sekarang siap untuk lompatan besar berikutnya. Namun, kemajuan pesat seperti itu tidak selalu terjadi. Ini sebuah kelangkaan.

Sepuluh penampilan di musim debutnya di Prancis, setelah bergabung dengan Lille dari Gent pada Agustus 2020, David sempat tanpa gol atau assist. Lille memenangkan sembilan dari 10 pertandingan itu tetapi David pindah dari starter yang dijamin menjadi kehadiran yang terputus-putus karena penampilannya yang dinilai kurang bagus.

Butuh waktu hingga kemenangan 4-0 November lalu atas Lorient untuk akhirnya dia mencetak satu gol dan satu assist. Meskipun pergerakan, kecepatan, dan interaksinya menunjukkan kualitasnya, ia hanya mencetak dua gol dalam 25 pertandingan pertamanya untuk klub di semua kompetisi.

Namun, pada tahun 2021, David tiba-tiba berubah. Rekornya dengan 21 gol dalam 34 pertandingan liga sejauh tahun ini termasuk gol kemenangan di PSG dan dua gol di menit akhir melawan Marseille, ditambah gol pembuka dalam kemenangan Lille di Angers pada hari terakhir musim lalu. Semuanya sangat penting dalam membantu klub meraih gelar juara yang mengejutkan.

Dua golnya di sembilan menit pertama dalam hasil imbang 2-2 Lille di kandang Monaco pada tanggal 19 November lalu membuat golnya menjadi 10 di liga musim ini, membuat pemain berusia 21 tahun itu menjadi pencetak gol terbanyak di Prancis saat ini.

Nomaden Mewarnai Masa Kecil Jonathan David

Kesulitan menetap bukanlah hal baru bagi David, yang memiliki masa kecil nomaden. Dia lahir di New York, pindah ke Port-au-Prince sebuah kota di Haiti ketika dia berusia tiga bulan sebelum menetap di Ottawa saat berusia enam tahun.

“Ke mana pun Anda pergi, awalnya selalu sulit. Saya tidak berpikir saya akan berada di sini jika orang tua tidak membawa saya, jujur,” kata David tentang kepindahannya ke Kanada.

Penyerang Kanada itu berusia enam tahun ketika orang tuanya beremigrasi dari Haiti ke kota besar, Ottawa untuk memulai perjalanan yang membuat putra mereka menjadi salah satu pemain muda paling diincar oleh banyak klub top Eropa sekarang.

David awalnya merasa sulit untuk memenuhi hasratnya di negara yang lebih terkenal memproduksi pemain hoki es daripada pesepakbola. Dia akhirnya bergabung dengan tim pemuda lokal Ottawa bernama Gloucester SC pada usia 11 tahun sebelum pindah ke Ottawa Internationals dan dipanggil untuk program pengembangan bakat dari federasi sepak bola Kanada empat tahun kemudian.

Setelah itu, dirinya terus berkembang sebagai pemain muda di Ottawa Gloucester Hornets. Lalu dia menandatangani kontrak dengan klub Belgia Gent pada Januari 2018.

Dia baru berusia 17 tahun saat itu sehingga menghabiskan enam bulan berlatih dengan tim yunior, periode yang menurut David sangat penting untuk adaptasinya, sebelum mencetak lima gol dalam lima pertandingan pertamanya untuk tim utama. Dia tumbuh dengan cepat di Belgia.

“Saya tinggal sendiri. Saya tahu keluarga saya hanya berjarak satu panggilan telepon, tetapi saya harus menemukan solusi untuk masalah untuk diri saya sendiri,” kata Jonathan mengenang awal-awal karirnya di Eropa bersama Gent.

Membela Timnas Kanada, tapi Tidak Melupakan Negara Asal

Solusi ditemukan, baik di Belgia maupun Lille. Dia mencatat 83 pertandingannya untuk Gent menghasilkan 37 gol, 15 assist, dan tentu saja, menarik banyak minat dari luar negeri.

Itu mungkin harus menunggu mengingat gangguan yang terjadi, meskipun pemain berusia 20 tahun itu memiliki keberuntungan di pihaknya, begitu juga karir tim nasional. David telah mencetak 11 gol yang menakjubkan dalam 12 penampilan untuk negara yang dipilih olehnya – Kanada, yang sekarang bersinar tetapi dia tidak akan pernah melupakan akarnya.

“Saya masih memiliki banyak kasih sayang untuk Haiti karena di sanalah keluarga saya berasal dan di situlah saya dibesarkan. Saat baru pindah ke Kanada, saya hanya tahu kehidupan di Haiti, budaya dan cara hidup. Tentu tidak mudah, dari suatu tempat yang Anda kenal sangat baik, ke tempat yang tidak dikenal, membutuhkan adaptasi. Awalnya sulit, tapi orang tua saya melakukannya agar kami, anak-anaknya, memiliki keamanan dan peluang untuk masa depan. Itu adalah pengorbanan yang mereka lakukan dan saya berterima kasih untuk itu,” jelasnya panjang lebar beberapa waktu lalu.

Motivasi berkat menghargai semua pengorbanan orang tuanya itu, David pun berjuang mengatasi kesendirian dan adaptasi sulit di Eropa. Sebelum pandemi virus corona menghentikan sepak bola, David telah mencetak 23 gol di semua kompetisi untuk klub Belgia Gent. Penampilannya itu membuat dirinya ramai dibicarakan di bursa transfer musim panas ke Liga Inggris di tengah laporan bahwa Arsenal, Chelsea, dan Tottenham berada dalam daftar panjang klub yang memantau bakatnya.

Dia memilih Lille. Transfer ini sebagian besar dikarenakan penampilan Burak Yilmaz yang memenangkan pertandingan demi pertandingan, penampilan defensif veteran José Fonte dan konsistensi luar biasa kiper Mike Maignan, tetapi Lille tidak akan memenangkan gelar Ligue 1 musim lalu tanpa David.

Keyakinannya yang berkembang memberi tim dinamisme dan energi selama pertandingan yang intens. Dengan Yilmaz cedera selama 13 pertandingan di awal tahun, performa buruk Jonathan Bamba di awal musim, dan Jonathan Ikoné kurang konsisten, David membantu tim mempertahankan momentum mereka kala itu.

Klub-klub Top Eropa Tertarik, David Calon Striker Elite Dunia

Dengan Liverpool tampaknya tertarik dan Inter dilaporkan siap mengajukan tawaran untuk Januari – Lille menurut kabar beredar menginginkan bayaran melebihi £25 juta jika harus melepasnya. Jadi kemungkinan besar ini akan menjadi musim terakhir David di Lille.

Namun, terlepas dari kemampuannya yang jelas, ketidakpastian tentang posisi terbaiknya – hingga saat ini, bisa membuat klub berhenti. Dia memang kuat dan mampu membawa rekan-rekannya ke dalam permainan, sering turun untuk bermain sebagai second striker, tapi David belum sepenuhnya cocok untuk peran penyerang tunggal yang digunakan oleh banyak klub besar. Dia juga tidak memiliki keterampilan satu lawan satu di posisi winger dan kurang efektif saat digunakan melebar atau menyisir sisi lapangan. Elemen permainannya bisa dibandingkan dengan Wissam Ben Yedder, atau mungkin Luis Suárez. Waktu David bermain di area sempit di Kota Ottawa sejajar dengan pengalaman futsal Ben Yedder – kedua pemain tersebut memiliki kontrol yang tajam dan melindungi bola dengan baik akibat pengalamannya di masa anak-anak.

Di Lille, berkat format 4-4-2 milik Christophe Galtier – yang telah direplikasi oleh manajer baru musim ini, Jocelyn Gourvennec – David telah digunakan hampir secara eksklusif di lini depan. Peran tersebut sangat cocok dengan keahliannya yang tidak biasa, memberinya kebebasan untuk turun ke dalam untuk membantu rekan-rekannya bertahan dan merebut bola, atau bermain di depan seorang bek.

Namun, kontrolnya yang ketat dan interaksi yang tajam membuat David berada dalam kondisi terbaiknya saat bermain dekat dengan rekan satu timnya. Formasi 3-5-2 milik Inter bisa menjadi pilihan yang ideal, tetapi ia mungkin bakal berjuang untuk bisa bersinar di tempat lain. Seperti yang dikatakan David sendiri sebelum bergabung dengan Lille: “Saya tidak ingin pergi ke suatu tempat dan hanya duduk di bangku cadangan. Ini tentang mengambil langkah yang tepat.”

Namun, dilihat dari lintasannya yang curam, langit-langit David tinggi. Tanpa Galtier, Lille tidak tampil sebaik musim lalu, tetapi David adalah salah satu dari sedikit pemain yang terus berkembang, bersama dengan Sven Botman dan Tiago Djalo. Ketika dia tiba di klub dia gugup, dan tidak bisa mempengaruhi permainan, tetapi dia sekarang penuh dengan cahaya gemerlapan.

David menggunakan penguasaan bola dengan kecerdasan tinggi dan penyelesaiannya membuatnya berada dalam sorotan panggung yang lebih besar. Satu atau dua tahun lagi di lingkungan yang tepat bisa membuat semua perbedaan bagi David saat dia ingin mengambil langkah selanjutnya dan menjadi striker elit.

Baik bermain di jalanan Port-au-Prince yang ramai, di area penuh salju di Kota Ottawa, atau di area penalti Ligue 1 yang padat, ruang selalu menjadi prioritas bagi David. Namun, cepat atau lambat, saat bakatnya benar-benar berkembang, ruang yang ditinggalkan David di tim Gourvennec akan dirasakan oleh Lille.